Sabtu, 31 Maret 2012

Sofware Auto Responder Tanpa Biaya Bulanan

Download Goresponder Sofware Auto Responder Tanpa Biaya Bulanan. Menurut wikipedia Autoresponder adalah mesin komputer yang secara otomatis menjawab e-mail yang dikirim. Autoresponders sering digunakan sebagai e-mail alat pemasaran, untuk segera memberikan informasi kepada calon pelanggan mereka dan kemudian tindak lanjut dengan mereka pada interval waktu tertentu. Autoresponders juga dimasukkan ke dalam perangkat lunak elektronik mailing list, untuk mengkonfirmasi langganan, unsubscriptions, posting, dan kegiatan daftar lainnya.

Autoresponders tindak lanjut tersebut dapat dibagi menjadi dua kategori:
* Outsourcing - penjawab otomatis ini beroperasi pada operator infrastruktur dan biasanya dapat dikonfigurasi melalui panel kontrol berbasis web. Pelanggan membayar biaya pemakaian bulanan.
* Server-side - memungkinkan pengguna untuk menginstall sistem otomatis di server mereka sendiri dan dapat mengendalikan sesuai keinginannya.

Jadi jika anda seorang pebisnis maka tentu saja anda membutuhkan sebuah software untuk mempromosikan produk anda tersebut solusinya adalah dengan menggunakan email tetapi sering kali anda menemukan kesulitan untuk mengirimkan banyak email, kali ini ada sofware yang dapat mengatasi masalah anda tersebut yaitu dengan goresponder.

Dimanakah posisi GoResponder? Goresponder merupakan server-side Autoresponder berbahasa Indonesia, yang mana Sistem ini akan diletakkan kedalam server Anda sehingga 100% kendali ada ditangan Anda, bukan kepada Autoresponder Outsourcing. Jadi Anda tidak tergantung pada orang lain. Kapanpun Anda dapat mengaktifkan atau me-nonaktifkan sesuai kebutuhan Anda.

Apa yang membedakan GoResponder dari semua Autoresponder yang ada?

01. BEBAS biaya bulanan
02. Subscriber tanpa batas (unlimited)
03. Untuk semua domain website Anda (unlimited)
04. Mengirim email otomatis / follow up (unlimited)
05. Personalisasi email
06. Penjadwalan email secara otomatis
07. Pengiriman email secara massal / Broadcast
08. Fasilitas import dan export Subscriber
09. Re-send Email
10. Instalasi yang mudah dan terpadu
11. 100% BAHASA INDONESIA
Dan masih banyak yang lainnya....

Jika anda tertarik untuk memiliki sofware ini anda tinggal mengklik gambar dibawah ini : 



Jika tidak berhasil KLIK DISINI

Dengan panduan terpadu, langkah demi langkah yang sangat mudah dipahami untuk anak kecil sekalipun. 


Demikian dulu informasinya semoga membantu untuk kelancaran bisnis anda.

Jumat, 30 Maret 2012

Strategi Perbaikan Jalan Kebun Kelapa Sawit


Strategi Perbaikan  dan Perawatan Jalan Kebun Kelapa Sawit. Jalan  merupakan  sarana  utama  yang  harus  dimiliki  prkebunan  kelapa sawit.  Peran  dan fungsi  utama  jalan  di  perkebunan sawit  adalah sebagai sarana transportasi  untuk  mempertinggi intensitas  kontrol,  pengangkutan dan komunikasi. Kurang baiknya kondisi jalan dan jembatan akan menurunkan mutu produksi  dan  peningkatan biaya  perawatan  alat-alat  angkut,  oleh karena  itu perawatan jalan dan jembatan perlu dilakukan secara rutin. 




Ada 5 faktor penyebab kerusakan jalan yaitu: 
1. air
2. bahan organik 
3. kurangnya cahaya matahari
4. sifat tanah (tekstur dan struktur) 
5. bahan angkutan (tonase) yang berlebihan.

Tekstur tanah di kebun batang gading adalah liat berpasir. Tekstur ini jika terkena hujan akan licin dan cepat mengering jika terkena sinar matahari sehingga membutuhkan  waktu  yang  cepat  untuk pengeringan.  Tekstur  tanah  yang  labil sehingga jika dilalui oleh kendaraan akan merusak jalan. 

Pemeliharaan  jalan  di  kebun  kelapa sawit  dilakukan dengan dua cara yaitu :
1. secara  manual
Perbaikan  secara  manual  dilakukan oleh  tenaga  kerja  pria  dengan membuang  air  dari lubang  dan menimbunya  kembali setelah lubang  kering  dan menunas  daun kelapa sawit  yang  telah  menutupi  jalan yang sering disebut dengan istilah rempes.
2. mekanis.    
Kerusakan dalam skala besar  akan  diperbaiki  dengan  Greder Catepillar  seri  120  G  dengan  sistem Chamber agar air hujan tersebut mengalir ke parit.

Untuk menjaga agar jalan di perkebunan kelapa sawit tetap terjaga dalam kondisi aman maka berikut adalah strategi untuk memperbaiki jalan di perkebunan kelapa sawit :
1. Membuang semua air yang melewati badan jalan ke parit 
Agar hal ini bisa tercapai maka jalan di perkebunan kelapa sawit harus di buat dalam bentuk chember dan jika sudah panjang maka di tegah jalan dapat dibuat polisi tidur atau parit kecil agar air di badan jalan cepat mengalir ke parit jalan.

2. Cross Drain (gorong -gorong)
Agar air yang berada di parit sebelah atas (arah tebing ) dapat menyeberangi jalan tanpa merusak jalan maka harus di pasang yang namanya cross drain (penyeberangan air) tujuannya agar air menyeberangi jalan tanpa merusak badan jalan. ada beberapa jenis cross drain di perkebunan sawit :
a. Jembatan betina
Dapat dibuat dari kayu atau beton dengan cara pemasangan hanya di badan jalan yang akan di lalui oleh ban kendaraan saja.
b. Gorong - gorong
Dapat dipasang sesuai dengan kebutuhan biasanya untuk jalan koleksi sebanyak 5 pcs sedangkan untuk jalan poros biasanya mencapai 10 s/d 12 pcs
c. Pipa paralon 14 inci
Dapat dipasang sebagai pengaanti gorong-gorong beton karena proses pemasangan mudah dan pengangkutan bahan juga lebih praktis bila dibandingkan dengan gorong -gorong beton

3. Parit dan Sodetan
Parit merupakan kunci agar jalan awet karena jika air mengalir lewatbadan jalan maka jalan akan cepat rusak.

Sedangkan sodetan adalah untuk membuang air di parit ke dalam kebun sawit agar volume air yang mengalir sepanjang parit tidak terlalau banyak. Jarak sodetan dapat disesuaikan dengan volume air yang mengalir biasanya jaraknya sekitar 50 meter.

4. Laterik dan sirtu
Untuk mengeraskan jalan maka dapat dilakukan penimbunan dengan laterik atau sirtu dengan ketebalan 10 s/d 20 cm.

5. Rempes jalan
Tujuannya agar cahaya matahari cepat sampai kepermukaan tanah sehingga jalan cepat kering setelah hujan datang.

Demikian dulu informasi tentang strategi perbaikan jalan di perkebunan kelapa sawit, semoga membantu.

