Wednesday, February 4, 2015

Sistem Pengairan/Irigasi Pembibitan Kelapa Sawit

Sistem Pengairan/Irigasi Pembibitan Kelapa Sawit. Salah satu faktor penentu keberhasilan pembibitan kelapa sawit sangat tergantung dari sistem pengairan terutama pada pembibitan dalam jumlah yang banyak. Kebutuhan air di pembibitan main nursery sangat tinggi dimana dibutuhkan lebih dari 2,5 liter/polibag/hari. Jadi harus di pastikan bahwa ketersediaan air tersedia di pembibitan kelapa sawit.  Mengingat masalah air sangat vital bagi pembibitan maka harus dipastikan bahwa areal pembibitan dekat dengan sumber air sebagai salah satu syarat wajib pembibitan kelapa sawit.

Untuk pembibitan dalam jumlah yang kecil maka pengairan dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan gembor atau dengan menggunakan selang air yang dapat di tarik. Untuk pembibitan dalam skala besar maka diperlukan sistem penyiraman yang baik. 


Adapun alat, bahan dan sistem penyiraman di pembibitan kelapa sawit adalah sebagai berikut:

A.Sistem manual
Air dihisap dari sumber air bisa berupa parit, sumur, waduk  atau sungai  menggunakan pompa air dan dialirkan ke lokasi pembibitan melalui pipa dan selang. Penyiraman dilakukan secara manual dengan menggunakan selang. 

B.Sistem Sprinkler 
Sistem ini adalah pengembangan cara manual dimana air yang dihisap dari sumber air dialirkan melalui pipa induk kemudian dihubungkan dengan pipa utama dan pipa distribusi yang mengarah ke dalam barisan bibit. 

Setiap jarak 2 - 3 meter dibuat sambungan dan dipasang pipa berdiri dimana di ujungnya di pasang sprinkler untuk menyiram bibit. Setiap pipa distribusi memiliki panjang 9 – 18 meter dan dilengkapi dengan 8 - 9 sprinkler. Kebutuhan air sekitar 75 m3 /ha/hari, efisiensi 30-40% dengan pompa air berdaya pancar 45 psi. kekuatan pompa 18-20 horse power untuk 8 hektar pembibitan


Kebutuhan Air per Bibit
Pada tahap pembibitan pre nursery kebutuhan air per bibit adalah 0,1 – 0,3 liter/hari sehingga pada saat hujan tidak turun maka penyiraman perlu dilakukan sebanyak 4 mm air per polybag setiap 2 hari sekali. Penyiraman dengan mesin pompa tidak boleh dilakukan agar akar muda tidak terganggu. 

Penyiraman harus dilakukan dengan dengan semprotan yang halus, akan lebih baik bila menggunakan gembor secara manual.

Untuk pembibitan tahap main nursery kebutuhan air per biit adalah  2,5 liter/hari, oleh karena itu penyiraman harus dilakukan secara rutin 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari terkecuali terjadi hujan maka penyiraman dilakukan dengan cara :

• Jam penyiraman : 07.00 wib – selesai paling lambat jam 11.00 wib; sore hari jam 15.00 wib – selesai
• Bila malam sebelumnya turun hujan (> 8 mm) dan tanah di polybag masih basah maka penyiraman hanya dilakukan sore hari saja.
• Bila pagi harinya hujan turun (> 10 mm) maka tidak perlu penyiraman pagi dan sore.

Demikian informasi tentang sistem penyiraman pembibitan kelapa sawit semoga dapat membantu dan bermanfaat.

Tuesday, February 3, 2015

Pembibitan Main Nursery Kelapa Sawit

Pembibitan Main Nursery Kelapa Sawit. Pada artikel sebelumnya telah kita bahas tentang pembibitan kelapa sawit tahap pertama yaitu prenursery kali ini akan di bahas tahapan kecua yaitu pembibitan main nursery kelapa sawit. Pembibitan main nursery dilakukan setelah bibit kelapa sawit berumur 3 bulan pada tahap prenursery. sebelum dilakukan pemindahan bibit maka dilakukan seleksi bibit untuk membuang bibit yang tidak normal.

Adapun tahapan pekerjaan  untuk pembibitan kelapa sawit tahap main nursery adalah sebagai berikut ini :

Persiapan Media.
Tanah yang digunakan harus tanah  lapisan atas dan tidak tercampur dengan batu-batu kerikil. Tekstur tanah sebaiknya lempung berliat dan mempunyai sifat drainase yang baik (tidak boleh menggunakan tanah gambut).

