Showing posts with label kelapa sawit. Show all posts
Showing posts with label kelapa sawit. Show all posts

Friday, August 10, 2018

Aplikasi Harga Kelapa Sawit Online


Kelapa sawit merupakan tanaman primadona yang saat ini di gandrungi oleh masyarakat di Indonesia terbukti luasan lahan kebun kelapa sawit Indonesia saat ini sudah mencapai kurang lebih 10 juta hektar. Tanaman ini menjadi primadona karena tingkat keuntungan yang didapatkan oleh petani pekebun sangat tinggi karena kelapa sawit akan berproduksi hingga lebih 25 tahun dan harga juga di tentukan oleh pemerintah. Saat ini banyak petani yang masih bingung untuk mendapatkan harga tandan buah segar yang ditetapkan oleh pemerintah dan kemarin secara tidak sengaja konsultasisawit menemukan sebuah aplikasi android yang menyajikan harga kelapa sawit yang ditetapkan oleh pemerintah dengan data yang terbaru.


Aplikasi android tersebut bernama Harga Kelapa Sawit Online. Dengan logo koin emas yang didalamnya ada gambar hologram tandan kelapa sawit. Aplikasinya sangat sederhana dimana tampilannya langsung menyajikan harga kelapa sawit periode terbaru tetapi jika kita ingin melihat harga periode sebelumnya kita tinggal memilih periode yang kita inginkan.
Untuk mendapatkan aplikasi harga kelapa sawit online ini anda tinggal mendownload di playstore atau lewat link dibawah ini.


Aplikasi ini dibagikan secara geratis oleh developernya sehingga hanya tinggal download saja selama anda masih punya paket internet.
Dari hasil ujicoba aplikasi ini terbilang sangat sederhana dan mudah digunakan. Setelah selesai terinstal dan dibuka akan diminta untuk memilih verifikasi akun google anda untuk dapat mendownload data dan ini hanya diminta saat pertama kali. Setelah itu akan langsung disajikan tabel harga kelapa sawit terbaru untuk periode terakhir yang ditetapkan oleh dinas perkebunan melalui rapat Harga.
Sekedar informasi penetapan harga tandan kelapa sawit diatur oleh pemerintah dimana setiap propinsi akan melakukan rapat harga penentuan kelapa sawit yang dilaksanakan setiap hari selasa. Perserta yang ikut hadir dalam rapat penetapan harga ini adalah perwakilan pemerintah (dinas perkebunan), pengusaha kelapa sawit (GAPKI dan perwakilan perusahaan) dan perwakilan petani (Aspekpir dan KUD).
Rapat ini biasanya dilakukan untuk membahas mengenai Indeks K, Harga penjualan CPO (Crude Palm Oil) dan harga penjualan kernel pada minggu sebelumnya sebagai dasar perhitungan harga yang baru.
Beruntung ya petani kelapa sawit harga ditentukan oleh pemerintah tidak seperti tanaman yang lain yang harganya di tentukan oleh tengkulak.
Kembali lagi ke aplikasi harga kelapa sawit online jika sudah masuk langsung disajikan harga terakhir yang ditetapkan oleh pemerintah meliputi  Indeks K, harga cpo, kernel, harga tandan kelapa sawit umur tanaman 3 tahun, 4 tahun, 5 tahun, 6 tahun, 7 tahun, 8 tahun, 9 tahun, 10-20 tahun, 21 tahun, 22 tahun, 23 tahun, 24 tahun dan 25 tahun.

Sanyangnya Aplikasi harga kelapa sawit online baru menyajikan harga kelapa sawit untuk Propinsi Riau sehingga untuk daerah lain belum tersedia mudah-mudahan develepornya mas Gura dapat menambah untuk propinsi yang lainnya.