Perhitunggan Listrik Rumah Tenaga Surya


Analisa Perhitungan Listrik Rumah Tenaga Surya. Pemakaian energi alternatif terbarukan seperti sinar matahari, kian diminati. Namun tak banyak orang yang mengetahui bagaimana aplikasi solar panel untuk konsumsi ritel atau perumahan.Panel matahari terdiri dari beberapa jenis,  diantaranya tipe Monocrystal, Polycrystal, dan Thin  Film. Masing-masing tipe memiliki kekuatan penyerapan radiasi matahari yang berbeda, tergantung besarnya panel dengan satuan ukuran Watt Peak (Wp). Demikian penjelasan Chaqoqo, Product Marketing Photovoltaic & LED Light Marketing Department, Sharp Electronics Indonesia. Soal harga panel surya, kata Chaqoqo, rata-rata per watt peak konsumen harus merogoh kocek sekitar USD4,5 — USD5.
"Masing-masing panel dapat menghasilkan arus listrik yang berbeda, sesuai dengan tipe panel surya," tutur Chaqoqo. Contoh, tipe panel 60 Wp bisa menghasilkan daya sebesar 60 Watt per jam pada kondisi pemanasan matahari puncak (peak), yang dihitung sekitar 4 - 5 jam per hari, antara jam 9 pagi sampai jam 2 siang.
Sehingga jika ditotal per hari pemanasan, mengunakan panel 60 Wp dapat menghasilkan daya: 60 Watt x 5 Jam = 300 Wh (Watt Hour). Untuk tipe panel lain, kata Chaqoqo, seperti tipe 130 Wp atau 185 Wp,  cara penghitunganya sama.

On Grid System dan Off Grid System
Ada dua jenis Instalasi panel surya yang bisa diterapkan, masing-masing berkaitan dengan peralatan pedukung yang digunakan.

Pertama, On Grid System Installation (Intalasi Panel Surya tanpa Menggunakan Baterai). Peralatan yang di gunakan adalah On Grid Inverter yang bisa di koneksi langsung dengan sumber listrik dari PLN atau sumber listrik lain.

Kedua, Off Grid System Installation (Instalasi Panel Surya menggunakan Baterai). Untuk Intalasi Off Grid dengan sistem DC, perlatan yang di gunakan adalah panel surya, controller, dan baterai. Untuk mengubahnya menjadi arus AC, harus ditambahkan inverter. (lihat gambar di  bawah ini)

Untuk pemasangan atau penginstalan peralatan-peralatan tersebut, bisa dilakukan sendiri, kata Chaqoqo, terutama untuk panel surya dengan kapasitas kecil (60 Wp). Tetapi untuk skala besar dan terkoneksi dengan banyak jaringan, diperlukan keahlian khusus untuk proses instalasinya.

Sebagian orang bertanya, setelah menggunakan panel tenaga surya, bagaimana dengan instalasi listrik PLN yang telah terpasang sebelumnya. Menanggapi hal tersebut, Chaqoqo mengatakan hal itu tergantung dari kebutuhan. Apabila listrik PLN tidak diperlukan lagi, maka jaringan bisa dilepas (menggunakan Stand Alone System). Sebaliknya, jika listrik PLN masih diperlukan, sebaiknya menggunakan hybrid system.

Penghitungan Biaya
Chaqoqo memberi simulasi untuk kapasitas listrik terpasang 450 watt, yang perlu diperhatikan adalah kapasitas listrik yang terpakai.

Contoh listrik digunakan untuk kebutuhan sebagai berikut:
1 unit Kulkas        100 Watt           dipakai 24 Jam     =2400 Wh
1 unit LCD 32"      80 Watt             dipakai 5 jam       =400 Wh
10 lampu LED       7 Watt               dipakai 10 Jam    =700 Wh
Total                   187 Watt/Hour                                   =3500 Wh

Bisa dilihat dari tabel di atas, dari kapasitas terpasang 450 Watt listrik terpasang, yang digunakan adalah sebesar 187 Watt per jam. Apabila dijumlah, total pemakaian listrik per hari adalah 3500 Watt Hour.

Gambaran Cara penghitungan sederhana untuk pemakaian Listrik Tenaga Surya:
3500 Wh : 130 Wp (Tipe Panel Surya)                 = 26, 92
26,92 unit : 5 jam (Lama pemanasan per hari)    = 5.384
5.384 x 1,5 (Minimal daya Otonomi)                     = 8 Unit (angka Pembulatan)

Listrik yang di hasilkan adalah:
8 unit x 130 Wp = 1040 Watt per satu jam pemanasan pada puncak pemanasan (peak).
Dalam sehari, kurang lebih bisa menghasilkan listrik sebesar 1040 Wp x 5 jam Pemanasan = 5200 Wh.

Jadi untuk beban listrik terpasang 450 Watt, setara dengan kapasitas 1040 Wp atau 5200 Wh menggunakan 8 unit panel tipe 130 Wp dan  unit penyimpan daya (baterai) berkapasitas 12V 100 Ah sebanyak 6 unit,  satu unit Battery Charge Control, dan satu unit inverter, bracket, panel box, box battery, dan peralatan pendukung lainya.

Dari sini bisa diprediksi berapa investasi yang harus dikeluarkan, kata Chaqoqo. Perkiraan hitungan mudahnya, kapasitas sistem dikali USD10 (harga perkiraan).

Jadi, apabila menggunakan contoh penghitungan daya tersebut, maka nilai investasi yang harus dikeluarkan saat awal pemasangan adalah sebesar 1040 Wp x USD10 = USD10.400.

"Contoh perhitungan ini adalah untuk instalasi off grid system," kata Chaqoqo. Bila di-rupiahkan dengan Kurs Rp9.300, imbuhnya, maka total investasinya berkisar Rp96.720.000.

"Angka tersebut merupakan perkiraan harga, termasuk biaya instalasi, penyediaan perlengkapan pedukung, dan garansi instalasi sistem antara satu dampai tiga tahun, tergantung sistem integrator pelaksana instalasi," jelasnya. "Sementara, untuk panel surya digaransi selama 25 Tahun."

Chaqoqo menjelaskan, orientasi pemakaian energi terbarukan, terutama listrik tenaga matahari adalah untuk jangka panjang. Artinya untuk wilayah tertentu dengan kondisi kelistrikan yang tercukupi, maka total investasi tersebut akan terlihat mahal, karena konsumen dibebani biaya instalasi yang harus dikeluarkan bersamaan.

"Tetapi untuk wilayah tertentu dengan kondisi kelistrikan yang belum terpenuhi secara maksimal atau belum memiliki jaringan listrik sama sekali, maka listrik tenaga surya akan menjadi pilihan, karena sistem listrik tenaga surya tidak memerlukan bahan bakar pada saat pengoperasian, sehingga lebih murah bila dibandingkan dengan biaya pembelian dan transportasi pembelian BBM," papar Chaqoqo.

Kamis, 29 Maret 2012

Cara Budidaya Padi Sawah dan Darat


Cara Budidaya Padi Sawah dan Darat. Dalam artikel kali ini akan di bahas bagaimana cara untuk budidaya tanaman padi yang merupakan makanan pokok dari bangsa Indonesia ini. dalam tulisan ini akan di jelaskan bagaimana cara agar tanaman padi yang di tanam akan menghasilkan produksi yang maksimal. Dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidupnya, manusia berusaha, memenuhi kebutuhan primer yaitu makanan. Dalam sejarah hidup manusia dari tahun ketahun mengalami perubahan yang diikuti pula oleh perubahan kebutuhan bahan makanan pokok. Hal ini dibuktikan  dibeberapa daerah yang semula makanan pokoknya ketela, sagu, jagung akhimya beralih makan nasi. 

