Kamis, 19 Februari 2015

Ucapan Selamat Gong Xi Fat Cai 2015

Ucapan Selamat Gong Xi Fa Cai. Tidak terasa tahun baru Imlek 2566 bertepatan pada tanggal 19 Februari 2015 atau tepatnya hari ini, perayaan yang ke 2566 setiap warga Tionghoa merayakannya tiap pergantian tahun. Pergantian tahun baru mirip dengan tahun baru Masehi, dimana sebagian orang melakukan acara pesta kembang api, berdoa dan bersyukur telah bisa melewati tahun sebelumnya, dan masih dikaruniai umur panjang untuk mengarungi tahun baru. Perbedaannya adalah warna yang khas yaitu warna merah sebagai tanda tahun baru. Tahun ini merupakan tahun dengan shio kambing.

Berikut Kata Ucapan Tahun Baru Imlek 2015 Gong Xi Fa Cai

Wishing You A Happy and Prosperous Chinese New Year! Gong Xi Fa Cai!

Selamat tahun baru Imlek 2566.
Gong Xi Fat Cai – Wan Se Ru Yi, Sen Thi Cien Khang.
Semoga senantiasa diberi kesehatan, damai sejahtera dalam rumah tangga dan kesuksesan. Amin.

“GONG XI FA CAI” 2566. Semoga Imlek membawa rejeki yang berlimpah dan kesehatan buat kita semua.

Gong Xie Fat Cai,
may GOOD HEALTH, PEACE, PROSPERITY,HAPPINESS and LONGETIVITY be with you and great SUCCESS in making BETTER & GREATER THINGS HAPPEN!

Happy Chinese New Year. May better luck come into us in this new year. Gong xi. Gong xi. Gong xi fa cai 2566.

Gong Xi Fat Cai !!
Xin Nian Kuai Le.Zhù Ni Shenti Jiànkäng,
Quanjiä Xingfu,Wànshì Ruyì

Göng Göng Xi Fät Fät Chäi Chäi
XIN NIAN KUAI LE

Selamat tahun baru Imlek 2566. Gong Xi Fa Cai – Wan Se Ru Yi, Sen Thi Cien Khang. Semoga senantiasa diberi kesehatan, damai sejahtera dalam rumah tangga dan kesuksesan. Amin. ”

Gong Xie! Fat! ” Chai ”
Sin Nie Chin Phu”
“Wan Se Ju Ie”
“Sen Thie Chien Kang”

Semoga tahun barumu diawali dengan senyuman dan hati yang bersih.
“Gong xi fa cai.” Happy always

Raihlah bintang di malam tahun baru ini,
semoga apa yang menjadi keinginanmu bisa tercapai. “Gong xi fa cai”

Ketika jam sudah menujukan puku 12 teng!
artinya kita harus siap menghadapi tahun baru.
semoga keberuntungan bersamamu. “Gong Xi Fa Cai.”

Akhirnya, aku ga perlu rempot2 mencarimu untuk ngucapin
“Gong Xi Fa Cai” karena SMS ini cukup mewakili diriku yang jauh dimata tapi dekat di hati, iya kan?

Di tahun baru ini aku percaya akan catatan kecil yang selalu mengingatkan untuk selalu tersenyum, Bahagia, bermain dan merayakan Pesta bersamamu. “Gong Xi Fa Cai”

“Gong Xi Fa Cai” semoga tahun baru ini,
Persahabatan kita akan menjadi lebih baik karena banyak kesamaan di antara kia

di Tahun baru ini semoga kebahagiaan dan kegembiraan menyertai hari-harimu.
“Gog Xi Fa Cai”

Ga ada alasan untuk menunda sms ini, karena aku pengen ngucapin ” Gong Xi Fa Cai”

Setelah SMS ini kamu terima aku harap di tahun baru ini membawa kebahgiaan dan hoki buatmu. “Gong Xi Fa Cai”

“Gong Xi Fa Cai” semoga tahun baru membawa banyak perubahan.
sekrang mintalah keberuntunganmu di tahun baru yang akan datang.
Please, jangan lupakan temanmu ini ya!
ini adalah sala satu keinginanku untukmu.
Happy Chinese New Year.
May better luck come into us in this new year.
Gong xi. Gong xi. Gong xi fa cai.

Gong Xie! Fat! “Chai”
“Sin Nie Chin Phu”
“Wan Se Ju Ie”
“Sen Thie Chien Kang”

GONG XI FA CAI! Wishing you a wonderful and prosperous new year with lots of happiness.

Gong Xi Fa Cai. Wishing you a prosperous year, great health and happiness for you and family.

Göng Göng Xi Fät Fät Chäi Chäi
XIN NIAN KUAI LE

Selamat tahun baru Imlek 2564.
Gong Xi Fat Cai – Wan Se Ru Yi, Sen Thi Cien Khang.
Semoga senantiasa diberi kesehatan, damai sejahtera dalam rumah tangga dan kesuksesan. Amin.

“GONG XI FAT CAI 2564″.
Semoga Imlek membawa rejeki yang berlimpah dan kesehatan buat kita semua.

“GONG XI FA CAI”. Semoga Imlek membawa rejeki yang berlimpah dan kesehatan buat kita semua.

Happy Chinese New Year. May better luck come into us in this new year. Gong xi. Gong xi. Gong xi fa cai .

Gong Xie Fat Cai,may GOOD HEALTH, PEACE, PROSPERITY,HAPPINESS and LONGETIVITY be with You and Great SUCCESS in making BETTER & GREATER THINGS HAPPEN!

Kami sekeluarga ingin Mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek “GONG XI FAT CHAI”. semoga Sukses Selalu!

Happy Chinese New Year. May better luck come into us in this new year. Gong xi. Gong xi. Gong xi fa cai .

Gong Xi..! Gong Xi..! Xin Nian Kuai Le, Wan Shi Ru Yi! Gong Xi Fa Cai ! May GoD BLees our faMily.

GONG XI FA CAI! Wishing you a wonderful and prosperous new year with lots of happiness.

Semoga tahun barumu diawali dengan senyuman dan hati yang bersih.
“Gong xi fa cai.” Happy always

Hey.. tu ada bintang jatuh!cepat make a wish.
kalau aku minta supaya di tahun baru ini yang baca SMS ku ini bisa menjadi sahabat ku selamanya.
“Gong xi Fa Cai”

“Gong Xi Fa Cai” semoga tahun baru membawa banyak perubahan.
sekrang mintalah keberuntunganmu di tahun baru yang akan datang.
Please, jangan lupakan temanmu ini ya!
ini adalah sala satu keinginanku untukmu.
Happy Chinese New Year.
May better luck come into us in this new year.
Gong xi. Gong xi. Gong xi fa cai.

Kamis, 12 Februari 2015

Cara Budidaya Cabe Dalam Pot

Cara Budidaya Tanaman Cabai Di Pot.  Tanaman ini merupakan sesuatu yang paling sering diminati karena merupakan bumbu utama untuk membuat masakan di Indonesia. Tetapi harga dari buah cabe ini sering melambung tinggi padahal sebenarnya tanaman ini sangat mudah untuk di tanam di teras, pekarangan dan di loteng rumah sekalipun tetapi hal ini sering kita lupakan karena harganya juga sering murah. kali ini admin konsultasi sawit akan mencoba untuk menyampaikan informasi tentang cara bertanam cabe dalam pot.

