Jumat, 15 Juni 2012

Kutu Beras | Pengendalian Kutu Beras | Penanganan Kutu Beras


Cara Pengendalian Kutu Beras. Beras merupakan makanan utama Bangsa Indonesia dan beras tersebut sering di beli dan disimpan di tempat yang sama sebelum di masak seperti karung, ember atau wadah penyimpanan beras yang saat ini sudah banyak di jual. Tetapi meskipun sudah disimpan dengan baik masih sering di temukan serangan oleh kutu beras. Serangan kutu beras mengakibatkan menurunnya kualitas beras, karena beras menjadi hancur dan tidak dapat di pergunakan kembali.

Kutu beras ini dalam bahasa latin di sebut dengan  Kumbang Beras (Sitophilus oryzae), adapun klasifikasi dari kutu beras tersebut adalah sebagai berikut ini :

Nama latin                     : Sitophilus oryzae
Nama umum                  : Kutu beras
Klasifikasi :
kingdom         : Animalia
Filum               : Antropoda
Kelas               : Insect
Ordo               : Coleopteran
Famil               : Cureulionidae
Genus             : Sitophilus
Spesies           : Sitophilus oryzae


Ciri morfologi kutu beras

Kumbang muda dan dewasa berwarna cokelat agak kemerahan, setelah tua warnanya berubah menjadi hitam. Terdapat 4 bercak berwarna kuningagak kemerahan pada sayap bagian depan, 2 bercak pada sayap sebelah kiri, dan 2 bercak pada sayap sebelah kanan. Panjang tubuh kumbang dewasa ± 3,5-5 mm, tergantung dari tempat hidup larvanya. Apabila kumbang hidup pada jagung, ukuran rata-rata ± 4,5 mm, sedang pada beras hanya ± 3,5 mm. larva kumbang tidak berkaki, berwarna putih atau jernih dan ketika bergerak akan membentuk dirinya dalam keadaan agak membulat. Pupa kumbang ini tampak seperti kumbang dewas

Kumbang betina dapat mencapai umur 3-5 bulan dan dapat menghasilkan telur sampai 300-400 butir. Telur diletakkan pada tiap butir beras yang telah dilubangi terlebih dahulu. Lubang gerekan biasanya dibut sedalam 1 mm dan telur yang dimasukkan ke dalam lubang tersebut dengan bantuan moncongnya adalah telur yang berbentuk lonjong. Stadia telur berlangsung selama ± 7 hari. Larva yng telah menetas akan langsung menggerek butiran beras yang menjadi tempat hidupnya. Selama beberap waktu, larva akan tetap berada di lubang gerekan, demikian pula imagonya juga akan berada di dalam lubang selama ± 5 hari. Siklus hidup hama ini sekitar 28-90 hari, tetapi umumnya selama ± 31 hari. Panjang pendeknya siklus hidup ham ini tergantung pada temperatur ruang simpan, kelembapan diruang simpan, dan jenis produk yang diserang (Naynienay, 2008).

Sitophilus oryzae hidup di tumpukan bahan pangan, seperti beras, jagung dan gandum. Kutu ini berkembang biak sangat cepat. Bedasarkan penelitian, kutu betina dapat bertelur 2 - 6 butir setiap harinya. Untuk menyimpan telurnya, kutu betina melubangi bulir beras dengan rahangnya. Satu lubang hanya untuk satu butir telur. 

Kutu beras dapat hidup selama beberapa bulan. Selama hidup, kutu betina mampu menghasilkan sekitar 400 butir telur. Telur akan menetas menjadi larva setelah 3 hari. Larva akan hidup pada lubang beras selama 18 hari. Setelah itu akan menjadi pupa selama 5 hari, lalu bermetamorfosis menjadi kutu.

Adapun cara mengatasi/ mengendalikan kutu beras tersebut diuraikan berikut ini :

1. Masukkan 50 gram daun jeruk purut yang sudah ditumbuk ke dalam 10 kg beras. Sesekali buka tempat penyimpanan beras agar beras tak berbau apek. Dengan daun jeruk purut, beras akan terbebas dari kutu dan punya aroma yang harum ketika dimasak.

2. Campurkan beras bersama 2-3 tangkai daun asam jawa yang telah dibersihkan atau dikeringkan ke dalam tempat penyimpanan beras.

3. Daun belimbing wuluh juga bisa digunakan sebagai penangkal kutu di tempat penyimpan beras. Masukkan 2-3 tangkai daun belimbing wuluh yang sudah dibersihkan dan dikeringkan ke dalamnya.

4. Masukkan beberapa batang lada kering ke dalam campuran beras. Ini juga bisa mengusir kutu.

5. Masukkan 1-3 buah cabai kering ke dalam beras. Aroma cabai kering yang menyengat akan mencegah kutu beras datang kembali. Jangan lupa tutup kotak penyimpan dengan rapat, dan simpan di tempat kering dan sejuk.

6. Untuk menghindari ancaman kutu beras tersebut, masukkan 2 biji pala tanpa kulit ke dalam beras. Aroma pala yang timbul akan mengusir semua kutu beras.

Kutu beras merupakan hama perusak bahan pangan. kutu ini tidak hanya menyerang beras, jagung dan gandum, tetapi juga merusak bahan pangan lainnya seperti sorgum, ketela, kedelai, kacang hijau, biji semangka, hingga biji bunga matahari.
Anda sedang membaca artikel berjudul Kutu Beras | Pengendalian Kutu Beras | Penanganan Kutu Beras dengan url http://konsultasisawit.blogspot.com/2012/06/kutu-beras-pengendalian-kutu-beras.html , Jika suka dengan artikel Kutu Beras | Pengendalian Kutu Beras | Penanganan Kutu Beras dengan url http://konsultasisawit.blogspot.com/2012/06/kutu-beras-pengendalian-kutu-beras.html silahkan di copy dan jangan lupa menuliskan sumbernya. Anda dapat berlangganan update dari blog ini dengan mengisi email di bawah ini

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Silahkan Follow Kami di twitter
Jika ingin melihat artikel lainnya anda dapat mengklik link populer dibawah ini atau sitemap diatas.Terima kasih atas kunjungan anda di http://konsultasisawit.blogspot.com

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...