Nasi merupakan salah satu bahan makanan pokok yang mudah diolah, mudah disajikan, enak dan nilai energi yang terkandung didalamnya cukup tinggi sehingga berpengaruh besar terhadap kesehatan. 


SEJARAH TANAMAN PADI 
Padi termasuk genus Oryza L yang meliputi lebih kurang 25 spesies, tersebar didaerah tropik dan daerah sub tropik seperti Asia, Afrika, Amerika dan Australia. Menurut Chevalier dan Neguier padi berasal dari dua benua Oryza fatua Koenig dan Oryza sativa L berasal dari benua Asia, sedangkan jenis padi lainya yaitu Oryza stapfii Roschev dan Oryza glaberima Steund berasal dari Afrika barat. Padi yang ada sekarang ini merupakan persilangan antara Oryza officinalis dan Oryza sativa f spontania. Di Indonesia pada mulanya tanaman padi diusahakan didaerah tanah kering dengan sistim  ladang, akhirnya orang berusaha memantapkan basil usahanya dengan cara mengairi daerah yang curah hujannya kurang. Tanaman padi yang dapat tumbuh dengan baik didaerah tropis ialah Indica, sedangkan Japonica banyak diusakan didaerah sub tropika.  

ARTI PENTING DAN MANFAAT PADI BAGI KEHIDUPAN MANUSIA  
Padi merupakan bahan makanan yang menghasilkan beras. Bahan makanan ini merupakan makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Meskipun padi dapat digantikan oleh makanan lainnya, namun padi memiliki nilai tersendiri bagi orang yang biasa makan nasi dan tidak dapat dengan mudah digantikan oleh bahan makanan yang lain. Padi adalah salah satu bahan makanan yang mengandung gizi dan penguat yang cukup bagi tubuh manusia, sebab didalamnya terkandung bahan yang mudah diubah menjadi energi. Oleh karena itu padi disebut juga makanan energi. 

Menurut Collin Clark Papanek, nilai gizi yang diperlukan oleh setiap orang dewasa adalah 1821 calori yang apabila disetarakan dengan beras maka setiap hari diperlukan beras sebanyak 0,88 kg. Beras mengandung berbagai zat makanan antara lain: karbohidrat, protein, lemak, serat kasar, abu dan vitamin. 

Disamping itu beras mengandung beberapa unsur mineral antara lain: kalsium, magnesium, sodium, fosphor dan lain sebagainya.  

SYARAT TUMBUH 
Tanaman padi dapat hidup baik didaerah yang berhawa panas dan banyak mengandung uap air. Curah hujan yang baik rata-rata 200 mm per bulan atau lebih, dengan distribusi selama 4 bulan, curah hujan yang dikehendaki per tahun sekitar 1500 -2000 mm. Suhu yang baik untuk pertumbuhan tanaman padi 23 °C. 

Tinggi tempat yang cocok untuk tanaman padi berkisar antara 0 -1500 m dpl. Tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman padi adalah tanah sawah yang kandungan fraksi pasir, debu dan lempung dalam perbandingan tertentu dengan diperlukan air dalam jurnlah yang cukup. Padi dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang ketebalan lapisan atasnya antara 18 -22 cm dengan pH antara 4 -7. 

BERCOCOK TANAM PADI 
Padi dibudidayakan dengan tujuan mendapatkan hasil yang setinggi-tinginya dengan kualitas sebaik mungkin, untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan maka, tanaman yang akan ditanam harus sehat dan subur. Tanaman yang sehat ialah tanaman yang tidak terserang oleh hama dan penyakit, tidak mengalami defisiensi hara, baik unsur hara yang diperlukan dalam jumlah besar maupun dalam jumlah kecil. Sedangkan  tanaman subur ialah tanaman yang pertumbuhan clan perkembangannya tidak terhambat, entah oleh kondisi biji atau kondisi lingkungan. 

PADI SAWAH 
Teknik bercocok tanam yang baik sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan. Hal ini harus dimulai dari awal, yaitu sejak dilakukan persemaian sampai tanaman itu bisa  dipanen. Dalam proses pertumbuhan tanaman hingga berbuah ini harus dipelihara yang baik, terutama harus diusahakan agar tanaman terhindar dari serangan hama dan penyakit yang sering kali menurunkan produksi.  

1.  PERSEMAIAN 
Membuat persemaian merupakan langkah awal bertanam padi. Pembuatan persemaian memerlukan suatu persiapan yang sebaik-baiknya, sebab benih di persemaian ini akan menentukan pertumbuhan padi di sawah, oleh karena itu persemian harus benar-benar mendapat perhatian, agar harapan untuk mendapatkan bibit padi yang sehat dan subur dapat tercapai.  

a.   Penggunaan benih 
- Benih unggul 
- Bersertifikat 
- Kebutuhan benih 25 -30 kg / ha 

b. Persiapan lahan untuk persemaian 
- Tanah harus subur 
- Cahaya matahari 
- Pengairan 
- Pengawasan

c.   Pengolahan tanah calon persemaian 
- Persemaian kering 
- Persemaian basah 
- Persemaian sistem dapog 

Persemaian Kering 
Persemaian kering biasanya dilakukan pada tanah-tanah remah, banyak terdapat didaerah sawah tadah hujan. Persemaian tanah kering harus 
dilakukan dengan baik yaitu :  
-  Tanah dibersihkan dari rumput clan sisa -sisa jerami yang masih tertinggal, agar tidak mengganggu pertumbuhan bibit.  
-   Tanah dibajak atau dicangkul lebih dalam dari pada apa yang dilakukan pada persemaian basah, agar akar bibit bisa dapat memasuki tanah lebih dalam, sehingga dapat menyerap hara lebih banyak.  
-    Selanjutnya tanah digaru  Areal persemaian yang tanahnya sempit dapat dikerjakan dengan cangkul, yang pada dasarnya pengolahan tanah ini bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah, agar tanah menjadi gembur.

Ukuran bedengan persemaian :  
- Panjang bedengan : 500 -600 cm atau menurut kebutuhan, akan tetapi  
perlu diupayakan agar bedengan tersebut tidak terlalu panjag 
-  Lebar bedengan 100 -150 cm 
- Tinggi bedengan  20 -30 cm  
Diantara kedua bedengan yang berdekatan selokan, dengan ukuran lebar 
30-40 cm. Pembuatan selokan ini dimaksud untuk mempermudah :  
-  Penaburan benih dan pencabutan bibit  
-  Pemeliharaan bibit dipersemaian meliputi : 
¬ Penyiangan 
¬ Pengairan 
¬ Pemupukan 
¬ Pemberantasan hama dan penyakit 
Persemaian diupayakan lebih dari 1/25 luas sawah yang akan ditanami, penggunaan benih pada persemaian kering lebih banyak dari persemaian basah. 