Sebelum mengetahui cara budidayanya kita harus mengetahui syarat hidupnya terlebih dahulu.Adapun syarat tumbuh tanaman cabai :
- Tanah tempat penanaman cabai (cabe) harus gembur dengan kisaran pH 6,5 – 6,8. Sebaiknya menggunakan kompos untuk mengisi pot atau polibagnya.
- Tanaman cabai (cabe) memerlukan air cukup untuk menopang pertumbuhannya. 
- Angin sepoi-sepoi cocok untuk budidaya cabai (cabe). 
- Intensitas sinar matahari sangat dibutuhkan tanaman cabai (cabe), berkisar antara 10 – 12 jam per hari.  Jadi bisa di budidayakan di teras rumah sebagai pengganti bunga jika anda tidak memiliki pekarrangan atau halaman rumah.
- Sedangkan suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman cabai (tanaman cabe) 24C - 28C.

Tehnik budidaya tanaman cabai Dalam Pot :

Bahan - Bahan
Untuk budidaya tanaman cabe anda sebaiknya menyiapakn bahan-bahan :
1. Ember, pot, karung, polibag sebagai tempat penanaman
2. Kompos sebagai media tanam
3. Benih atau bibit cabe karena kita akan menanamnya.

Peralatan yang dibutuhkan adalah cukup dengan tangan saja dan alat penyiram bisa gayung, ember, gembor dan lain sebagaianya.

Tahapan Budidaya :
1. Siapkan tempat penanaman baik itu pot, ember, karung atau polibag
2. Isi dengan kompos sampai penuh
3. Siram hingga kompos akan menjadi lebih padat.
4. Tanam benih cabe sebanyak 2-3 biji untuk setiap pot dengan kedalaman lobang 1 cm
5. Tutup kembali lobang tanam
7. Siram kembali 

Biasanya tanaman cabe akan mulai tumbuh 10 hari setelah tanam.

Pemeliharaan Tanaman cabe :

1. Pengendalian gulma/rumput dan tanaman cabai (cabe) terserang hama penyakit disingkirkan dari pot secara manual dengan tangan.
4. Pemupukan tanaman cabai
Diberikan dengan cara pengocoran :
- Umur 15 hst dan 30 hst, dosis 3kg NPK 15-15-15 dilarutkan dalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, tiap tanaman cabai (cabe) 200ml.
- Umur 45 hst dan 60 hst, dosis 4kg NPK 15-15-15 dilarutkan dalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, tiap tanaman cabai (cabe) 200ml.
- Umur 75 hst, 90 hst dan 105 hst, dosis 5kg NPK 15-15-15 dilarutkan dalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, tiap tanaman cabai (cabe) 200ml.
Pupuk daun
-  Kandungan Nitrogen tinggi diberikan umur 14 hst dan 21 hst.
-  Kandungan Phospat, Kalium dan Mikro tinggi diberikan umur 35 hst dan 75 hst.

Hama dan penyakit tanaman cabai :

Hama cabai
Gangsir
Gangsir tanaman cabai (cabe) adalah Brachytrypes portentosus. Hama ini menyerang tanaman muda yang baru saja pindah tanam. Serangannya dilakukan malam hari, sedangkan siang harinya bersembunyi di dalam tanah. Gangsir membuat liang dalam tanah sampai kedalaman 90 cm. Gangsir merusak tanaman cabai (cabe) dengan cara memotong pangkal batang tapi tidak memakannya. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif karbofuran sebanyak 1gram pada lubang tanam.
Ulat Tanah
Ulat tanah tanaman cabai (cabe) adalah Agrotis ipsilon. Hama jenis ini menyerang tanaman cabai (cabe) di malam hari, sedangkan siang harinya bersembunyi dalam tanah atau di balik mulsa PHP. Ulat tanah menyerang batang tanaman cabai (cabe) muda dengan cara memotongnya, sehingga sering dinamakan ulat pemotong. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif karbofuran sebanyak 1gram pada lubang tanam.
Ulat Grayak
Ulat grayak tanaman cabai (cabe) adalah Spodoptera litura. Hama ini menyerang bagian daun tanaman cabai (cabe) dengan cara bergerombol. Daun menjadi berlubang dan meranggas. Ulat grayak disebut juga ulat tentara. Seperti halnya jenis ulat lain ulat ini menyerang tanaman cabai (cabe) malam hari, sedang siang harinya bersembunyi di balik mulsa atau dalam tanah. Ulat grayak bersifat polifag. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.
Ulat Buah
Ulat buah tanaman cabai (cabe) adalah Helicoverpa sp. Hama ini menyerang buah muda dengan cara membuat lubang dan memakannya. Ulat buah bersifat polifag. Pengendalian kimiawi  menggunakan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.
Thrips
Thrips tanaman cabai (cabe)e adalah Thrips parvispinus. Serangannya ditandai adanya bercak-bercak keperakan pada daun tanaman cabai (cabe) yang terserang. Hama ini lebih suka mengisap cairan daun muda sehingga menyebabkan daun tanaman yang terserang mengeriting, akhirnya tanaman cabai (cabe) menjadi kerdil. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahanaktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.
Kutu Daun
Kutu daun tanaman cabai (cabe) adalah Myzus persiceae. Kutu ini mengisap cairan tanaman cabai (cabe) terutama pada daun muda, kotorannya berasa manis sehingga menggundang semut. Serangan parah menyebabkan daun mengalami klorosis (kuning), menggulung dan mengeriting, akhirnya tanaman cabai (cabe) menjadi kerdil. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif abamektin, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.
Kutu Kebul
Kutu kebul tanaman cabai (cabe) adalah Bemisia tabaci. Hama berwarna putih, bersayap, tubuhnya diselimuti serbuk putih seperti lilin. Kutu kebul menyerang dan menghisap cairan sel daun sehingga sel-sel dan jaringan daun rusak. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.
Tungau
Tungau tanaman cabai (cabe) adalah tungau kuning (Pol Polphagotarsonemus lotus) dan tungau merah (Tetranychus cinnabarinus). Tungau bersembunyi di balik daun sambil menghisap cairan daun. Daun cabai (cabe) yang terserang berwarna kecoklatan, terpelintir, serta pada permukaan bawah daun terdapat benang-benang halus berwarna merah atau kuning. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida akarisida berbahan aktif propargit, dikofol, tetradifon, piridaben, klofentezin, amitraz, abamektin, atau fenpropatrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.
Lalat Buah
Lalat buah tanaman cabai (cabe) adalah Dacus dorsalis. Lalat betina dewasa menyerang dengan cara menyuntikkan telurnya ke dalam buah, kemudian telur berubah menjadi larva, telur-telur ini akhirnya menggerogoti buah cabai (cabe) sehingga buah menjadi busuk. Pengendalian lalat buah menggunakan perangkap lalat (sexpheromone), caranya : metil eugenol dimasukkan botol aqua yang diikatkan pada bambu dengan posisi horisontal, atau dapat menggunakan buah-buahan yang aromanya disukai lalat (misal nangka, timun) kemudian dicampur insektisida berbahan aktif metomil.  Selain itu juga dapat dilakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.
Nematoda
Nematoda tanaman cabai (cabe) adalah Meloidogyne incognita. Serangan nematoda ditandai adanya bintil-bintil pada akar. Nematoda merupakan cacing tanah berukuran sangat kecil, hama ini merupakan cacing parasit penyerang bagian akar tanaman cabai (cabe). Bekas gigitan cacing inilah akhirnya menyebabkan serangan sekunder, seperti layu bakteri, layu fusarium, busuk phytopthora atau cendawan lain penyerang akar. Cara pengendalian nematoda dengan pemberian insektisida berbahan aktif karbofuran sebanyak 1gram pada lubang tanam.