Tanah dicampur dengan pupuk TSP/RP sebanyak 150 gr/100 kg tanah atau solid dengan perbandingan 1 : 6 (solid + tanah). Solid yang dipakai adalah solid yang yang sudah cukup matang terdekomposisi (± 1 bulan). 

Isikan tanah tersebut ke large bag ( 20 kg per large bag) sampai setinggi  1 cm dari bibir kantong (setelah padat akan turun menjadi ? 3 cm dari bibir kantong).  Pengisian tanah diusahakan cukup padat dan berdiri tegak (tidak bengkok atau patah pinggang).  Tanah yang diisikan ke dalam large bag harus ada dalam keadaan kering.

Untuk penanaman bibit pindahan dari dederan dibutuhkan polybag yang lebih besar, berukuran 40 cm x 50 cm atau 45 cm x 60 cm (lay flat), tebal 0,11 mm dan diberi lubang pada bagian bawahnya untuk drainase.

Polibag yang sudah diisi dengan tanah kemudian di susun segitiga sama sisi dengan  jarah 90 cm x 90 cm x 90 cm.

Transplanting (Pemindahan Bibit)
Tanah di polibag besar kemudian di lobagi dengan menggunakan pipa 4” agar sesuai dengan ukuran polibag kecil, kemudian polibag kecil di belah pada bagian smaping dan bawah sehingga bibit beserta tanah dapat di ambil dan dimasukkan kedalam lobang tanam di polibag besar. 

Tanah di sekitar bibit kemudian di padatkan dan di lakukan penyiraman. Tujuannya adalah untuk menyediakan air yang cukup dalam polibag sehingga bibit yang baru dipindahkan tidak akan mengalami stress air yaitu menjadi layu.

Pemiliharaan Bibit Main Nursery
Penyiraman
Penyiraman dengan sistem springkel irrigation sangat membantu dalam usaha menghasilkan kelembaban yang diinginkan dan dapat melindungi bibit terhadap kerusakan karena siraman. Penyiraman dilakukan dua kali sehari yaitu setiap pagi dan sore hari.

Penyiraman bibit dilakukan dua kali sehari, kecuali apabila jatuh hujan lebih dari 7-8 mm pada hari yang bersangkutan. Air untuk menyiram bibit harus bersih dan cara menyiramnya harus dengan semprotan halus agar bibit dalam polybag tidak rusak dan tanah tempat tumbuhnya tidak padat. Kebutuhan air siraman ± 2 lt/polybag/hari, disesuaikan dengan umur bibit.

Penyiangan
Penyiangan di pembibitan main nursery dapat dilakukan sekali sebulan di polibag sedangkan untuk gulma yang berada di tanah dapat di lakukan pengendalian secara kimia.

Gulma yang tumbuh dalam polybag dan di tanah antara polybag harus dibersihkan, dikored atau disemprot dengan herbisida. Penyiangan gulma harus dilakukan 2-3 kali dalam sebulan, atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma.

Pemupukan
Pemupukan di pembibitan main nursery dilakukan sesuai dengan dosis berikut ini :
1. Umur 14 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 2,5 gr/bibit
2. Umur 16 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 5 gr/bibit
3. Umur 18 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 7,5 gr/bibit
4. Umur 20 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 10 gr/bibit
5. Umur 22 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 10 gr/bibit
6. Umur 24 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 10 gr/bibit
7. Umur 28 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 20 gr/bibit + Dolomite 20 gr
8. Umur 32 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 20 gr/bibit
9. Umur 36 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 25 gr/bibit
10. Umur 40 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 25 gr/bibit + Dolomite 30 gr
11. Umur 44 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 30 gr/bibit 
12. Umur 48 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 30 gr/bibit 
13. Umur 52 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 30 gr/bibit + Dolomite 30 gr

waktu pemupukan diatas dihitung sebagai lanjutan umur minggu dari pembibitan pada tahap pre Nursery.

Di pembibitan prenursery seleksi bibit dilakukan pada saat bibit berumur 4 - 6 minggu dan saat akan di pindahkan ke main nursery yaitu pada saat bibit berumur 12 minggu. Bibit yang diseleksi adalah bibit yang tumbuh kerdil, abnormal, berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang.

Demikian informasi tentang cara pembibitan main nursery kelapa sawit jangan lupa baca juga tahap pembibitan pre nursery. Pada artikel berikutnya kita akan membahas cara melakukan seleksi bibit kelapa sawit. Demikian informasinya semoga bermanfaat buat anda.