Persemaian Basah 
Perbedaan antara persemaian kering dan basah terletak pada penggunaan air. Persemaian  basah, sejak awal  pengolahan tanah telah membutuhkan genangan air. Fungsi genangan air :  
- Air akan melunakan tanah  
- Air dapat mematikan tanaman pengganggu ( rumput )  
- Air dapat dipergunakan untuk memberantas serangga pernsak bibit  

Tanah yang telah cukup memperoleh genangan air akan menjadi lunak, tanah yang sudah lunak ini diolah dengan bajak dan garu masing-masing 2 kali. Namun sebelum pengolahan tanah harus dilakukan perbaikan pematang terlebih dahulu, kemudian petak sawah dibagi menurut keperluan. Luas persemaian yang digunakan 1/20 dari areal pertanaman yang akan ditanami. 

Sistem Dapog 
Di Filipina telah dikenal cara  penyemaian dengan sistem dapog, sistem tersebut di Kabupaten Bantul telah  dipraktekan di Desa Pendowoharjo, Sewon. 
Cara penyemaian dengan sistem dapog : 
-  Persiapan persemaian seperti pada persemaian basah  
-  Petak yang akan ditebari benih ditutup dengan daun pisang  
-  Kemudian benih ditebarkan diatas daun pisang, sehingga pertumbuhan   benih dapat menyerap makanan dari putik lembaga 
-  Setiap hari daun pisang ditekan sedikit demi sedikit kebawah  
-  Air dimasukan sedikit demi sedikit hingga cukup sampai hari ke 4  
-  Pada umur 10 hari daun pisang digulung dan dipindahkan  kepersemaian yang baru atau tempat penanaman disawah 

d.   Penaburan benih  
Perlakuan sebagai upaya persiapan Benih terlebih dahulu direndam dalam air dengan maksud :  
- Seleksi terhadap benih yang kurang baik, terapung, melayang harus dibuang 
-  Agar terjadi proses tisiologis  
Proses tisiologis berarti terjadinya perubahan didalam benih yang akhimya benih cepat berkecambah. Terserap atau masuknya air kedalam benih akan mempercepat proses tisiologis 

Lama perendaman benih  
Benih direndam dalam air selama 24 jam, kemudian diperam  ( sebelumnya ditiriskan atau dietus ) 

Lamanya pemeraman  
Benih diperam selama 48 jam, agar didalam pemeraman tersebut benih berkecambah.  

Pelaksanaan menebar benih  
Hal- hal yang hams diperhatikan dalam menebar benih adalah :  
- Benih telah berkecambah dengan panjang kurang lebih 1 mm 
- Benih tersebar rata  
- Kerapatan benih harus sama 

e.   Pemeliharaan persemaian 
1)  Pengairan  
Pada pesemaian secara kering 
Pengairan pada pesemaian kering dilakukan dengan cara mengalirkan air keselokan yang berada diantara bedengan, agar terjadi perembesan sehingga pertumbuhan tanaman dapat berlangsung, meskipun dalam hal ini sering kali ditumbuhi oleh tumbuhan pengganggu atau rumput. Air berperan menghambat atau bahkan menghentikan pertumbuhan tanaman  pengganggu / rumput. Perlu diketahui bahwa banyaknya air  dan kedalamanya merupakan faktor yang memperngaruhi perkembangan semai, terutama pada pesemaian yang dilakukan secara basah.  

Pada pesemaian basah 
Pengairan pada pesemaian basah dilakukan dengan cara sebagai berikut : 
-  Bedengan digenangi air selama 24 jam 
-  Setelah genagan itu berlangsung  selama 24 jam, kemudian air 
dikurang hingga keadakan macak-macak (nyemek-nyemek), kemudian benih mulai bisa disebar Pengurangan air pada pesemaian hingga keadaan air menjadi macakmacak ini, dimaksudkan agar benih  yang disebar dapat merata dan mudah melekat ditanah sehingga akar mudah masuk kedalam tanah.  
-    Benih tidak busuk akibat genagan air  
-  Memudahkan benih bernafas / mengambil oksigen langsung dari udara, sehingga proses perkecambahan lebih cepat 
-    Benih mendapat sinar matahari secara langsung  

Agar benih dalam bedengan tidak hanyut, maka air harus diatur sesuai dengan keadaan, misalnya : bila akan terjadi hujan maka bedengan perlu digenangi air, agar benih tidak hanyut. Penggenangan air dilakukan lagi pada saat menjelang pemindahan bibit dari pesemaian kelahan pertanaman, untuk memudahkan pencabutan. 

2)  Pemupukan dipersemaian 
Biasanya unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah besar ialah unsur hara makro. Sedangkan pupuk buatan / anorganik seperti Urea, TSP dll diberikan menjelang  penyebaran benih dipesemaian, bila perlu diberi zat pengatur tumbuh. Pemberian zat pengatur tumbuh pada benih dilakukan menjelang benih disebar.  

2.   PERSIAPAN DAN PENGOLAHAN TANAH SAWAH 
Pengolahan tanah bertujuan mengubah keadaan tanah pertanian dengan alat tertentu hingga memperoleh susunan tanah ( struktur tanah ) yang dikehendaki oleh tanaman. Pengolahan  tanah sawah terdiri dari beberapa tahap : 
a. Pembersihan  
b. Pencangkulan  
c. Pembajakan  
d. Penggaruan  
a.   Pembersihan  - Selokan-selokan perlu dibersihkan 
- Jerami yang ada perlu dibabat untuk pembuatan kompos  
b.   Pencangkulan 
Perbaikan pematang dan petak sawah yang sukar dibajak 
c. Membajak  
-  Memecah tanah menjadi bongkahan-bongkahan tanah  
- Membalikkan tanah beserta tumbuhan rumput ( jerami ) sehingga akhirnya membusuk.  
-  Proses pembusukan dengan bantuan mikro organisme yang ada dalam tanah  
d.  Menggaru  
-  Meratakan dan menghancurkan gumpalan-gumpalan tanah 
-  Pada saat menggaru sebaiknya sawah dalam keaadan basah  
- Selama digaru saluran pemasukan dan pengeluaran air ditutup agar lumpur tidak hanyut terbawa air keluar  
-  Penggaruan yang dilakukan berulang kali akan memberikan keuntungan ¾ Permukaan tanah menjadi rata  ¾ Air yang merembes kebawah menjadi berkurang 
-Sisa tanaman atau rumput akan terbenam  ¾ Penanaman menjadi mudah  ¾ Meratakan pembagian pupuk dan pupuk terbenam  

3.  PENANAMAN 
Dalam penanaman bibit padi, harus diperhatikan sebelumnya adalah : 
a.  Persiapan lahan 
b.  Umur bibit  
c.  Tahap penanaman  
a.   Persiapan lahan 
Tanah yang sudah diolah dengan cara yang baik, akhirnya siap untuk ditanami bibit padi.  
b.  Umur bibit  
Bila umur bibit sudah cukup sesuai dengan jenis padi, bib it tersebut segera dapat dipindahkan dengan cara mencabut bibit 
c.  Tahap penanaman  
Tahap penanaman dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu 
1.  Memindahkan bibit 
2.  Menanam 

1)  Memindahkan bibit  Bibit dipesemaian yang telah berumum 17-25 hari ( tergantung jenis padinya, genjah / dalam ) dapat segera dipindahkan kelahan yang telah disiapkan.  
Syarat -syarat bibit yang siap dipindahkan ke sawah : 
- Bibit telah berumur 17 -25 hari 
- Bibit berdaun 5 -7 helai  
- Batang bagian bawah besar, dan kuat 
-  Pertumbuhan bibit seragam ( pada jenis padi yang sama) 
-  Bibit tidak terserang hama dan penyakit  Bibit yang berumur lebih dari 25 hari kurang baik, bahkan mungkin telah ada yang mempunyai anakan. 