Penyakit Cabai :

Rebah Semai
Rebah semai tanaman cabai (cabe) adalah Pythium debarianum. Penyakit ini biasa menyerang tanaman cabai (cabe) fase pembibitan dan tanaman muda setelah pindah tanam. Cara pengendaliannya dengan penyemprotan fungisida sistemik berbahan aktif propamokarb hidroklorida, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf dan fungisida kontak berbahan aktif tembaga, mankozeb, propineb, ziram, atau tiram. Dosis ½ dari dosis terendah yang tertera pada kemasan.
Layu Bakteri
Bakteri penyebab layu tanaman cabai (cabe) adalah Pseudomonas sp. Penyakit layu bakteri sering menggagalkan tanaman, tanaman cabai (cabe) yang terserang mengalami kelayuan pada daun, diawali dari daun-daun muda. Upaya pengendaliannya antara lain meningkatkan pH tanah, memusnahkan tanaman cabai (cabe) terserang, melakukan penggiliran tanaman serta penyemprotan kimiawi menggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin. Sebagai pencegahan, secara biologi berikan trichoderma pada saat persiapan lahan. Umur 25 hst, 40 hst dan 70 hst dilakukan pengocoran menggunakan pestisida organik pada tanah, contoh wonderfat. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.
LayuFusarium
Cendawan penyebab layu tanaman cabai (cabe) adalah Fusarium oxysporum. Tanaman cabai (cabe) yang terserang mengalami kelayuan dimulai daun-daun tua, kemudian menyebar ke daun-daun muda dan menguning. Upaya pengendaliannya antara lain meningkatkan pH tanah, memusnahkan tanaman cabai (cabe) terserang, melakukan penggiliran tanaman serta penyemprotan kimiawi menggunakan fungisida berbahan aktif benomil, metalaksil atau propamokarb hidroklorida. Sebagai pencegahan, secara biologi berikan trichoderma pada saat persiapan lahan. Umur 25 hst, 40 hst dan 70 hst dilakukan pengocoran menggunakan pestisida organik pada tanah, contoh wonderfat. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.
Busuk Phytophtora
Cendawan penyebab busuk phytophtora tanaman cabai (cabe) adalah Phytopthora infestans. Penyakit ini menyerang semua bagian tanaman. Serangan pada Batang ditandai bercak coklat kehitaman dan kebasah-basahan. Serangan serius menyebabkan tanaman cabai (cabe) layu. Daun yang terserang seperti tersiram air panas. Buah yang terserang ditandai bercak kebasah-basahan yang menjadi coklat kehitaman dan lunak. Pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan diantaranya metalaksil, propamokarb hidrokloroda, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf dan fungisida kontak, contoh bahan aktif yang bisa digunakan diantaranya tembaga, mankozeb, propineb, ziram,  atau tiram. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.
Busuk Kuncup
Penyakit busuk kuncup tanaman cabai (cabe) adalah Choanephora cucurbitarum. Penyakit busuk kuncup menyerang bunga, tangkai bunga, pucuk dan ranting tanaman cabai (cabe). Ranting yang terserang berwarna coklat kehitaman dan cepat menyebar sehingga mematikan ujung tanaman cabai (cabe), sedangkan bagian lainnya masih tegar. Ranting mati membusuk. Pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan diantaranya metalaksil, propamokarb hidroklorida, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf, dan fungisida kontak, contoh bahan aktif yang bisa digunakan diantaranya tembaga, mankozeb, propineb, ziram,  atau tiram. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.
Bercak Cercospora
Cendawan bercak cercospora tanaman cabai (cabe) adalah Cercospora capsici. Penyakit bercak cercospora menyerang daun, tangkai buah, batang dan cabang tanaman cabai (cabe). Gejala serangan ditandai adanya bercak bulat kecil kebasah-basah, bercak dapat meluas dengan diameter 0,5 cm, pusat bercak berwarna pucat sampai putih, tepi bercak berwarna lebih tua. Daun yang terserang parah berwarna kuning dan gugur. Pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan diantaranya benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol dan fungisida kontak, contoh bahan aktif yang bisa digunakan diantaranya klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.
Antraknosa(Patek)
Cendawan antraknosa tanaman cabai (cabe) adalah Colletotrichum capsici dan Gloesporium piperatum. Antraknosa sering juga diistilahkan patek. Serangan pada buah ditandai bercak agak bulat dan berlekuk berwarna cokelat tua, di sini cendawan membentuk massa spora berwarna merah jambu. Buah yang terserang harus dimusnahkan dari area penanaman cabai (cabe). Pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan diantaranya benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, dan fungisida kontak berbahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.
Virus
Virus tanaman cabai (cabe) adalah TMV, TEV, TRV, CMV, TRSV, CTV dan PVY. Virus merupakan penyakit yang sangat berpotensi menimbulkan kegagalan terutama musim kemarau. Gejala serangan umumnya ditandai pertumbuhan tanaman cabai (cabe) mengerdil, daun mengeriting dan terdapat bercak kuning kebasah-basahan. Penyakit virus sampai saat ini belum ditemukan penangkalnya. Penyakit ini ditularkan dari satu tanaman ke tanaman lain melalui vektor atau penular. Beberapa hama yang sangat berpotensi penular virus diantaranya adalah thrips, kutu daun, kutu kebul, dan tungau. Manusia dapat juga berperan sebagai penular virus, baik melalui alat-alat pertanian maupun tangan terutama saat perempelan. Beberapa upaya penanganan virus antara lain : membersihkan gulma (gulma berpotensi menjadi inang virus), mengendalikan hama/serangga penular virus, memusnahkan tanaman cabai (cabe) terserang, kebersihan alat dan memberi pemahaman kepada tenaga kerja agar tidak ceroboh saat melakukan penanganan terhadap tanaman cabai (cabe).

Panen cabai :
Cabai (cabe) merah dapat dipanen pada umur 110 hst. Buah dipanen adalah buah 80% masak.

Demikian informasi tentang cara budidaya tanaman cabai dalam pot semoga dapat membantu dan bermanfaat.