Untuk mengganti periode kita tinggal menekan tombol tanggal dan akan muncul pilihan periode tanggal yang diinginkan dan akan kembali muncul dilayar Indeks K, harga cpo, kernel, harga tandan kelapa sawit umur tanaman 3 tahun, 4 tahun, 5 tahun, 6 tahun, 7 tahun, 8 tahun, 9 tahun, 10-20 tahun, 21 tahun, 22 tahun, 23 tahun, 24 tahun dan 25 tahun untuk periode yang dipilih tersebut.
Dalam aplikasi ini muncul iklan mungkin untuk membantu finansial developernya. Dalam keterangannya disebutkan tujuan aplikasi ini agar petani, pabrik dan pengusaha yang bergerak dibidang kelapa sawit dapat dengan mudah mengetahui harga kelapa sawit yang ditetapkan oleh pemerintah. Dalam aplikasi ini juga disajikan harga kelapa sawit untuk 1 tahun periode sebelumya mulai dari tahun 2017 hingga tahun ini.
Aplikasi harga kelapa sawit segara akan melakukan pengembangan untuk menambahkan harga tandan buah segar (tbs) kelapa sawit untuk propinsi lainnya seperti Sumatera Utara, Jambi dan Kalimantan.
Kita tunggu saja versi berikuntnya semoga daerah yang lain juga tersedia sehingga semua orang dari berbagai propinsi dapat  dengan mudah mengetahui harga kelapa sawit yang di tetapkan oleh pemerintah di daerahya.
Sekian dulu informasi tentang aplikasi harga kelapa sawit online semoga bermanfaat bagi anda.

Friday, June 8, 2018

Cara Mudah Mengendalikan Bambu

Gulma bambu merupakan salah satu jenis gulma yang sangat sulit dikendalikan di perkebunan kelapa sawit. Bambu memiliki sistem perkembang biakan dengan cara vegetatif lewat anakan. Pertumbuhan bambu juga sangat cepat sehingga terkadang sulit dikendalikan di perkebunan. Gulma bambu digolongkan kedalam kelas A diperkebunan sehingga tergolong gulma yang wajib dikendalikan karena berdampak sangat negatif terhadapa tanaman yang dibudidayakan. Sebenarnya jika dilakukan dengan cara yang tepat maka bambu ini sangat mudah dikendalikan. Sebelum menyampaikan cara pengendalian bambu berikut adalah penjelasan mengenai gulma bambu.

Klasifikasi Bambu
Di seluruh dunia terdapat 75 genus dan 1.500 spesies bambu. Di Indonesia sendiri dikenal ada 10 genus bambu, antara lain: Arundinaria, Bambusa, Dendrocalamus, Dinochloa, Gigantochloa, Melocanna, Nastus, Phyllostachys, Schizostachyum, dan Thyrsostachys. Bambu tergolong keluarga Gramineae (rumput-rumputan) disebut juga Hiant Grass (rumput raksasa), berumpun dan terdiri dari sejumlah batang (buluh) yang tumbuh secara bertahap, dari mulai rebung, batang muda dan sudah dewasa pada umur 3-4 tahun. Batang bambu berbentuk silindris, berbuku-buku, beruas-ruas, berongga, berdinding keras, pada setiap buku terdapat mata tunas atau cabang.

• Kingdom : Plantae
• Divisio : Magnoliophyta
• Classis : Magnoliopsida
• Sub classis : Commelinidae
• Ordo : Cyperales
• Familia : Poaceae
• Genus : Bambusa
• Species : Bambusa sp

Morfologi Bambu
Akar bambu berbentuk serabut yang terdapat dibawah tanah membentuk sistem percabangan, dimana dari ciri percabangan tersebut nantinya akan dapat membedakan asal dari kelopok bambu tersebut. Bagian pangkal akar ripangnya lebih sempit dari pada bagian ujungnya. 

Batang-batang bambu muncul dari akar-akar rimpang yang menjalar. Batang yang sudah tua keras dan umumnya berongga, berbetuk silinder memanjang dan terbagi dalam ruas-ruas. Tinggi tanaman bambu sekitar 0,3 m sampai 30 m. Diameter batangnya 0,25-25 cm dan ketebalan dindingnya sampai 25 mm. 

Daun bambu tergolong daun lengkap karena memiliki pelepah, tangkai dan helai daun. Pada batang yang sudah tua pelepah batangnya mudah gugur. Daun bambu berbentuk pita dengan ruas anak daun yang menjari.

Bambu tertentu menghasilkan bunga tetapi sedikit yang menghasilkan biji.

Jenis – Jenis Bambu
Arundinaria japonica Sieb & Zuc ex Stend ditemukan di Jawa.
Bambusa arundinacea (Retz.) Wild. (Pring Ori) di Jawa dan Sulawesi
Bambusa atra Lindl. (Loleba) di Maluku.
Bambusa blumeana Bl. ex Schul. f. (Bambu Duri) di Jawa, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.
Bambusa glaucescens (Wild) Sieb ex Munro. (Bambu Pagar; Cendani) di Jawa.
Bambusa vulgaris Schard. (Awi Ampel; Haur Kuneng; Haur Hejo; Pring Kuning) di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Maluku. 
Dendrocalamus asper (Bambu Petung) di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Sulawesi.
Dendrocalamus giganteus Munro. (Bambu Sembilang) di Jawa
Gigantochloa achmadii Widjaja. (buluh Apus) di Sumatera.
Gigantochloa hasskarliana (Bambu Lengka Tali) di Sumatera, Jawa, dan Bali.
Gigantochloa kuring (Awi Belang) di Jawa.
Gigantochloa levis (Blanco) Merr. (Bambu Suluk) di Kalimantan
Gigantochloa nigrocillata Kurz (Bambu Lengka; Bambu Terung; Bambu Bubat) di Jawa.