2)  Menanam 
Dalam menanam bibit padi, hal- hal yang harus diperhatikan adalah :  
a. Sistim larikan ( cara tanam )  
b. Jarak tanam  
c.  Hubungan tanaman  
d. Jumlah tanaman tiap lobang  
e. Kedalam menanam bibit  
f.  Cara menanam 
a)  Sistim larikan ( cara tanam )  
-  Akan kelihatan rapi  
-  Memudahkan pemeliharaan terutama dalam  penyiangan  
-  Pemupukan, pengendalian hama dan penyakit akan lebih baik dan cepat  
-  Dan perlakuan-perlakuan lainnya  
-  Kebutuhan bibit / pemakaian benih bisa diketahui  dengan mudah  
   
b)  Jarak tanam  
Faktor yang ikut menentukan jarak tanam pada tanaman padi, tergantung pada : 
- .Jenis tanaman  
-  Kesuburan tanah  
-  Ketinggian tempat / musim 
-  Jenis tanaman  
Jenis padi tertentu dapat menghasilkan banyak anakan. Jumlah anakan yang banyak memerlukan jarak tanam yang lebih besar, sebaliknya jenis padi yang memiliki jumlah anakan sedikit memerlukan jarak tanam yang lebih sempit.  
-  Kesuburan tanah 
Penyerapan hara oleh akar tanaman padi akan mempengaruhi penentuan jarak tanam, sebab perkembangan akar atau tanaman itu sendiri pada tanah yang subur lebih baik daTi  pada perkembangan akar / tanaman pada tanah yang kurang subur. Oleh karena itu jarak tanam yang dibutuhkan pada tanah yang suburpun akan lebih lebar daTi pada jarak tanam padah tanah yang jurang subur.  
-  Ketinggian tempat.  
Daerah yang mempunyai ketinggian tertentu seperti daerah pegunungan akan memerlikan jarakn tanam yang lebih rapat dari pada jarak  tanam didataran rendah, hal ini berhubungan erat dengan penyediaan air. Tanaman padi varietas unggul memerlukan jarak tanam 20 x 20 cm pada musim kemarau, dan 25 x 25 cm pada musim hujan. 
c)  Hubungan tanaman  
Hubungan tanaman berkaitan dengan jarak tanam. 
Hubungan tanaman yang sering diterapkan ialah :  
- Hubungan tanaman bujur sangkar ( segi empat ) 
- Hubungan tanaman empat persegi panjang. 
-  Hubungan tanaman 2 baris.  
d)  Jumlah tanaman ( bibit ) tiap lobang.  
Bibit tanaman yang baik sangat menentukan penggunaannya pada setiap lubang. Pemakian bibit tiap lubang antara 2 -3 batang  
e)  Kedalaman penanaman bibit  
Bibit yang ditanam terlalu dalam / dangkal menyebabkan pertumbuhan tanaman kurang baik, kedalam tanaman yang baik 3 -4 cm.  
f)  Cara menanam  
Penanaman bibit padi diawali dengan menggaris tanah / menggunakan tali pengukur untuk menentukan jarak tanam. Setelah pengukuran jarak tanam selesai dilakukan penanaman padi secara serentak.  

4    PEMELIHARAAN 
Meliputi :  
a. Penyulaman dan penyiangan 
b. Pengairan  
c. Pemupukan 
a.   Penyulaman dan penyiangan.  
Yang harus diperhatikan dalam penyulaman :  
-  Bibit yang digunakan harus jenis yang sama 
-  Bibit yang digunakan merupakan sisa bibit yang terdahulu 
-  Penyulaman tidak boleh melampoi 10 hari setelah tanam.  
-  Selain tanaman pokok ( tanaman pengganggu ) supaya dihilangkan.  
b.  Pengairan  
Pengairan disawah dapat dibedakan :  
-  Pengairan secara terns menerus  
-  Pengairan secara piriodik  
c.  Pemupukan  
Tujuannya adalah untuk mencukupi kebutuhan makanan yang berperan sangat penting bagi tanaman baik dalam proses pertumbuhan / produksi, pupuk yang sering digunakan oleh petani berupa : 
-  Pupuk alam ( organik )  
-  Pupuk buatan ( an organik )  
Dosis pupuk yang digunakan :  
-  Pupuk Urea 250 -300 kg / ha 
-  Pupuk SP 36 75 -100 kg / ha 
-  Pupuk KCI 50 -100 kg / ha  
-  Atau disesuaikan dengan analisa tanah  

Demikian informasi tentang budidaya tanaman padi semoga membantu informasi yang anda butuhkan untuk bertanam padi.

tag : cara menanam padi yang baik, budidaya padi organik, budidaya padi sri, syarat tumbuh padi, budidaya jagung, padi gogo, budidaya padi gogo, budidaya padi hibrida

Minggu, 25 Maret 2012

Tempat Duduk Teraman Di Pesawat


Posisi Tempat Duduk Paling Aman di Pesawat Terbang Komersil. Kecelakaan merupakan sebuah takdir yang tak dapat kita elakkan. Bagaimanapun kita sudah berusaha, dengan mengerahkan segala daya upaya, tetapi bila Tuhan mengatakan lain, maka kita sebagai hambanya yang lemah, sangat tidak berdaya. Demikian halnya dengan kecelakaan. Hal ini dapat menimpa siapa saja, dimana saja, bahkan tanpa kita sadari. Salah satunya adalah kecelakaan pesawat terbang.
 
Mungkin Anda masih ingat, kecelakan pada pesawat Adam Air Penerbangan KI-574 jurusan Surabaya-Manado, yang sebelum transit di Surabaya berasal dari Jakarta, yang hilang dalam penerbangan. Kecelakaan ini menewaskan seluruh penumpangnya yang berjumlah 96 penumpang dan 6 awak pesawat dan merupakan jumlah korban tewas terbesar dalam sejarah Boeing 737-400. Penyebab kecelakaan seperti yang diumumkan oleh Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) adalah cuaca buruk, kerusakan pada alat bantu navigasi Inertial Reference System (IRS) dan kegagalan kinerja pilot dalam menghadapi situasi darurat.

Ketika kita berpikir tentang kecelakaan pesawat, yang kita pikirkan hanyalah sebuah bencana, sebuah pesawat jatuh dari langit. Namun sebagian besar dari kecelakaan yang melibatkan pesawat juga melibatkan kemungkinan yang lain: “selamat”. Kecelakaan pesawat terbang dapat terjadi karena beberapa hal diantaranya pendaratan keras, lepas landas yang buruk, tabrakan di landasan pacu, kehilangan kontrol, kerusakan mesin dan penyebab lainnya.


Tetapi tahukan Anda bahwa dalam kecelakaan fatal pada pesawat terbang, 56 persen penumpangnya  dapat survive. Dari penelitian yang dilakukan terhadap kecelakan dan keselamatan penerbangan, diperoleh fakta bahwa hal tersebut tergantung pada di mana Anda duduk. Mengapa? Karena kebanyakan orang yang meninggal dalam kecelakaan tidak tewas oleh karena dampak kecelakaan;  bukan juga karena menghirup asap beracun segera segera setelah terjadinya kecelakaan. Lantas apa penyebabnya?

