Senin, 13 Februari 2012

Pengendalian Hama Kelapa Sawit Terpadu


Pengendalian Hama Utama Kelapa Sawit. dalam tulisan kali ini akan di bahas mengenai jenis - jenis hama tanaman kelapa sawit. Pengendalian hama dan penyakit tanaman pada hakikatnya adalah "mengendalikan suatu kehidupan".    Oleh karena itu konsep pengendaliannya dimulai dari pengenalan dan pemahaman terhadap siklus hidup (hama/penyakit) itu sendiri.  Pengetahuan terhadap bagian "paling lemah" dari seluruh mata rantai siklus hidupnya sangat berguna di dalam pengendalian hama dan penyakit yang efektif.
Gambar ulat api
Bagian yang dinilai paling lemah dari siklus hidup hama dan penyakit merupakan titik kritis (crucial point)  karena akan menjadi dasar acuan untuk pengambilan keputusan pengenda-liannya. 
     
Pemilihan jenis, metode (biologi, mekanik, kimia, terpadu) dan waktu pengendalian yang dianggap paling cocok akan dilatarbelakangi oleh pemahaman atas siklus hidup dimaksud. 

Pengelola kebun dituntut untuk dapat meramalkan berbagai kemungkinan ledakan hama dan penyakit yang potensial. Per- kiraan tersebut dapat bertitik tolak dari kondisi alam, iklim dan jenis hama dan penyakit yang ada di areal, dinilai dari situasi dan kondisi yang paling memungkinkan.  

Upaya mendeteksi hama dan penyakit pada waktu yang lebih dini mutlak untuk dilaksanakan. Keuntungan deteksi dini adalah selain akan memudahkan tindakan pencegahan dan pe-ngendaliannya juga agar tidak terjadi ledakan serangan yang tidak terkendali/terduga. Secara ekonomis biaya pengendalian melalui deteksi dini dipastikan jauh lebih rendah daripada pengendalian serangan hama/penyakit yang sudah menyebar luas. 



JENIS-JENIS HAMA KELAPA SAWIT

Secara umum, jenis-jenis hama yang banyak menyerang tanaman kelapa sawit dikelompokkan  ke dalam 6 golongan, yaitu :

       -  Ulat Api dan Ulat Kantong
       -  Tikus
       -  Oryctes (Oryctes rhinoceros)
       -  Tirathaba
       -  Rayap
       -  Adoretus dan Apogonia 

HAMA ULAT API DAN ULAT KANTONG

Serangan hama ulat api dan ulat kantong (atau disebut ulat pemakan  daun  kelapa  sawit), telah  banyak  menimbulkan  masalah  yang  berkepanjangan dengan terjadinya  eksplosi dari  waktu  ke  waktu.  Hal ini menyebabkan kehilangan daun (defoliasi)  tanaman  yang  berdampak  langsung  terhadap penurunan produksi (Tabel 9.1).

Jenis - jenis hama ulat api :
1. Setothosea asigna  
2. Setora nitens 
3. Darna trima 
4. Thosea bisura
5. Ploneta diducta 
6. Thosea vetusta
7. Mahasena corbetti  
8. Metisa plana     
9. Cremastopsyche pendula

Siklus hidup hama ulat pemakan daun kelapa sawit melalui empat stadia sebagai berikut :
1. Telur
2. Larva (ulat)
3. Pupa (kepompong)
4. Dewasa
Kemudian kawin dan bertelur kembali.

Laju perkembangan populasi terutama didukung oleh kemampuan berbiak dan waktu yang digunakan dalam menyelesaikan siklus hidup.  Makin tinggi daya berbiak serta makin pendek siklus hidup maka makin cepat pula laju pertambahan populasi.  Hal ini berarti  bahwa  toleransi  terhadap  tingkat  batas  kritis  populasi menjadi lebih rendah. 

 Untuk mengetahui info lengkap tentang hama kelapa sawit klik disini.

Sedangkan untuk mengetahui cara pengendalian hama kelapa sawit klik disini.

Demikian dulu info tentang hama kelapa sawit
Anda sedang membaca artikel berjudul Pengendalian Hama Kelapa Sawit Terpadu dengan url http://konsultasisawit.blogspot.com/2012/02/pengendalian-hama-kelapa-sawit-terpadu.html , Jika suka dengan artikel Pengendalian Hama Kelapa Sawit Terpadu dengan url http://konsultasisawit.blogspot.com/2012/02/pengendalian-hama-kelapa-sawit-terpadu.html silahkan di copy dan jangan lupa menuliskan sumbernya. Anda dapat berlangganan update dari blog ini dengan mengisi email di bawah ini

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Silahkan Follow Kami di twitter
Jika ingin melihat artikel lainnya anda dapat mengklik link populer dibawah ini atau sitemap diatas.Terima kasih atas kunjungan anda di http://konsultasisawit.blogspot.com

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...