Kamis, 05 Februari 2015

Cara Budidaya Lele Panen 50 Hari

Cara Budidaya Lele Panen 50 Hari. Secara normal lele baru bisa dipanen setelah 3 bulan pemeliharaan dengan berat badan 100 gr/ ekor tetapi menurut informasi yang diperoleh oleh admin konsultasisawit dari beberapa sumber informasi bahwa saat ini lele dapat di panen setelah dipelihara selama 50 hari saja. Anda penasaran bagaimana caranya akan di jabarkan secara detail dalam artikel ini.

Tetapi sebelum kita aungkapkan rahasianya ada baiknya kalau kita kilas balik apa sebenarnya dan bagaimana cara budidaya lele itu sendiri. ikan lele dapat diusahakan di kolam tanah,kolam semen, bahkan di sawah atau yang sekarang lebih ramai dikembangkan di kolam terpal. Ikan lele adalah komoditas ikan air tawar yang mempunyai nilai gizi yang tinggi yang terdiri dari protein 17 %, lemak 4,8%, mineral 1,2 % ,vitamin 1,2 % dan air 75,1 %.

Makanan ini sangat laris manis terbukti sepanjang jalan perkotaan hingga pedesaan paling mudah ditemukan warung yang menjual pecel lele, benar bukan?? Bagaimana dengan daerah anda.

Ikan lele yang banyak dibudidayakan saat ini lele dumbo, sangkuriang , piton, mamo dll. Ikan lele sungai, rawa, danau bahkan payau jarang dibudidayakan karena pertumbuhannya yang lambat.


Pemelihara lele sangat mudah dilakukan asalkan anda menggunakan bibit yang sehat dan kolam yang memenuhi syarat hidup ikan lele . Jika ada serangan penyakit saat ini sudah banyak vaksin untuk benih ikan lele agar tetap sehat.

Ikan lele tergolong ikan omnivora, memakan tumbuhan, cacing, bahan organik, dll. Ikan ini aktif makan pada malam hari dan mencari makan di dasar kolam. sebenarnya pemberian pakan tenggelam lebih cocok.

Basa basinya sudah cukup dan berikut adalah cara agar lele 50 hari :
1. Siapkan kolam baik itu dari tanah, tembok atau terpal sesuai ukuran yang diinginkan
2. Masukkan kapur dengan dosis 50-100 gram/m3 air kolam.Tergantung pH tanah. 
3. Berikan pupuk kotoran ayam dengan dosis  500-700 gram/m3 air kolam.
4. Tambahkan PROBIOTIK dengan dosis 100 gram untuk 1000 m3 air kolam. probiotik dapat di beli di toko perikanan berfungsi sebagai pengurai sisa makanan menjadi bahan organik yang berguna untuk ikan lele.
5. Isi air hingga ketinggian mencapai 30-50 cm dan biarkan sampai satu minggu, sampai air kolam jadi coklat atau kehijauan berarti plangton sudah tersedia. Jika demikian berarti kolam siap diisi dengan benih lele.
6. Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada sore hari atau pagi hari pada saat udara tidak panas. Sebelum di tebar benih yang dalam kemasannya di rendam kedalam kolam selama 15-20 menit agar tidak stress karena perubahan suhu air yang mendadak. Setelah itu buka ikatan dan biarkan benih lele keluar sendiri dari kemasan ke air kolam.

Padat penebaran ikan lele dalam kolam tanah 35-50 ekor per m2 sedang kolam semen atau terpal bisa mencapai 100 ekor per m2 atau lebih tergantung daya dukungnya. ukuran benih untuk tebar sebaiknya minimal ukuran 5-7 cm.

7. Rahasia agar lele dapat dipanen 50 hari adalah pada tehnik pemberian pakan. Lele akan kanibal jika kekurangan pakan untuk itu dibuatkan jadwal pemberian pakan untuk 1000 ekornya,  sebagai berikut :
a. Hari Setelah Tebar 1  -  7 hari Jenis Pakan PF 800 Banyaknya 2 kg
b. Hari Setelah Tebar 8  -  14 hari Jenis Pakan PF 1000 Banyaknya 3 kg
c. Hari Setelah Tebar 15-  23 hari Jenis Pakan LP 1 Banyaknya 10 kg
d. Hari Setelah Tebar 24-  50 hari Jenis Pakan LP  3 Banyaknya 85 kg
Total pakan yang dibutuhkan hingga panen adalah 100 kg. 

JIka anda mengikuti cara di atas maka ikan lele akan dipanen berukuran 8-10 ekor per kg atau 100 gram per ekor setelah 50 hari pemeliharaan. SELAMAT MENCOBA..!!!

Penyakit Ikan Lele
Penyakit yang biasa menyerang ikan lele adalah akibat dari infeksi bakteri aeromonas, yang timbul akibat lingkungan yang kurang baik. Penyakit yang lain adalah yang dikenal bintik putih yang disebabkan oleh protozoa. Penyakit bakteri aeromonas dapat disembuhkan dengan tetrasiklin,streptomisin,dan kemecitin.

Obat tersebut diberikan dengan cara menyampurkan dalam pakan selama satu minggu dengan dosis 1 mg per 100 grm berat ikan per hari. Penyakit bintik putih diobati dengan cara merendam ikan sakit kedalam larutan garam dapur selama 30-60 menit setiap hari dalam seminggu.

Demikian informasi tentang cara budidaya lele panen 50 hari semoga anda dapat mencobanya di kebun kelapa sawit anda terutama jika sawit anda sudah tua yang tidak lama lagi akan di replanting sehingga sambil menunggu sawit baru berbuah anda masih tetap punya penghasilan.

Kumpulan Cerita Motivasi Diri

Kumpulan Cerita Motivasi Diri.  Anda pernah mengalami  kegagalan maka sudah saatnya anda memotivasi diri anda. Salah satu cara untuk memotivasi diri adalah dengan membaca cerita motivasi sehingga anda akan memiliki motivasi yang baru. Motivasi diri dalam artikel kali ini dalam bentuk cerita yang memiliki makna yang dapat di jadikan sebagai motivasi.

Cerita Motivasi Diri 1 : Jadilah Pelita
Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita. Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok.”

Dengan lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu.” Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut. Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta.

Dalam kagetnya, ia mengomel, “Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!” Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu. Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta.

Kali ini si buta bertambah marah, “Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!” Pejalan itu menukas, “Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!” Si buta tertegun. Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, “Oh, maaf, sayalah yang ‘buta’, saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta.” Si buta tersipu menjawab, “Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya.”

Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing. Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta kita.

Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun, “Maaf, apakah pelita saya padam?” Penabraknya menjawab, “Lho, saya justru mau menanyakan hal yang sama.”

Senyap sejenak. secara berbarengan mereka bertanya, “Apakah Anda orang buta?” Secara serempak pun mereka menjawab, “Iya.,” sembari meledak dalam tawa. Mereka pun berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.

Pada waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta.

Timbul pikiran dalam benak orang ini, “Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat jalan mereka.”

Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!).

Si buta pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin, keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya sendiri. Dalam perjalanan “pulang”, ia belajar menjadi bijak melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf.

Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran, yang kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk “membuta” walaupun mereka bisa melihat.

Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Mereka bisa menjadi guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau jadi buta, sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu.

Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita. Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah pentingnya untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin bijaksana.

Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan.

Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing? Jika sudah, apakah nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA, bagi diri kita sendiri dan sekitar kita.

Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan: Sejuta pelita dapat dinyalakan dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup. Pelita kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi.

Bila mata tanpa penghalang, hasilnya adalah penglihatan. Jika telinga tanpa penghalang, hasilnya adalah pendengaran. Hidung yang tanpa penghalang membuahkan penciuman. Fikiran yang tanpa penghalang hasilnya adalah kebijaksanaan.

Cerita Motivasi 2 : Bekerja Dengan Cinta
Sabtu adalah hari yang ditunggu. Hari di mana nafas bisa dihela dengan panjang, dan sejenak mengistirahatkan raga dari rentetan kesibukan yang melelahkan. Saatnya pula untuk menikmati kebersamaan dengan seisi anggota keluarga. Sehingga, berbelanja di sebuah supermarket dekat rumah pun menjadi hiburan yang tak kalah meluahkan kebahagiaan.

Namun sepertinya tidak bagi wanita itu. Bagaikan tak mengenal hari libur, nyaris setiap waktu sosoknya selalu kutemui di sekitar kokusai kouryuu kaikan serta kampus.


Layaknya hari kerja, dikemasnya sampah-sampah yang berserakan serta dipisahkan antara yang terbakar dan tidak. Lantas ditaruhnya pada plastik yang berbeda warna. Sebentar kemudian diambilnya kain untuk mengelap kursi dan meja. Tak lupa, dengan vacuum cleaner dibersihkannya juga permukaan lantai. Setelah selesai ia segera beranjak ke toilet, lalu dengan mengenakan sarung tangan plastik dibersihkannya bekas kotoran manusia tersebut tanpa raut muka jijik.

Ia seperti tak peduli rasa lelah atau letih, walaupun terlihat pakaian seragam cleaning service biru mudanya telah basah bersimbah keringat. Tak juga kepenatan menyurutkan keramahannya untuk bertegur sapa dengan siapa saja saat bertemu muka.

Wanita itu entah siapa namanya. Hanya dengan panggilan obachan ia biasa disapa. Saat bersua denganku, juga selalu disempatkannya bertanya kabar. Bahkan ia pernah bercerita panjang lebar tentang anak-anak serta cucunya karena sering melihatku berjalan-jalan dengan keluarga. Beberapa kali pula saat usai kerja kulihat ia sedang berbelanja, masih lengkap dengan seragam biru mudanya. Lantas ditaruh barang-barang tersebut dikeranjang, dan perlahan dikayuhnya pedal sepeda tua untuk beranjak pulang.

Entahlah, rasanya tak ada perasaan iri dihatinya saat di hari libur ia ternyata harus bekerja, sementara aku justru berleha-leha. Ia bahkan tetap saja semangat bekerja dengan penuh suka cita. Begitu pula dengan obachan dan ojichan lain yang pernah kutemui, mereka selalu asyik menikmati pekerjaannya. Mencabut rumput liar di pekarangan kampus ketika musim panas, menyapu jalanan dari daun yang berserakan pada musim gugur, bahkan dengan bersusah payah turut menyerok tumpukan bongkahan salju di musim dingin.

Terlihat betapa bergairahnya mereka ketika memang waktunya harus bekerja. Gairah dalam bentuk kesungguhan dalam menekuni apapun jenis pekerjaan, yang mungkin tak dipandang orang walau dengan sebelah mata. Karenanya, tak terdengar ngalor-ngidul obrolan hingga jam istirahat tiba untuk sejenak melepaskan lapar dan dahaga. Berselang satu jam kemudian, mereka akan kembali sibuk menekuni pekerjaannya. Senantiasa egitu, dari waktu ke waktu.

Rutinitas mereka mungkin tidaklah istimewa. Bekerja demi memperoleh sedikit nafkah atau sekedar menghabiskan waktu luang, tentu lebih baik dari bermalas-malasan di rumah. Terlebih-lebih itu adalah pekerjaan kasar, bukan kerja kantoran yang menyenangkan dengan penyejuk atau pemanas ruangan.

Lalu mengapa mereka selalu saja bekerja seolah tak pupus oleh lelah? Bahkan bekerja bagaikan sebuah energi yang tak kunjung padam, mengalir dalam pembuluh darah serta menggerakkan jiwa dan raganya.

Sekejap akupun tepekur, kemudian mahsyuk merenung…

Dan kulihat ada gairah membara yang berpendar dari balik kerut-merut kelopak mata tua itu. Seolah sinar matanya menyiratkan pesan agar bekerjalah dengan cinta. Karena bila engkau tiada sanggup, maka tinggalkanlah. Kemudian ambil tempat di depan gapura candi untuk meminta sedekah dari mereka yang bekerja dengan suka cita. (Kahlil Gibran). Wallahu a’lamu bish-shawaab.

Demikian infomrasi kumpulan cerita motivasi diri, semoga bermanfaat.

Rabu, 04 Februari 2015

Sistem Pengairan/Irigasi Pembibitan Kelapa Sawit

Sistem Pengairan/Irigasi Pembibitan Kelapa Sawit. Salah satu faktor penentu keberhasilan pembibitan kelapa sawit sangat tergantung dari sistem pengairan terutama pada pembibitan dalam jumlah yang banyak. Kebutuhan air di pembibitan main nursery sangat tinggi dimana dibutuhkan lebih dari 2,5 liter/polibag/hari. Jadi harus di pastikan bahwa ketersediaan air tersedia di pembibitan kelapa sawit.  Mengingat masalah air sangat vital bagi pembibitan maka harus dipastikan bahwa areal pembibitan dekat dengan sumber air sebagai salah satu syarat wajib pembibitan kelapa sawit.

Untuk pembibitan dalam jumlah yang kecil maka pengairan dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan gembor atau dengan menggunakan selang air yang dapat di tarik. Untuk pembibitan dalam skala besar maka diperlukan sistem penyiraman yang baik. 


Adapun alat, bahan dan sistem penyiraman di pembibitan kelapa sawit adalah sebagai berikut:

A.Sistem manual
Air dihisap dari sumber air bisa berupa parit, sumur, waduk  atau sungai  menggunakan pompa air dan dialirkan ke lokasi pembibitan melalui pipa dan selang. Penyiraman dilakukan secara manual dengan menggunakan selang. 

B.Sistem Sprinkler 
Sistem ini adalah pengembangan cara manual dimana air yang dihisap dari sumber air dialirkan melalui pipa induk kemudian dihubungkan dengan pipa utama dan pipa distribusi yang mengarah ke dalam barisan bibit. 

Setiap jarak 2 - 3 meter dibuat sambungan dan dipasang pipa berdiri dimana di ujungnya di pasang sprinkler untuk menyiram bibit. Setiap pipa distribusi memiliki panjang 9 – 18 meter dan dilengkapi dengan 8 - 9 sprinkler. Kebutuhan air sekitar 75 m3 /ha/hari, efisiensi 30-40% dengan pompa air berdaya pancar 45 psi. kekuatan pompa 18-20 horse power untuk 8 hektar pembibitan


Kebutuhan Air per Bibit
Pada tahap pembibitan pre nursery kebutuhan air per bibit adalah 0,1 – 0,3 liter/hari sehingga pada saat hujan tidak turun maka penyiraman perlu dilakukan sebanyak 4 mm air per polybag setiap 2 hari sekali. Penyiraman dengan mesin pompa tidak boleh dilakukan agar akar muda tidak terganggu. 