Dua faktor penyebab selamat adalah terhindar dari dampak serius kecelakaan, dan dapat keluar cepat dari pesawat.  Jadi, duduk di tengah pesawat bukan taruhan yang sangat baik, karena pada banyak pesawat, itu berarti Anda sedang duduk di atas tangki bahan bakar. Dan jika tank mengalami retak atau bocor, maka bahan bakar dapat menguap dan dengan cepat meledak.

Sebuah pedoman umum yang dipercaya mengatakan bahwa, “kesempatan Anda untuk selamat lebih besar, jika Anda duduk dekat pintu darurat di dekat bagian belakang pesawat”. Ada dua alasan mengapa? Pertama, duduk di dekat pintu darurat berarti Anda bisa keluar lebih cepat, tanpa harus memanjat siapa pun. Kedua, berada di belakang pesawat menempatkan Anda paling jauh dari mesin pesawat. Percayalah, belum ada data statistik yang mengkonfirmasi bahwa posisi suatu kursi lebih aman daripada yang lain, jadi rekomendasi ini lebih didasarkan pada analisis dan pengalaman pribadi.

MSB kutip dari The Men’sHealt, Januari 2010 mengatakan, “Setiap pesawat memiliki desain dan karakteristik yang berbeda, tentu saja, tapi beberapa kursi memiliki posisi yang jelas lebih aman (dan dalam banyak kasus, lebih nyaman). Berikut adalah ikhtisar singkatnya:

Pesawat Tipe: 757
No tempat duduk aman : Kursi 10A dan 10F. Meskipun posisinya adalah hanya pada jendela, tetapi tidak ada kursi dengan nomor 9A dan 9F yang menghalangi, dan pintu keluar hanya beberapa centi di depan Anda. Contoh gambar berikut adah 757-200.
 
 

Pesawat Tipe: 747
No tempat duduk aman : Baris 61 sampai 64, dekat jendela. Pesawat tipe 747 meruncing ke bagian belakang, dan hasilnya, tidak ada kursi dekat jendela di baris itu, hanya ruang ekstra yang membantu Anda bersantai selama penerbangan. . . dan melarikan diri ketika terjadi kecelakaan (Gambar 747-400)
 


Pesawat tipe : MD80Kursi paling aman : Baris 20 dan 21 memiliki ruang ekstra delapan inci (20 cm) untuk kaki karena berada dekat pintu keluar darurat. Dan posisi ini juga jauh dari mesin, yang berada di bagian belakang pesawat ini.
 

Pesawat Tipe: 737Kursi paling aman : jauh dari belakang (Gambar berturut-turut 737-500; 737-700 dan 737-800).
 
Ketika Anda akan bepergian, jangan lupa selalu berdoa untuk keselamatan Anda. Meminta restu orangtua juga merupakan hal indah untuk mendukung keselamatan Anda. Bukankah Ridho dan restu orang tua, juga menjadikan Allah yang Maha Kuasa menjadi Ridho? 


Tetaplah mengambil hikmah dari setiap peristiwa, agar tetap memotivasi dan menginspirasi Anda.

Proses Pengolahan Sawit Menjadi Minyak Kelapa Sawit


Proses Lengkap Pengolahan Buah Kelapa Sawit menjadi Minyak Kelapa Sawit (CPO). Dalam artikel kali ini akan dijelaskan bagaimana cara untuk mengolahan tandan buah segar kelapa sawit menjadi minyak kelapa sawit atau sering di sebut dengan crude palm oil (CPO). Dalam proses pengolahan ini tidak menggunaka bahan kimia karena sebenarnya pabrik kelapa sawit hanya menerapkan sistem yang sederhana untuk mengekstrak minyak dari janjangan kelapa sawit tersebut. 

 
Gambar bagan proses pengolahan minyak kelapa sawit.

Berikut adalah tahapan untuk mengolah kelapa sawit menjadi minyak kelapa sawit :
   
1. LOADING RAMP

Setelah buah disortir pihak sortasi, buah dimasukkan kedalam ramp cage yang berada diatas rel lori. Ramp cage mempunyai 30 pintu yang dibuka tutup dengan sistem hidrolik, terdiri dari 2 line sebelah kiri dan kanan.

Pada saat pintu dibuka lori yang berada dibawah cage akan terisi dengan TBS. Setelah terisi, lori ditarik dengan capstand ke transfer carriage, dimana transfer carriage dapat memuat 3 lori yang masing – masing mempunyai berat rata-rata 3,3 – 3,5 ton. Dengan transfer carriage lori diarahkan ke rel sterilizer yang diinginkan.

Kemudian diserikan sebanyak 12 lori untuk dimasukan kedalam sterilizer. Pemasukan lori ke dalam sterilizer menggunakan loader.

2. STERILIZER

Sterilisasi adalah proses perebusan dalam suatu bejana yang disebut dengan sterilizer. Adapun fungsi dari perebusan adalah sebagai berikut:

1.   Mematikan enzyme.

2.   Memudahkan lepasnya brondolan dari tandan.

3.   Mengurangi kadar air dalam buah.

4.   Melunakkan mesocarp sehingga memudahkan proses pelumatan dan

pengepressan.

5.   Memudahkan lepasnya kernel dari cangkangnya.

Proses perebusan dilakukan selama 85 -95 menit. Untuk media pemanas dipakai steam dari BVP (Back Pressure Vessel) yang bertekanan 2,8-3 bar.

Perebusan dilakukan dengan sistem 3 peak ( tiga puncak tekanan). Puncak pertama tekanan sampai 1,5 Kg/cm2, puncak kedua tekanan sampai 2,0 Kg/cm2 dan   puncak ketiga tekanan sampai 2,8 – 3,0 Kg/cm2.

Berikut proses perebusan sistem tiga peak :

Deaeration dilakukan 2 menit, dimana posisi condensate terbuka.Memasukkan uap untuk peak pertama yang dicapai dalam waktu 10 menit. Biasanya tekanan mencapai 1,2 bar.Uap dan kondensat dibuang sampai tekanan menjadi 0 bar dalam waktu 5 menit. Uap dimasukkan selama 15 menit untuk mencapai tekanan 2 bar. Uap kondensat dibuang lagi selama 3 menit. Kemudian steam dimasukkan lagi untuk mencapai peak ke-3 dalam waktu 15 – 20 menit. Setalah peak ketiga tercapai maka dilakukan penahanan selama 40 – 50 menit. Uap kondensat dibuang selama 5 – 7 menit sampai tekanan 0

3. THRESSER

Setelah perebusan TBS yang telah masak diangkut ke thresser dengan mengggunakan hoisting crane yang mempunyai daya angkat 5 ton. Lori diangkat dan dibalikkan diatas hopper thresser (auto feeder).

Pada stasiun ini tandan buah segar yang telah direbus siap untuk dipisahkan antara berondolan dan tandannya. Sebelum masuk kedalam thresser TBS yang telah direbus diatur pemasukannya dengan menggunakan auto feeder. Dengan  menggunakan putaran TBS dibanting sehingga berondolan lepas dari tandannya dan jatuh ke conveyor dan elevator untuk didistribusikan ke rethresser untuk pembantingan kedua kalinya. Thresser mempunyai kecepatan putaran 22 – 25 rpm. Pada bagian dalam thresser, dipasang batang-batang besi perantara sehingga membentuk kisi-kisi yang memungkinkan berondolan keluar dari thresser. Untuk tandan kosong sendiri didistribusikan dengan empty bunch conveyor untuk didistribusikan ke penampungan empty bunch.