Manfaat Bambu
Di Indonesia banyak jenis bambu dimanfaatkan sebagai bahan makanan, bangunan (kontruksi), Transportasi, Pembuatan alat musik seperti angklung, kerajinan rumah tangga dan ornamen, serta sebagai bahan pengobatan alami.

Kerugian Akibat Bambu
Banyak kerugian yang disebabkan oleh tanaman bambu diantaranya adalah sebagai berikut ini :
1. Pertumbuhan sangat cepat
Bambu memiliki pertumbuhan yang sagat cepat karena pertumbuhannya adalah melalui rimpang sehingga cepat untuk tumbuh di sekitar rumpunnya. Pertumbuhan rumpun bambu sangat tinggi karena dapat melebar hingga 2-3 meter pertahun hal ini di sebabkan karena   pertumbuhan anakan bambu selalu mengarah keluar. Bahkan di beberapa lokasi rumpun bambu yang dahulunya satu dapat terpisah menjadi beberapa rumpun karena pertumbuhan anakan yang selalu mengarah keluar tersebut.
Selain pertumbuhan melalui rimpang bambu dapat juga tumbuh jika ada bagian batang yang tertancap ke dalam tanah karena pada buku ruas akan menumbuhkan akar sehingga potongan batang bambu akan tumbuh membentuk rumpun yang baru.
Karena pertumbuhan yang sangat cepat ini maka akan ditemukan kesulitan untuk mengendalikan bambu secara manual sehingga diperlukan pengendalian secara kimia atau dengan dongkel menggunakan alat mekanis 
2. Populasi Tinggi
Pertumbuhan yang sangat cepat menyebabkan populasi bambu  berkembang dengan cepat sehingga akan mendekati tanaman selain itu bambu memiliki pertumbuhan yang cepat kearah atas sehingga jika tanaman kelapa sawit masih kecil maka akan ternaungi oleh tajuk bambu akibatnya cahaya yang diterima oleh kelapa sawit akan menjadi rendah. Hal ini akan meyebabkan kelapa sawit mengalami etiolasi karena terjadi perebutan cahaya dengan bambu.
3. Kehilangan Unsur Hara Tinggi
Bambu memiliki akar tunggal sehingga unsur hara akan cepat terserap oleh tanaman bambu akibatnya persaingan antara tanaman dengan bambu akan sangat tinggi dan biasanya bambu akan menyerap lebih banyak unsur hara daripada tanaman kelapa sawit. Selain itu bambu juga menghasilkan zat yang beracun pada akarnya yang mengakibatkan akar tanaman kelapa sawit mengalami keracunan  sehingga pertumbuhannya menjadi sangat terbatas. 
Bambu menyerap unsur hara lebih banyak dari pada tanaman kelapa sawit sehingga sawit menjadi kurus dan tanah menjadi cepat tandus.
4. Daya Resistensi Terhadap Pestisida
Bambu memiliki kulit yang sangat tebal pada bagian batang dan daun,  bagian ini juga memiliki lapisan lilin sehingga sangat sulit ditembus oleh bahan kimia (herbisida).  Hal inilah yang membuat sehingga sangat sulit untuk mengendalikan gulma bambu di perkebunan kelapa sawit. 
5. Menggangu Pekerja
Tanaman bambu memiliki bulu yang sangat halus pada bagian daun dan batang sehingga akan menyebabkan rasa gatal dan akhirnya menimbulkan iritasi pada kulit jika terpapar pada pekerja di perkebunan kelapa sawit. 

Cara Pengendalian Bambu
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk pengendalian bambu :
1. Mekanis
Pengendalian secara mekanis adalah dengan menggunakan alat berat jenis excavator untuk mendongkel setiap rumpun bambu dan membalikkan batangnya arah kebawah sehingga bambu tidak akan tumbuh lagi. Cara ini efektif jika dilakukan bersamaan dengan stacking sehingga dapat mengurangi biaya.