Penyiraman harus dilakukan dengan dengan semprotan yang halus, akan lebih baik bila menggunakan gembor secara manual.

Untuk pembibitan tahap main nursery kebutuhan air per biit adalah  2,5 liter/hari, oleh karena itu penyiraman harus dilakukan secara rutin 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari terkecuali terjadi hujan maka penyiraman dilakukan dengan cara :

• Jam penyiraman : 07.00 wib – selesai paling lambat jam 11.00 wib; sore hari jam 15.00 wib – selesai
• Bila malam sebelumnya turun hujan (> 8 mm) dan tanah di polybag masih basah maka penyiraman hanya dilakukan sore hari saja.
• Bila pagi harinya hujan turun (> 10 mm) maka tidak perlu penyiraman pagi dan sore.

Demikian informasi tentang sistem penyiraman pembibitan kelapa sawit semoga dapat membantu dan bermanfaat.

Selasa, 03 Februari 2015

Pembibitan Main Nursery Kelapa Sawit

Pembibitan Main Nursery Kelapa Sawit. Pada artikel sebelumnya telah kita bahas tentang pembibitan kelapa sawit tahap pertama yaitu prenursery kali ini akan di bahas tahapan kecua yaitu pembibitan main nursery kelapa sawit. Pembibitan main nursery dilakukan setelah bibit kelapa sawit berumur 3 bulan pada tahap prenursery. sebelum dilakukan pemindahan bibit maka dilakukan seleksi bibit untuk membuang bibit yang tidak normal.

Adapun tahapan pekerjaan  untuk pembibitan kelapa sawit tahap main nursery adalah sebagai berikut ini :

Persiapan Media.
Tanah yang digunakan harus tanah  lapisan atas dan tidak tercampur dengan batu-batu kerikil. Tekstur tanah sebaiknya lempung berliat dan mempunyai sifat drainase yang baik (tidak boleh menggunakan tanah gambut).

Tanah dicampur dengan pupuk TSP/RP sebanyak 150 gr/100 kg tanah atau solid dengan perbandingan 1 : 6 (solid + tanah). Solid yang dipakai adalah solid yang yang sudah cukup matang terdekomposisi (± 1 bulan). 

Isikan tanah tersebut ke large bag ( 20 kg per large bag) sampai setinggi  1 cm dari bibir kantong (setelah padat akan turun menjadi ? 3 cm dari bibir kantong).  Pengisian tanah diusahakan cukup padat dan berdiri tegak (tidak bengkok atau patah pinggang).  Tanah yang diisikan ke dalam large bag harus ada dalam keadaan kering.

Untuk penanaman bibit pindahan dari dederan dibutuhkan polybag yang lebih besar, berukuran 40 cm x 50 cm atau 45 cm x 60 cm (lay flat), tebal 0,11 mm dan diberi lubang pada bagian bawahnya untuk drainase.

Polibag yang sudah diisi dengan tanah kemudian di susun segitiga sama sisi dengan  jarah 90 cm x 90 cm x 90 cm.

Transplanting (Pemindahan Bibit)
Tanah di polibag besar kemudian di lobagi dengan menggunakan pipa 4” agar sesuai dengan ukuran polibag kecil, kemudian polibag kecil di belah pada bagian smaping dan bawah sehingga bibit beserta tanah dapat di ambil dan dimasukkan kedalam lobang tanam di polibag besar. 

Tanah di sekitar bibit kemudian di padatkan dan di lakukan penyiraman. Tujuannya adalah untuk menyediakan air yang cukup dalam polibag sehingga bibit yang baru dipindahkan tidak akan mengalami stress air yaitu menjadi layu.

Pemiliharaan Bibit Main Nursery
Penyiraman
Penyiraman dengan sistem springkel irrigation sangat membantu dalam usaha menghasilkan kelembaban yang diinginkan dan dapat melindungi bibit terhadap kerusakan karena siraman. Penyiraman dilakukan dua kali sehari yaitu setiap pagi dan sore hari.

Penyiraman bibit dilakukan dua kali sehari, kecuali apabila jatuh hujan lebih dari 7-8 mm pada hari yang bersangkutan. Air untuk menyiram bibit harus bersih dan cara menyiramnya harus dengan semprotan halus agar bibit dalam polybag tidak rusak dan tanah tempat tumbuhnya tidak padat. Kebutuhan air siraman ± 2 lt/polybag/hari, disesuaikan dengan umur bibit.

Penyiangan
Penyiangan di pembibitan main nursery dapat dilakukan sekali sebulan di polibag sedangkan untuk gulma yang berada di tanah dapat di lakukan pengendalian secara kimia.

Gulma yang tumbuh dalam polybag dan di tanah antara polybag harus dibersihkan, dikored atau disemprot dengan herbisida. Penyiangan gulma harus dilakukan 2-3 kali dalam sebulan, atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma.

Pemupukan
Pemupukan di pembibitan main nursery dilakukan sesuai dengan dosis berikut ini :
1. Umur 14 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 2,5 gr/bibit
2. Umur 16 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 5 gr/bibit
3. Umur 18 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 7,5 gr/bibit
4. Umur 20 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 10 gr/bibit
5. Umur 22 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 10 gr/bibit
6. Umur 24 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 10 gr/bibit
7. Umur 28 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 20 gr/bibit + Dolomite 20 gr
8. Umur 32 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 20 gr/bibit
9. Umur 36 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 25 gr/bibit
10. Umur 40 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 25 gr/bibit + Dolomite 30 gr
11. Umur 44 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 30 gr/bibit 
12. Umur 48 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 30 gr/bibit 
13. Umur 52 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 30 gr/bibit + Dolomite 30 gr

waktu pemupukan diatas dihitung sebagai lanjutan umur minggu dari pembibitan pada tahap pre Nursery.

Di pembibitan prenursery seleksi bibit dilakukan pada saat bibit berumur 4 - 6 minggu dan saat akan di pindahkan ke main nursery yaitu pada saat bibit berumur 12 minggu. Bibit yang diseleksi adalah bibit yang tumbuh kerdil, abnormal, berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang.

Demikian informasi tentang cara pembibitan main nursery kelapa sawit jangan lupa baca juga tahap pembibitan pre nursery. Pada artikel berikutnya kita akan membahas cara melakukan seleksi bibit kelapa sawit. Demikian informasinya semoga bermanfaat buat anda.

Minggu, 01 Februari 2015

Pembibitan Kelapa Sawit PreNursery

Pembibitan Kelapa Sawit PreNursery. Untuk mendapatkan bibit yang berkualitas maka sebaiknya dilakukan pembibitan kelapa sawit. Syarat lokasi pembibitan kelapa sawit telah di bahas pada artikel sebelumnya. Keuntungan dengan membuat pembibitan dibandingkan dengan menanam langsung adalah pemeliharaan yang lebih mudah, murah dan terkontrol sehingga resiko kematian bibit dapat dihindari. Jika kita menanam kecambah langsung di lahan maka pemeliharaan akan lebih sulit untuk dilakukan. Bagaimana sebenarnya cara pembibitan kelapa sawit akan di jabarkan di bawah ini.