Sunday, February 1, 2015

Pembibitan Kelapa Sawit PreNursery

Pembibitan Kelapa Sawit PreNursery. Untuk mendapatkan bibit yang berkualitas maka sebaiknya dilakukan pembibitan kelapa sawit. Syarat lokasi pembibitan kelapa sawit telah di bahas pada artikel sebelumnya. Keuntungan dengan membuat pembibitan dibandingkan dengan menanam langsung adalah pemeliharaan yang lebih mudah, murah dan terkontrol sehingga resiko kematian bibit dapat dihindari. Jika kita menanam kecambah langsung di lahan maka pemeliharaan akan lebih sulit untuk dilakukan. Bagaimana sebenarnya cara pembibitan kelapa sawit akan di jabarkan di bawah ini.

Pembibitan kelapa sawit dilakukan selama  satu  tahun baru siap untuk di pindahkan kelapangan. Pembibitan kelapa sawit terdiri dari 2 tahap pengerjaan yaitu :
1. Prenursery
Kecambah di tanam dalam polibag kecil selama 3 bulan dan  akan di pindahkan ke pembibitan main nursery
2. Main nursery
Bibit di pindahkan (transplanting) dari polibag kecil ke dalam polibag besar dan dipelihara selama 9 bulan sampai siap di tanam. Cara pembibitan main nursery akan di jelaskan pada artikel berikutnya.

Adapun tahapan pekerjaan  untuk pembibitan kelapa sawit tahap prenursery adalah sebagai berikut :

A. Persiapan Media Tanah.
Tanah Top soil diayak dengan ayakan 1 cm untuk memisahkan bongkah-bongkah tanah dan sisa-sisa akar/kerikil. Tanah  yang  telah  diayak dicampur dengan pupuk TSP/RP sebanyak 10 gr/ polibag kecil ( berukuran lebar 15 cm, panjang 23 cm dan tebal 0,1 mm). 

Tujuan pemberian pupuk adalah untuk mejaga nutrisi hara tersedia bagi bibit di awal pertumbuhan karena unsur Posfor berguna untuk pertumbuhan akar. Tanah kemudian di masukkan kedalam polibag kecil dan dipadatkan.

Polibag kecil kemudian di susun dalam bedengan dengan lebar 1 - 1,2 m dan panjang sesuai dengan jumlah bibit yang diinginkan.

B. Penanaman Kecambah
Kecambah harus cepat ditanam jika kemasan plastik sudah dibuka hal ini untuk menghindari kerusakan pada kecambah.

Kecambah ditanam sedalam ± 2 cm dari permukaan tanah dan berjarak 2 cm. Cara penanaman kecambah adalah dengan membuat lobang kemudian meletakkan kecambah kedalam dengan posisi radiks (bakal akar) biasanya berwarna putih menghadap ke bawah. sedangkan calon pucuk biasanya ditandai dengan berwarna hijau harus menghadap ke atas. Hal ini bertujuan untuk menghindari kecambah mati atau tumbuh memutar. 

C. Pemeliharaan Bibit PreNursery
Pemeliharaan di pembibitan  prenursery adalah  :
1. Penyiangan gulma setiap bulan 
Penyiangan gulma dilakukan dengan manual terutama yang berada di dalam polibag tujuannya adalah untuk menghindari persaingan unsur hara dan cahaya antara bibit dengan gulma.

2. Penyiraman 
Dilakukan setiap pagi dan sore hari terkecuali jika hujan turun. Kebutuhan air sekitar 0,2 - 0,3 l per baby bag per hari. Jika ada hujan maka penyiraman tidak perlu dilakukan. Untuk sekala kecil penyiraman dapat dilakukan secara manual tetapi untuk sekala besar di perlukan sistem penyiraman untuk mengurangi biaya penyiraman.

3. Pemupukan di pembibitan prenursery 
Bibit yang sudah ditanam di pembibitan juga membutuhkan perlakukan pemupukan untuk mempercepat pertumbuhannya adapun cara pembukan bibit pre nursery disajikan dalam table berikut ini :

1. Minggu ke empat dilakukan pemupukan NPK (15:15:6:4) sebanyak 25 gr/10L/200 bibit
2. Minggu ke lima dilakukan pemupukan Urea sebanyak 25 gr/10L/200 bibit
3. Minggu ke enam dilakukan pemupukan NPK (15:15:6:4) sebanyak 25 gr/10L/200 bibit
4. Minggu ke tujuh dilakukan pemupukan Urea sebanyak 25 gr/10L/200 bibit
5. Minggu ke delapan dilakukan pemupukan NPK (15:15:6:4) sebanyak 25 gr/10L/200 bibit
6. Minggu ke sembilan dilakukan pemupukan Urea sebanyak 25 gr/10L/200 bibit
7. Minggu ke sepuluh dilakukan pemupukan NPK (15:15:6:4) sebanyak 25 gr/10L/200 bibit
8. Minggu ke sebelas dilakukan pemupukan NPK (15:15:6:4) sebanyak 25 gr/10L/200 bibit
9. Minggu ke duabelas dilakukan pemupukan NPK (15:15:6:4) sebanyak 25 gr/10L/200 bibit

Setelah berumur 3 bulan maka bibit sudah siap untuk di pindahkan ke pembibitan main nursery. Bagaimana cara pembibitan pada tahap Main Nursery akan di jabarkan pada artikel berikutnya. 