4. STASIUN PRESS

Berondolan yang keluar dari thresser jatuh ke conveyor, kemudian diangkut dengan fruit elevator ke top cross conveyor yang mendistribusikan berondolan ke distributing conveyor untuk dimasukkan dalam tiap-tiap digester. Digester adalah tangki silinder tegak yang dilengkapi pisau-pisau pengaduk dengan kecepatan putaran 25-26 rpm, sehingga brondolan dapat dicacah di dalam tangki ini. Bila tiap-tiap digester telah terisi penuh maka brondolan menuju ke conveyor recycling, diteruskan ke elevator untuk dikembalikan ke digester. Tujuan pelumatan adalah agar daging buah terlepas dari biji sehingga mudah di-press. Untuk memudahkan pelumatan buah, pada digester di-inject steam bersuhu sekitar  90 – 95 °C.

Berondolan yang telah lumat masuk ke dalam screw press untuk diperas sehingga dihasilkan minyak (crude oil). Pada proses ini dilakukan penyemprotan air panas agar minyak yang keluar tidak terlalu kental (penurunan viscositas) supaya pori-pori silinder tidak tersumbat, sehingga kerja screw press tidak terlalu berat. Penyemprotan air dilakukan melalui nozzle-nozzle pada pipa berlubang yang dipasang pada screw press. Kapasitas mesin press adalah 15 ton per jam.

Tekanan mesin press harus diatur, karena bila tekanan terlalu tinggi dapat menyebabkan inti pecah dan screw press mudah aus. Sebaliknya, jika tekanan mesin press terlalu rendah maka oil losses di ampas tinggi.

Minyak hasil mesin press kemudian menuju ke sand trap tank untuk pengendapan. Hasil lain adalah ampas (terdiri dari biji dan fiber), yang akan dipisahkan dengan menggunakan cake breaker conveyor (CBC).

5. STASIUN PEMURNIAN

Minyak yang berasal dari stasiun press masih banyak mengandung kotoran-kotoran yang berasal dari daging buah seperti lumpur, air dan lain-lain. Untuk mendapatkan minyak yang memenuhi standar, maka perlu dilakukan pemurnian terhadap minyak tersebut. Pada stasiun ini terdiri dari beberapa unit alat pengolah untuk memurnikan minyak produksi, yang meliputi : Sand Trap Tank, Vibrating Screen, Crude Oil Tank, Continous Settling Tank (CST), Oil Tank, Purifier, Vacum Dryer, Sludge Oil Tank, Sludge Vibrating Screen, Sludge Centrifuge, Fat Pit, dan  Storage Tank.

a. Sand Trap Tank

Minyak hasil mesin press merupakan minyak mentah yang masih banyak mengandung kotoran-kotoran. Minyak tersebut masuk ke sand trap tank untuk mengendapkan partikel-partikel yang mempunyai densitas tinggi. Sand trap tank adalah sebuah bejana yang berbentuk silinder tegak.

b. Vibrating Screen

Minyak bagian atas dari sand trap tank yang masih mengandung serat dan sedikit kotoran dialirkan ke ayakan getar (vibrating screen). Proses penyaringan memakai vibrating screen bertujuan untuk memisahkan padatan, seperti : serabut, pasir, tanah dan kotoran-kotoran lain yang masih terbawa dari sand trap tank. Vibrating yang digunakan adalah double deck vibrating screen, dimana screen pertama berukuran 30 mesh dan screen kedua 40 mesh. Padatan yang tertahan pada ayakan akan dikembalikan ke digester melalui conveyor, sedangkan minyak dipompakan ke crude oil tank.

c. Crude Oil Tank (COT)

Minyak yang keluar dari vibrating screen dialirkan ke crude oil tank untuk ditampung sementara. Pada crude oil tank ini minyak dipanaskan dengan steam melalui sistem pipa pemanas, dan suhu dipertahankan 90-95°C. Dari sini minyak dipompakan ke CST (Continuous Settling Tank).

d. Continous Settling Tank (CST)

Minyak dari COT dipompakan ke CST dimana sebelumnya dilewatkan ke buffer tank agar aliran minyak masuk ke CST tidak terlalu kencang. CST bertujuan untuk mengendapkan lumpur (sudge) berdasarkan perbedaan berat jenisnya. Di CST suhu dipertahankan 86-90 oC. Minyak pada bagian atas CST dikutip dengan bantuan skimmer menuju oil tank, sedangkan sludge (yang masih mengandung minyak) pada bagian bawah dialirkan secara underflow ke sludge vibrating screen sebelum ke sludge oil tank. Sludge dan pasir yang mengendap didasar CST di-blowdown untuk dibawa ke sludge drain tank .

e. Oil Tank

Minyak dari CST menuju ke oil tank untuk ditampung sementara waktu, sebelum dialirkan ke oil purifier. Dalam oil tank juga terjadi pemanasan (75-80°C) dengan tujuan untuk mengurangi kadar air.

f. Purifier


Di dalam purifier dilakukan pemurnian untuk mengurangi kadar kotoran dan kadar air yang terdapat pada minyak berdasarkan atas perbedaan densitas dengan menggunakan gaya sentrifugal, dengan kecepatan perputarannya 7500 rpm. Kotoran dan air yang memiliki densitas yang besar akan berada pada bagian yang luar (dinding bowl), sedangkan minyak yang mempunyai densitas lebih kecil bergerak ke arah poros dan keluar melalui sudu-sudu untuk dialirkan ke vacuum drier. Kotoran dan air yang melekat pada dinding di-blowdown ke saluran pembuangan untuk dibawa ke Fat Pit.

g. Vacuum Drier

Minyak yang keluar dari purifier masih mengandung air, maka untuk mengurangi kadar air tersebut, minyak dipompakan ke vacuum drier. Di sini minyak disemprot dengan menggunakan nozzle sehingga campuran minyak dan air tersebut akan pecah. Hal ini akan mempermudah pemisahan air dalam minyak, dimana minyak yang memiliki tekanan uap lebih rendah dari air akan turun ke bawah dan kemudian dipompakan ke storage tank.

h. Sludge Tank

Untuk overflow dari tangki ini di alirkan ke drain tank sedangkan under flownya dialirkan ke vibrating screen dan brush strainer atau langsung ke bak transit untuk dipompakan ke sand cyclone. Untuk mempercepat pengendapan lumpur, sludge dipanaskan (80-90oC) dengan menggunakan uap yang dialirkan melalui coil  pemanas. Sehingga densitas minyak menjadi lebih rendah dan lumpur halus yang melekat pada minyak akan terlepas dan mengendap pada dasar tangki.

Dari sand cyclone atau brush strainer sludge dialirkan ke balance tank sebagai umpan untuk decanter atau sludge centrifuge.

i. Sludge centrifuge

Sludge centrifuge untuk mengolah sludge. Sludge Centrifuge adalah alat yang digunakan untuk memisahkan  minyak yang masih terkandung di dalam sludge, dengan cara pemisahan berdasarkan gaya sentrifugal. Didalam sludge centrifuge ini terdapat bowl yang berputar 1450 rpm, bowl ini berbentuk bintang yang diujungnya terdapat nozzle dengan diameter lubang tertentu dan nozzle ini dapat diganti sesuai keinginan.