Pembibitan kelapa sawit dilakukan selama  satu  tahun baru siap untuk di pindahkan kelapangan. Pembibitan kelapa sawit terdiri dari 2 tahap pengerjaan yaitu :
1. Prenursery
Kecambah di tanam dalam polibag kecil selama 3 bulan dan  akan di pindahkan ke pembibitan main nursery
2. Main nursery
Bibit di pindahkan (transplanting) dari polibag kecil ke dalam polibag besar dan dipelihara selama 9 bulan sampai siap di tanam. Cara pembibitan main nursery akan di jelaskan pada artikel berikutnya.

Adapun tahapan pekerjaan  untuk pembibitan kelapa sawit tahap prenursery adalah sebagai berikut :

A. Persiapan Media Tanah.
Tanah Top soil diayak dengan ayakan 1 cm untuk memisahkan bongkah-bongkah tanah dan sisa-sisa akar/kerikil. Tanah  yang  telah  diayak dicampur dengan pupuk TSP/RP sebanyak 10 gr/ polibag kecil ( berukuran lebar 15 cm, panjang 23 cm dan tebal 0,1 mm). 

Tujuan pemberian pupuk adalah untuk mejaga nutrisi hara tersedia bagi bibit di awal pertumbuhan karena unsur Posfor berguna untuk pertumbuhan akar. Tanah kemudian di masukkan kedalam polibag kecil dan dipadatkan.

Polibag kecil kemudian di susun dalam bedengan dengan lebar 1 - 1,2 m dan panjang sesuai dengan jumlah bibit yang diinginkan.

B. Penanaman Kecambah
Kecambah harus cepat ditanam jika kemasan plastik sudah dibuka hal ini untuk menghindari kerusakan pada kecambah.

Kecambah ditanam sedalam ± 2 cm dari permukaan tanah dan berjarak 2 cm. Cara penanaman kecambah adalah dengan membuat lobang kemudian meletakkan kecambah kedalam dengan posisi radiks (bakal akar) biasanya berwarna putih menghadap ke bawah. sedangkan calon pucuk biasanya ditandai dengan berwarna hijau harus menghadap ke atas. Hal ini bertujuan untuk menghindari kecambah mati atau tumbuh memutar. 

C. Pemeliharaan Bibit PreNursery
Pemeliharaan di pembibitan  prenursery adalah  :
1. Penyiangan gulma setiap bulan 
Penyiangan gulma dilakukan dengan manual terutama yang berada di dalam polibag tujuannya adalah untuk menghindari persaingan unsur hara dan cahaya antara bibit dengan gulma.

2. Penyiraman 
Dilakukan setiap pagi dan sore hari terkecuali jika hujan turun. Kebutuhan air sekitar 0,2 - 0,3 l per baby bag per hari. Jika ada hujan maka penyiraman tidak perlu dilakukan. Untuk sekala kecil penyiraman dapat dilakukan secara manual tetapi untuk sekala besar di perlukan sistem penyiraman untuk mengurangi biaya penyiraman.

3. Pemupukan di pembibitan prenursery 
Bibit yang sudah ditanam di pembibitan juga membutuhkan perlakukan pemupukan untuk mempercepat pertumbuhannya adapun cara pembukan bibit pre nursery disajikan dalam table berikut ini :

1. Minggu ke empat dilakukan pemupukan NPK (15:15:6:4) sebanyak 25 gr/10L/200 bibit
2. Minggu ke lima dilakukan pemupukan Urea sebanyak 25 gr/10L/200 bibit
3. Minggu ke enam dilakukan pemupukan NPK (15:15:6:4) sebanyak 25 gr/10L/200 bibit
4. Minggu ke tujuh dilakukan pemupukan Urea sebanyak 25 gr/10L/200 bibit
5. Minggu ke delapan dilakukan pemupukan NPK (15:15:6:4) sebanyak 25 gr/10L/200 bibit
6. Minggu ke sembilan dilakukan pemupukan Urea sebanyak 25 gr/10L/200 bibit
7. Minggu ke sepuluh dilakukan pemupukan NPK (15:15:6:4) sebanyak 25 gr/10L/200 bibit
8. Minggu ke sebelas dilakukan pemupukan NPK (15:15:6:4) sebanyak 25 gr/10L/200 bibit
9. Minggu ke duabelas dilakukan pemupukan NPK (15:15:6:4) sebanyak 25 gr/10L/200 bibit

Setelah berumur 3 bulan maka bibit sudah siap untuk di pindahkan ke pembibitan main nursery. Bagaimana cara pembibitan pada tahap Main Nursery akan di jabarkan pada artikel berikutnya. 

Demikian informasi tentang cara pembibitan pre nursery kelapa sawit semoga dapat bermanfaat buat kita semuanya. 

Kamis, 29 Januari 2015

Persyaratan Tumbuh Kelapa Sawit

Persyaratan Tumbuh Kelapa Sawit. Tanaman kelapa sawit bukan merupakan tanaman asli Indonesia oleh karena itu untuk dapat berhasil menanam kelapa sawit sebaiknya anda mengetahui terlebih dahulu apa sebenarnya syarat hidup tanaman ini. Jika syarat tidak dipenuhi maka ada kemungkinan anda akan mengalami kegagalan saat membudidayakan tanaman ini.

Tanaman kelapa sawit merupakan jenis tanaman yang membutuhkan penyinaran yang normal dimana lama penyinaran matahari yang baik untuk kelapa sawit antara 5-7 jam/hari. Oleh karena kebutuhan cahaya ini maka jarak tanam kelapa sawit harus dibuat dengan ukuran 9m x 9m  x 9m sehingga semua tanaman akan mendapatkan cahaya yang cukup untuk menghindari etiolasi.

Kelapa sawit memerlukan curah hujan yang sangat tinggi yaitu 1.500 - 4.000 mm pertahun, sehingga kelapa sawit akan berbuah lebih banyak di daerah dengan curah hujan yang tinggi. Dari hasil beberapa penelitian hal ini terbukti dimana jumlah pelepah yang dihasilkan tanaman kelapa sawit yang di tanam di Papua lebih banyak dibandingkan dengan yang di tanam di daerah Sumatera. Di Papua Kelapa sawit dapat menghasilkan 28 – 30 pelepah pertahun sedangkan di sumatera hanya menghasilkan 26  - 28 Pelepah setiap tahunnya.

Temperatur optimal untuk pertumbuhan kelapa sawit 24 - 28oC. Jadi  ketinggian tempat yang ideal untuk kelapa sawit antara 1-500 m dpl (di atas permukaan laut). Seiring dengan tanaman kelapa sawit yang sedang banyak peminatnya ada beberapa laporan bahwa tanaman kelapa sawit yang di tanaman pada ketinggian 1000 - 1200 m diatas permukaan laut berbuah dengan baik. tetapi hal ini masih perlu dilakukan penelitian untuk membuktikan bagaimana kualitas dan kuantitas produksinya apakah sesuai dengan dataran rendah.