2. Kimia
Pengendalian bambu secara kimia adalah dengan mengunakan herbisida jenis glifosat karena bekerja secara sistemik. Agar dapat menembus bagian kulit bambu maka sebelum melakukan peracunan maka terlebih dahulu semua batang yang ada di tebang dengan menggunakan pisau dan di sisakan sekitar 30 cm dari permukaan tanah.

Sampah dan sisa bambu kemudian di bersihkan di sekitar rumpun sehingga pada saat peracunan semua bagian batang dan anakan bambu dapat di racuni.

Siapkan racun dengan konsentrasi 15 – 20% kemuadian siramkan secara merata pada rumpun bambu yang sudah di bersihkan.

3. Secara Organik
Menurut informasi yang didapat dari beberapa rekan di perkebunan bahwa pengendalian bambu juga dapat dilakukan dengan menggunakan ampas kelapa dimana bambu yang sudah di tebang ditaburi dengan ampas kelapa dan rumpun bambu tersebut akan membusuk.

Demikian informasi tentang cara pengendalian bambu yang dapat di berikan jika anda memiliki pengalaman di luar cara ini dipersilahkan untuk berbagi di kolom komentar. 

Monday, June 4, 2018

Aplikasi Android Kalkulator Planter Kelapa Sawit


Aplikasi Kalkulator Untuk Planter.  Sudah lama konsultasisawit tidak melakukan update artikel tetapi kali ini ada sebuah aplikasi yang sepertinya sangat berguna bagi rekan Plantrer yang berada di perkebunan kelapa sawit yaitu sebuah aplikasi yang membantu untuk menghitung beberapa perhitungan yang biasa digunakan rekan – rekan semuanya. Aplikasi  ini bernama 



PlanterCalc tampilan anatmukanya sederhana dan berisi beberapa menu pilihan untuk perhitungan yaitu :
1. Populasi
2. Pupuk
3. Panen
4. Semprot

Jika dilihat sepertinya berisi perhitungan yang mendasar yang biasanya dipakai untuk melakukan perhitungan di perkebunan kelapa sawit dan konsultasi sawit merasa tertarik untuk mencoba aplikasi tersebut.

Kalau menu kita pilih maka akan muncul halaman baru yang meminta kita untuk mengisi baris yang sudah disediakan berupa data-data yang diperlukan untuk perhitungan yang akan dilakukan.
Didalam menu populasi tanaman kita diminta untuk memasukkan populasi tanaman perhektar dan saat menu hitung di tekan akan dihasilkan jarak tanam kelapa sawit baik dalam baris dan atar arisnya. Dari hasil percobaan konsultasi sawit memasukkan angka populasi/Ha = 136 dan dihasilkan perhitungan jarak tanam = 9,21 m dan jarak anta baris = 7,98 m. Perhitungan ini akan sangat membantu bagi para planter dan petani kelapa sawit yang ingin menanam kelapa sawit karena cukup memasukkan populasi yang diinginkan maka jarak tanam kelapa sawitnya segera diperoleh. Masih ada satu tumbol lagi yaitu reset dan ketika di tekan ternyata angka kembali ke kosong berarti untuk melakukan perhitungan berikutnya.

Masih ada 3 menu lagi yang akan dicoba yaitu panen, pupuk dan semprot. Kali ini kita akan mencoba aplikasi menu perhitungan panen dan terdapat tampilan seperti dibawah ini :

Kita juga diminta memasukkan beberapa data yang diperlukan dan coba kita lakukan perhitungan :
  •          Janjang masak dipokok diperiksa              = 20
  •          Pokok panen diperiksa                               = 100
  •           Jumlah pokok perHa                                 = 130
  •          Luas panen (Ha)                                        = 20
  •          Berat janjang rata-rata                               = 21
  •          Out Put pemanen (janjang)                        = 50
  •          Out put truk (kg)                                        = 15000

Hasil perhitungannya adalah :
  • Kerapatan panen                                         = 20 %
  • Estimasi panen                                            = 520 janjang
  • Estimasi panen                                            = 10.920 Kg
  • Kebutuhan pemanen                                    = 10 HK
  • Kebutuhan truk                                            =  0,73 Unit


Aplikasi ini sangat berguna untuk menghitung berapa potensi panen dan kebutuhan tenaga kerja panen serta truk yang dibutuhkan.