Demikian informasi tentang cara pembibitan pre nursery kelapa sawit semoga dapat bermanfaat buat kita semuanya. 

Thursday, January 29, 2015

Persyaratan Tumbuh Kelapa Sawit

Persyaratan Tumbuh Kelapa Sawit. Tanaman kelapa sawit bukan merupakan tanaman asli Indonesia oleh karena itu untuk dapat berhasil menanam kelapa sawit sebaiknya anda mengetahui terlebih dahulu apa sebenarnya syarat hidup tanaman ini. Jika syarat tidak dipenuhi maka ada kemungkinan anda akan mengalami kegagalan saat membudidayakan tanaman ini.

Tanaman kelapa sawit merupakan jenis tanaman yang membutuhkan penyinaran yang normal dimana lama penyinaran matahari yang baik untuk kelapa sawit antara 5-7 jam/hari. Oleh karena kebutuhan cahaya ini maka jarak tanam kelapa sawit harus dibuat dengan ukuran 9m x 9m  x 9m sehingga semua tanaman akan mendapatkan cahaya yang cukup untuk menghindari etiolasi.

Kelapa sawit memerlukan curah hujan yang sangat tinggi yaitu 1.500 - 4.000 mm pertahun, sehingga kelapa sawit akan berbuah lebih banyak di daerah dengan curah hujan yang tinggi. Dari hasil beberapa penelitian hal ini terbukti dimana jumlah pelepah yang dihasilkan tanaman kelapa sawit yang di tanam di Papua lebih banyak dibandingkan dengan yang di tanam di daerah Sumatera. Di Papua Kelapa sawit dapat menghasilkan 28 – 30 pelepah pertahun sedangkan di sumatera hanya menghasilkan 26  - 28 Pelepah setiap tahunnya.

Temperatur optimal untuk pertumbuhan kelapa sawit 24 - 28oC. Jadi  ketinggian tempat yang ideal untuk kelapa sawit antara 1-500 m dpl (di atas permukaan laut). Seiring dengan tanaman kelapa sawit yang sedang banyak peminatnya ada beberapa laporan bahwa tanaman kelapa sawit yang di tanaman pada ketinggian 1000 - 1200 m diatas permukaan laut berbuah dengan baik. tetapi hal ini masih perlu dilakukan penelitian untuk membuktikan bagaimana kualitas dan kuantitas produksinya apakah sesuai dengan dataran rendah.

Kelembaban optimum yang ideal untuk tanaman kelapa sawit sekitar 80-90% dan kecepatan angin 5-6 km/jam untuk membantu proses penyerbukan.

Kelapa sawit dapat tumbuh  pada jenis tanah Podzolik, Latosol, Hidromorfik Kelabu, Alluvial atau Regosol, tanah gambut saprik, dataran pantai dan muara sungai. Produksi kelapa sawit lebih tinggi jika di tanam di daerah bertanah Podzolik jika dibandingkan dengan tanah berpasir dan gambut.

Kelapa sawit akan tumbuh lebih baik pada areal tanah mineral dibandingkan dengan tanah gambut selain itu pada tanah gambut tanaman kelapa sawit sering doyong (tumbuh miring) karena akar tidak kuat untuk menahan berat batang dan daun.

Tingkat keasaman (pH) yang optimum untuk sawit adalah 5,0- 5,5. Kelapa sawit menghendaki tanah yang gembur, subur, datar, berdrainase (beririgasi) baik dan memiliki lapisan solum cukup dalam (80 cm) tanpa lapisan padas. Untuk mencapai tingkat keasamaan ini maka di daerah gambut diperlukan perlakuan pemberian pupuk Dolomit atau Kieserite dalam jumlah yang lebih besar bila dibandingkan dengan kelapa sawit yang di tanam di tanah darat. 

Kemiringan lahan kebun kelapa sawit sebaiknya tidak lebih dari 15°. Jika kemiringan lahan sudah melebihi 15° maka diperlukan tindakan konservasi tanah berupa pembuatan terasan, tapak kuda, rorak dan parit kaki bukit.

demikian informasinya tentang Persyaratan Tumbuh Kelapa Sawit semoga dapat bermanfaat.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...