Kelembaban optimum yang ideal untuk tanaman kelapa sawit sekitar 80-90% dan kecepatan angin 5-6 km/jam untuk membantu proses penyerbukan.

Kelapa sawit dapat tumbuh  pada jenis tanah Podzolik, Latosol, Hidromorfik Kelabu, Alluvial atau Regosol, tanah gambut saprik, dataran pantai dan muara sungai. Produksi kelapa sawit lebih tinggi jika di tanam di daerah bertanah Podzolik jika dibandingkan dengan tanah berpasir dan gambut.

Kelapa sawit akan tumbuh lebih baik pada areal tanah mineral dibandingkan dengan tanah gambut selain itu pada tanah gambut tanaman kelapa sawit sering doyong (tumbuh miring) karena akar tidak kuat untuk menahan berat batang dan daun.

Tingkat keasaman (pH) yang optimum untuk sawit adalah 5,0- 5,5. Kelapa sawit menghendaki tanah yang gembur, subur, datar, berdrainase (beririgasi) baik dan memiliki lapisan solum cukup dalam (80 cm) tanpa lapisan padas. Untuk mencapai tingkat keasamaan ini maka di daerah gambut diperlukan perlakuan pemberian pupuk Dolomit atau Kieserite dalam jumlah yang lebih besar bila dibandingkan dengan kelapa sawit yang di tanam di tanah darat. 

Kemiringan lahan kebun kelapa sawit sebaiknya tidak lebih dari 15°. Jika kemiringan lahan sudah melebihi 15° maka diperlukan tindakan konservasi tanah berupa pembuatan terasan, tapak kuda, rorak dan parit kaki bukit.

demikian informasinya tentang Persyaratan Tumbuh Kelapa Sawit semoga dapat bermanfaat.

Rabu, 28 Januari 2015

Syarat Lokasi Pembibitan Kelapa Sawit

Syarat Lokasi Pembibitan Kelapa Sawit. Pembibitan merupakan hal yang wajib dilakukan jika ingin berkebun kelapa sawit karena jika membeli bibit banyak yang tidak terjamin keasliannya.  Untuk mendapatkan beniht yang asli sebaiknya anda membeli seccara resmi ke sumbernya jangan mudah percaya dengan orang yang menawarkan bibit terutama jika harganya sangat murah di kawatirkan benih tersebut adalah palsu. 

Untuk membuat pembibitan kelapa sawit maka harus ditentukan lokasi yang memenuhi syarat pembibitan, berikut adalah syarat-syarat lokasi bibitan kelapa sawit :

a) Topografi tanah datar
Areal yang datar akan memudahkan anda untuk menyusun polibag dan pembuatan jaringan irigasi untuk melakukan penyiraman bibit kelapa sawit.

b) Dekat sumber air 
Hal ini sangat diperlukan karena pembibitan akan memerlukan air untuk penyiraman terutama saat musim kemarau. saat tidak terjadi hujan maka harus dilakukan penyiraman bibit kelapa sawit dua kali sehari sehingga kebutuhan air akan tinggi jika bibitan dalam jumlah yang banyak.
Air tersedia cukup banyak terutama pada saat musim kemarau dan sumber air harus memiliki kualitas yang baik. 

c) Drainase (saluran pembuangan air) baik sehingga tidak tergenang pada musim hujan
Untuk menghindari banjir yang akan mengakibatkan kematian bibit maka drainase atau saluran pembuangan air sangat diperlukan terutama jika areal bibitan anda dekat dengan parit dan sungai yang volume airnya besar saat musim hujuan.

Drainase sebaiknya di sesuaikan dengan kondisi air yang akan mengalir di areal bibitan saat musim hujan. Drainase yang baik adalah dapat langsung mengalirkan semua air hujan ke luar areal bibitan.

d) Lokasi harus mudah dijangkau dan jauh dari sumber hama dan penyakit, tersanitasi dengan baik dan terbuka, tidak terhalang oleh pohon besar atau bangunan
Lokasi bibitan harus mudah di jangkau karena pengangkutan bibit harus lancar saat bibit akan di pindahkan kelapangan.

e) Dekat dengan perumahan sehingga pengawasan dapat lebih intensif
Hal ini berguna untuk mempermudahkan karyawan menuju lokasi pembibitan sehingga akan mengurangi biaya  transportasi tenaga kerja dan juga mempermudah pengawasan.

f) Aman dari gangguan binatang (sapi, kambing, kerbau dan lain-lain)
Binatang peliharaaan seperti sapi, kerbau dan kambing adalah pemakan rumput dan biasanya juga suka memakan daun sawit yang masih muda oleh karena itu areal bibitan harus terbebas dari hewan ternak tersebut.

Demikian informasinya untuk syarat lokasi pembibitan kelapa sawit semoga bermanfaat dan cara pembibitan kelapa sawit akan di tulis pada artikel berikutnya.

Minggu, 25 Januari 2015

Harga CPO Dunia 2015 Anjlok

Bahaya Harga CPO Dunia 2015 Anjlok. Setelah sekian lama tidak update ternyata informasi baru sudah banyak dan yang paling hangat adalah informasi prediksi harga CPO ini. Menurut informasi yang di dapat oleh admin konsultasi sawit banyak yang memprediksi bahwa harga CPO akan mengalami titik terendah di tahun 2015 ini merupakan kabar buruk bagi petani dan pengusaha kelapa sawit di Indonesai. Padahal menurut Analis Indonesia dapat mengendalikan harga crude palm oil dunia pada 2015 dengan catatan pemerintah tegas mandatori biodiesel 10% atau B10. Menurut  Godrej International Ltd Dorab E. Mistry menyebut harga CPO bisa mencapai R2300-2500 tahun ini apabila B10 dapat diimplementasikan secara maksimal.

Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia Derom Bangun memperkirakan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (cpo) masih akan turun hingga akhir 2015 mendatang. Hal tersebut disebabkan oleh harga bahan bakar minyak bersubsidi berbarengan dengan harga minyak dunia yang merosot. Banyak pakar ekonomi dunia memperediksi bahwa harga CPO pada tahun 2015 bisa menyetuh harga terendah yaitu 600 - 700 USD.

Kesimpulan harga CPO turun tersebut setelah menurut para ahli disebabkan oleh beberapa hal yaitu :
1. Harga Bahan Bakar Minyak yang terus turun sehingga sebagai kompetitor maka otomatis harga CPO juga ikut turun.
2. Situasi ekonomi gelobal yang melemah
3. Kebijakan pemerintah tentang biodisel.

Tetapi saat ini harga di tingkat petani masih lumayan tinggi karena di daerah Riau masih diatas Rp. 1700,-. dari bulan desember yang sempat menyentuh harga Rp. 1500,-

Untuk dapat mengatasi masalah ini sudah sebaiknya para petani dan pengusaha kelapa sawit melakukan efisiensi biaya dengan meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan penerapan teknologi terbaru.

Demikian informasinya semoga dapat membantu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...