Kesimpulan aplikasi ini menarik untuk di gunakan terutama untuk menghitung jarak tanam kelapa sawit berdasarkan populasi yang diinginkan. Silahkan klik link dibawah ini :



Aplikasi ini masih belum tersedia di Play Store karena mungkin masih dalam tahap pengembangan oleh developernya.

Thursday, February 5, 2015

Cara Budidaya Lele Panen 50 Hari

Cara Budidaya Lele Panen 50 Hari. Secara normal lele baru bisa dipanen setelah 3 bulan pemeliharaan dengan berat badan 100 gr/ ekor tetapi menurut informasi yang diperoleh oleh admin konsultasisawit dari beberapa sumber informasi bahwa saat ini lele dapat di panen setelah dipelihara selama 50 hari saja. Anda penasaran bagaimana caranya akan di jabarkan secara detail dalam artikel ini.

Tetapi sebelum kita aungkapkan rahasianya ada baiknya kalau kita kilas balik apa sebenarnya dan bagaimana cara budidaya lele itu sendiri. ikan lele dapat diusahakan di kolam tanah,kolam semen, bahkan di sawah atau yang sekarang lebih ramai dikembangkan di kolam terpal. Ikan lele adalah komoditas ikan air tawar yang mempunyai nilai gizi yang tinggi yang terdiri dari protein 17 %, lemak 4,8%, mineral 1,2 % ,vitamin 1,2 % dan air 75,1 %.

Makanan ini sangat laris manis terbukti sepanjang jalan perkotaan hingga pedesaan paling mudah ditemukan warung yang menjual pecel lele, benar bukan?? Bagaimana dengan daerah anda.

Ikan lele yang banyak dibudidayakan saat ini lele dumbo, sangkuriang , piton, mamo dll. Ikan lele sungai, rawa, danau bahkan payau jarang dibudidayakan karena pertumbuhannya yang lambat.


Pemelihara lele sangat mudah dilakukan asalkan anda menggunakan bibit yang sehat dan kolam yang memenuhi syarat hidup ikan lele . Jika ada serangan penyakit saat ini sudah banyak vaksin untuk benih ikan lele agar tetap sehat.

Ikan lele tergolong ikan omnivora, memakan tumbuhan, cacing, bahan organik, dll. Ikan ini aktif makan pada malam hari dan mencari makan di dasar kolam. sebenarnya pemberian pakan tenggelam lebih cocok.

Basa basinya sudah cukup dan berikut adalah cara agar lele 50 hari :
1. Siapkan kolam baik itu dari tanah, tembok atau terpal sesuai ukuran yang diinginkan
2. Masukkan kapur dengan dosis 50-100 gram/m3 air kolam.Tergantung pH tanah. 
3. Berikan pupuk kotoran ayam dengan dosis  500-700 gram/m3 air kolam.
4. Tambahkan PROBIOTIK dengan dosis 100 gram untuk 1000 m3 air kolam. probiotik dapat di beli di toko perikanan berfungsi sebagai pengurai sisa makanan menjadi bahan organik yang berguna untuk ikan lele.
5. Isi air hingga ketinggian mencapai 30-50 cm dan biarkan sampai satu minggu, sampai air kolam jadi coklat atau kehijauan berarti plangton sudah tersedia. Jika demikian berarti kolam siap diisi dengan benih lele.
6. Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada sore hari atau pagi hari pada saat udara tidak panas. Sebelum di tebar benih yang dalam kemasannya di rendam kedalam kolam selama 15-20 menit agar tidak stress karena perubahan suhu air yang mendadak. Setelah itu buka ikatan dan biarkan benih lele keluar sendiri dari kemasan ke air kolam.

Padat penebaran ikan lele dalam kolam tanah 35-50 ekor per m2 sedang kolam semen atau terpal bisa mencapai 100 ekor per m2 atau lebih tergantung daya dukungnya. ukuran benih untuk tebar sebaiknya minimal ukuran 5-7 cm.

7. Rahasia agar lele dapat dipanen 50 hari adalah pada tehnik pemberian pakan. Lele akan kanibal jika kekurangan pakan untuk itu dibuatkan jadwal pemberian pakan untuk 1000 ekornya,  sebagai berikut :
a. Hari Setelah Tebar 1  -  7 hari Jenis Pakan PF 800 Banyaknya 2 kg
b. Hari Setelah Tebar 8  -  14 hari Jenis Pakan PF 1000 Banyaknya 3 kg
c. Hari Setelah Tebar 15-  23 hari Jenis Pakan LP 1 Banyaknya 10 kg
d. Hari Setelah Tebar 24-  50 hari Jenis Pakan LP  3 Banyaknya 85 kg
Total pakan yang dibutuhkan hingga panen adalah 100 kg. 