Prinsip kerjanya adalah nozzle separator berputar dengan gaya centifugal dimana pemisahannya, fraksi berat ( lumpur, kotoran )  terlempar ke dinding bowl dan fraksi ringan (air dan minyak) akan ketengah. Minyak yang mempunyai densitas lebih kecil akan menuju poros dan terdorong keluar melalui sudu-sudu (paring disk), dan ditampung di reclaimed tank sebelum dipompakan oleh reclaimed oil pump untuk alirkan kembali ke CST. Sedangkan sludge (mengandung air) yang mempuyai densitas lebih besar akan terdorong ke bagian dinding bowl dan keluar melalui nozzle, kemudian sludge keluar melalui saluran pembuangan menuju fat pit.

j. Sludge drain tank

Lapisan bawah dari CST, dan sludge tank pada selang waktu tertentu didrain menuju sludge drain tank. Di sludge drain tank minyak mengalir tenang dan dibiarkan overflow untuk mengalir dan ditampung pada reclaimed tank, dan kemudian dipompakan kembali ke CST untuk kemudian dimurnikan lagi. Sedangkan kotoran dan air dialirkan menuju fat pit.

k. Fat Pit

Sebelum sludge di buang ke kolam pengolahan limbah, terlebih dahulu ditampung di fat pit dengan maksud agar minyak yang masih terbawa dapat terpisah kembali. Di Fat Pit diinjeksikan uap sebagai pemanas untuk mempermudah proses pemisahan minyak dengan kotoran. Minyak yang ada pada permukaan dibiarkan melimpah (overflow). Selanjutnya minyak ditampung pada sebuah bak pada pinggiran kolam fat pit, dan kemudian dipompakan kembali ke sludge drain tank.

l. Storage Tank

Minyak dari vacuum dryer, kemudian dipompakan ke storage tank (tangki timbun), pada suhu simpan 45-55°C. Setiap hari dilakukan pengujian mutu. Minyak yang dihasilkan dari daging buah  berupa minyak yang disebut Crude Palm Oil (CPO).

6.  STASIUN KERNEL

Pada stasiun ini dilakukan aktifitas pemisahan serabut dari nut, pemisahan inti dari cangkangnya dan juga pengeringan inti. Peralatan yang digunakan di stasiun ini , diantaranya : Cake Breaker Conveyor (CBC), Depericarper, Nut Silo, Ripple Mill, Claybath, dan Kernel Silo.

1.   Cake Breaker Conveyor (CBC)

Ampas dari screw press yang terdiri dari fiber dan nut yang masih menggumpal masuk ke CBC. CBC merupakan suatu screw conveyor namun screwnya dipasang palt persegi sebagai pelempar fiber dan nut. CBC berfungsi untuk mengurai gumpalan fiber dengan nut dan membawanya ke depericarper.

2.   Depericarper

Depericarper adalah alat untuk memisahkan fiber dengan nut. Fiber dan nut dari CBC masuk ke separating column. Disini fraksi ringan yang berupa fiber dihisap dengan  fibre cyclone dan di tampung dalam hopper sebagai bahan bakar pada boiler. Sedangkan fraksi berat berupa nut turun ke bawah masuk ke polishing drum.

3.    Nut Polishing Drum

Nut polishing drum berupa drum berlubang-lubang yang berrputar. Akibat dari perputaran ini terjadi gesekan yang mengakibatkan serabut yang masih menempel pada nut terkikis dan terpisah dari nut. Nut jatuh, selanjutnya nut diangkut oleh nut conveyor dan destoner (second depericarper) untuk memisahkan batu dan benda – benda yang lebih berat dari nut seperti besi. Nut yang terbawa ke atas jatuh kembali di dalam air lock dan di tampung oleh nut elevator untuk dibawa ke dalam nut silo.

4.   Nut Silo

Fungsi dari alat ini sebagai tempat penampungan nut, hal ini dilakukan untuk mengurangi kadar air sehingga lebih mudah dipecah dan inti lekang dari cangkangnya.

5.   Ripple Mill

Biji dari nut silo masuk ke ripple mill untuk dipecah sehingga inti terpisah dari cangkang. Biji yang masuk melalui rotor akan mengalami gaya sentrifugal sehingga biji keluar dari rotor dan terbanting dengan kuat yang menyebabkan cangkang pecah. Setelah dipecahkan inti yang masih bercampur dengan kotoran-kotoran di bawa ke kernel grading drum.

6.   Kernel Grading Drum

Pada kernel grading drum ini di saring antara nut,shell dan kotoran dengan nut yang belum terpecahkan. Untuk nut shell dan kotoran lolos dari saringan dibawa ke LTDS. Sementara untuk nut atau yang tertahan dikembalikan ke nut conveyor.

7.   Light Tenera Dry Separator (LTDS)

Pada bagian ini akan terjadi pemisahan dimana fraksi-fraksi yang lebih ringan akan dihisap oleh LTDS cyclone. Fraksi-fraksi yang ringan di hisap yang terdiri dari cangkang dan serabut akan di bawa ke shell hopper melalui fibre and shell conveyor. Inti dan sebagian cangkang yang belum terpisahkan, dipisahkan lagi pada clay bath.

8.   Clay Bath

Clay bath adalah alat pemisahan Inti dengan cangkang. Proses pemisahan ini secara basah yang menggunakan larutan CaCO3 dan air dengan ukuran partikel CaCO3 lolos mesh 400. Clay bath berfungsi sebagai larutan pemisah antara kernel dan cangkang berdasarkan berat jenis. Berat jenis Kernel basah = 1,07 dan berat jenis cangkang = 1,15 – 1,20, maka untuk memisah kernel dan cangkang tersebut dibuat larutan dengan berat jenis = 1,12. Bagian yang ringan akan mengapung dan bagian yang berat akan tenggelam. Inti yang merupakan fraksi ringan akan dibawa ke kernel silo untuk disimpan dengan suhu tertentu.

9.   Kernel Silo

Inti yang masih mengandung air, perlu dikeringkan sampai kadar air 7%. Inti yang berasal dari pemisahan di clay bath melalui top wet kernel conveyor didistribusikan ke dalam unit kernel silo untuk dilakukan proses pengeringan. Pada kernel silo ini inti akan dikeringkan dengan menggunakan udara panas dari steam heater yang dihembuskan oleh Fan kernel silo ke dalam kernel silo. Pengeringan dilakukan pada temperatur 60-80°C selama 4-8 jam. Kernel yang telah dikeringkan ini dibawa ke kernel bulk silo melalui dry kernel transport fan.

Demikian dulu informasi tentang cara pengolahan tandan buah segar menjadi minyak kelapa sawit.

Tag : artikel proses minyak sawit, download proses minyak sawit, proses minyak sawit lengkap, pabrik minyak kelapa sawit, proses minyak sawit, minyak kelapa sawit, minyak goreng, minyak sawit merah, harga minyak sawit, keunggulan minyak sawit, perusahaan minyak sawit, manfaat minyak kelapa sawit, minyak goreng, pabrik minyak kelapa sawit, perusahaan minyak kelapa sawit, jual minyak kelapa sawit, produk minyak kelapa sawit, harga minyak kelapa sawit, sni minyak kelapa sawit
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...