JIka anda mengikuti cara di atas maka ikan lele akan dipanen berukuran 8-10 ekor per kg atau 100 gram per ekor setelah 50 hari pemeliharaan. SELAMAT MENCOBA..!!!

Penyakit Ikan Lele
Penyakit yang biasa menyerang ikan lele adalah akibat dari infeksi bakteri aeromonas, yang timbul akibat lingkungan yang kurang baik. Penyakit yang lain adalah yang dikenal bintik putih yang disebabkan oleh protozoa. Penyakit bakteri aeromonas dapat disembuhkan dengan tetrasiklin,streptomisin,dan kemecitin.

Obat tersebut diberikan dengan cara menyampurkan dalam pakan selama satu minggu dengan dosis 1 mg per 100 grm berat ikan per hari. Penyakit bintik putih diobati dengan cara merendam ikan sakit kedalam larutan garam dapur selama 30-60 menit setiap hari dalam seminggu.

Demikian informasi tentang cara budidaya lele panen 50 hari semoga anda dapat mencobanya di kebun kelapa sawit anda terutama jika sawit anda sudah tua yang tidak lama lagi akan di replanting sehingga sambil menunggu sawit baru berbuah anda masih tetap punya penghasilan.

Wednesday, February 4, 2015

Sistem Pengairan/Irigasi Pembibitan Kelapa Sawit

Sistem Pengairan/Irigasi Pembibitan Kelapa Sawit. Salah satu faktor penentu keberhasilan pembibitan kelapa sawit sangat tergantung dari sistem pengairan terutama pada pembibitan dalam jumlah yang banyak. Kebutuhan air di pembibitan main nursery sangat tinggi dimana dibutuhkan lebih dari 2,5 liter/polibag/hari. Jadi harus di pastikan bahwa ketersediaan air tersedia di pembibitan kelapa sawit.  Mengingat masalah air sangat vital bagi pembibitan maka harus dipastikan bahwa areal pembibitan dekat dengan sumber air sebagai salah satu syarat wajib pembibitan kelapa sawit.

Untuk pembibitan dalam jumlah yang kecil maka pengairan dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan gembor atau dengan menggunakan selang air yang dapat di tarik. Untuk pembibitan dalam skala besar maka diperlukan sistem penyiraman yang baik. 


Adapun alat, bahan dan sistem penyiraman di pembibitan kelapa sawit adalah sebagai berikut:

A.Sistem manual
Air dihisap dari sumber air bisa berupa parit, sumur, waduk  atau sungai  menggunakan pompa air dan dialirkan ke lokasi pembibitan melalui pipa dan selang. Penyiraman dilakukan secara manual dengan menggunakan selang. 

B.Sistem Sprinkler 
Sistem ini adalah pengembangan cara manual dimana air yang dihisap dari sumber air dialirkan melalui pipa induk kemudian dihubungkan dengan pipa utama dan pipa distribusi yang mengarah ke dalam barisan bibit. 

Setiap jarak 2 - 3 meter dibuat sambungan dan dipasang pipa berdiri dimana di ujungnya di pasang sprinkler untuk menyiram bibit. Setiap pipa distribusi memiliki panjang 9 – 18 meter dan dilengkapi dengan 8 - 9 sprinkler. Kebutuhan air sekitar 75 m3 /ha/hari, efisiensi 30-40% dengan pompa air berdaya pancar 45 psi. kekuatan pompa 18-20 horse power untuk 8 hektar pembibitan


Kebutuhan Air per Bibit
Pada tahap pembibitan pre nursery kebutuhan air per bibit adalah 0,1 – 0,3 liter/hari sehingga pada saat hujan tidak turun maka penyiraman perlu dilakukan sebanyak 4 mm air per polybag setiap 2 hari sekali. Penyiraman dengan mesin pompa tidak boleh dilakukan agar akar muda tidak terganggu. 

Penyiraman harus dilakukan dengan dengan semprotan yang halus, akan lebih baik bila menggunakan gembor secara manual.

Untuk pembibitan tahap main nursery kebutuhan air per biit adalah  2,5 liter/hari, oleh karena itu penyiraman harus dilakukan secara rutin 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari terkecuali terjadi hujan maka penyiraman dilakukan dengan cara :

• Jam penyiraman : 07.00 wib – selesai paling lambat jam 11.00 wib; sore hari jam 15.00 wib – selesai
• Bila malam sebelumnya turun hujan (> 8 mm) dan tanah di polybag masih basah maka penyiraman hanya dilakukan sore hari saja.
• Bila pagi harinya hujan turun (> 10 mm) maka tidak perlu penyiraman pagi dan sore.

Demikian informasi tentang sistem penyiraman pembibitan kelapa sawit semoga dapat membantu dan bermanfaat.

Tuesday, February 3, 2015

Pembibitan Main Nursery Kelapa Sawit

Pembibitan Main Nursery Kelapa Sawit. Pada artikel sebelumnya telah kita bahas tentang pembibitan kelapa sawit tahap pertama yaitu prenursery kali ini akan di bahas tahapan kecua yaitu pembibitan main nursery kelapa sawit. Pembibitan main nursery dilakukan setelah bibit kelapa sawit berumur 3 bulan pada tahap prenursery. sebelum dilakukan pemindahan bibit maka dilakukan seleksi bibit untuk membuang bibit yang tidak normal.

Adapun tahapan pekerjaan  untuk pembibitan kelapa sawit tahap main nursery adalah sebagai berikut ini :

Persiapan Media.
Tanah yang digunakan harus tanah  lapisan atas dan tidak tercampur dengan batu-batu kerikil. Tekstur tanah sebaiknya lempung berliat dan mempunyai sifat drainase yang baik (tidak boleh menggunakan tanah gambut).

Tanah dicampur dengan pupuk TSP/RP sebanyak 150 gr/100 kg tanah atau solid dengan perbandingan 1 : 6 (solid + tanah). Solid yang dipakai adalah solid yang yang sudah cukup matang terdekomposisi (± 1 bulan). 

Isikan tanah tersebut ke large bag ( 20 kg per large bag) sampai setinggi  1 cm dari bibir kantong (setelah padat akan turun menjadi ? 3 cm dari bibir kantong).  Pengisian tanah diusahakan cukup padat dan berdiri tegak (tidak bengkok atau patah pinggang).  Tanah yang diisikan ke dalam large bag harus ada dalam keadaan kering.

Untuk penanaman bibit pindahan dari dederan dibutuhkan polybag yang lebih besar, berukuran 40 cm x 50 cm atau 45 cm x 60 cm (lay flat), tebal 0,11 mm dan diberi lubang pada bagian bawahnya untuk drainase.

Polibag yang sudah diisi dengan tanah kemudian di susun segitiga sama sisi dengan  jarah 90 cm x 90 cm x 90 cm.

Transplanting (Pemindahan Bibit)
Tanah di polibag besar kemudian di lobagi dengan menggunakan pipa 4” agar sesuai dengan ukuran polibag kecil, kemudian polibag kecil di belah pada bagian smaping dan bawah sehingga bibit beserta tanah dapat di ambil dan dimasukkan kedalam lobang tanam di polibag besar. 

Tanah di sekitar bibit kemudian di padatkan dan di lakukan penyiraman. Tujuannya adalah untuk menyediakan air yang cukup dalam polibag sehingga bibit yang baru dipindahkan tidak akan mengalami stress air yaitu menjadi layu.

Pemiliharaan Bibit Main Nursery
Penyiraman
Penyiraman dengan sistem springkel irrigation sangat membantu dalam usaha menghasilkan kelembaban yang diinginkan dan dapat melindungi bibit terhadap kerusakan karena siraman. Penyiraman dilakukan dua kali sehari yaitu setiap pagi dan sore hari.

Penyiraman bibit dilakukan dua kali sehari, kecuali apabila jatuh hujan lebih dari 7-8 mm pada hari yang bersangkutan. Air untuk menyiram bibit harus bersih dan cara menyiramnya harus dengan semprotan halus agar bibit dalam polybag tidak rusak dan tanah tempat tumbuhnya tidak padat. Kebutuhan air siraman ± 2 lt/polybag/hari, disesuaikan dengan umur bibit.

Penyiangan
Penyiangan di pembibitan main nursery dapat dilakukan sekali sebulan di polibag sedangkan untuk gulma yang berada di tanah dapat di lakukan pengendalian secara kimia.

Gulma yang tumbuh dalam polybag dan di tanah antara polybag harus dibersihkan, dikored atau disemprot dengan herbisida. Penyiangan gulma harus dilakukan 2-3 kali dalam sebulan, atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma.

Pemupukan
Pemupukan di pembibitan main nursery dilakukan sesuai dengan dosis berikut ini :
1. Umur 14 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 2,5 gr/bibit
2. Umur 16 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 5 gr/bibit
3. Umur 18 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 7,5 gr/bibit
4. Umur 20 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 10 gr/bibit
5. Umur 22 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 10 gr/bibit
6. Umur 24 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 10 gr/bibit
7. Umur 28 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 20 gr/bibit + Dolomite 20 gr
8. Umur 32 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 20 gr/bibit
9. Umur 36 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 25 gr/bibit
10. Umur 40 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 25 gr/bibit + Dolomite 30 gr
11. Umur 44 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 30 gr/bibit 
12. Umur 48 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 30 gr/bibit 
13. Umur 52 Minggu diberikan pupuk NPK dengan dosis 30 gr/bibit + Dolomite 30 gr

waktu pemupukan diatas dihitung sebagai lanjutan umur minggu dari pembibitan pada tahap pre Nursery.

Di pembibitan prenursery seleksi bibit dilakukan pada saat bibit berumur 4 - 6 minggu dan saat akan di pindahkan ke main nursery yaitu pada saat bibit berumur 12 minggu. Bibit yang diseleksi adalah bibit yang tumbuh kerdil, abnormal, berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang.

Demikian informasi tentang cara pembibitan main nursery kelapa sawit jangan lupa baca juga tahap pembibitan pre nursery. Pada artikel berikutnya kita akan membahas cara melakukan seleksi bibit kelapa sawit. Demikian informasinya semoga bermanfaat buat anda.

Sunday, February 1, 2015

Pembibitan Kelapa Sawit PreNursery

Pembibitan Kelapa Sawit PreNursery. Untuk mendapatkan bibit yang berkualitas maka sebaiknya dilakukan pembibitan kelapa sawit. Syarat lokasi pembibitan kelapa sawit telah di bahas pada artikel sebelumnya. Keuntungan dengan membuat pembibitan dibandingkan dengan menanam langsung adalah pemeliharaan yang lebih mudah, murah dan terkontrol sehingga resiko kematian bibit dapat dihindari. Jika kita menanam kecambah langsung di lahan maka pemeliharaan akan lebih sulit untuk dilakukan. Bagaimana sebenarnya cara pembibitan kelapa sawit akan di jabarkan di bawah ini.

Pembibitan kelapa sawit dilakukan selama  satu  tahun baru siap untuk di pindahkan kelapangan. Pembibitan kelapa sawit terdiri dari 2 tahap pengerjaan yaitu :
1. Prenursery
Kecambah di tanam dalam polibag kecil selama 3 bulan dan  akan di pindahkan ke pembibitan main nursery
2. Main nursery
Bibit di pindahkan (transplanting) dari polibag kecil ke dalam polibag besar dan dipelihara selama 9 bulan sampai siap di tanam. Cara pembibitan main nursery akan di jelaskan pada artikel berikutnya.

Adapun tahapan pekerjaan  untuk pembibitan kelapa sawit tahap prenursery adalah sebagai berikut :

A. Persiapan Media Tanah.
Tanah Top soil diayak dengan ayakan 1 cm untuk memisahkan bongkah-bongkah tanah dan sisa-sisa akar/kerikil. Tanah  yang  telah  diayak dicampur dengan pupuk TSP/RP sebanyak 10 gr/ polibag kecil ( berukuran lebar 15 cm, panjang 23 cm dan tebal 0,1 mm). 

Tujuan pemberian pupuk adalah untuk mejaga nutrisi hara tersedia bagi bibit di awal pertumbuhan karena unsur Posfor berguna untuk pertumbuhan akar. Tanah kemudian di masukkan kedalam polibag kecil dan dipadatkan.

Polibag kecil kemudian di susun dalam bedengan dengan lebar 1 - 1,2 m dan panjang sesuai dengan jumlah bibit yang diinginkan.

B. Penanaman Kecambah
Kecambah harus cepat ditanam jika kemasan plastik sudah dibuka hal ini untuk menghindari kerusakan pada kecambah.

Kecambah ditanam sedalam ± 2 cm dari permukaan tanah dan berjarak 2 cm. Cara penanaman kecambah adalah dengan membuat lobang kemudian meletakkan kecambah kedalam dengan posisi radiks (bakal akar) biasanya berwarna putih menghadap ke bawah. sedangkan calon pucuk biasanya ditandai dengan berwarna hijau harus menghadap ke atas. Hal ini bertujuan untuk menghindari kecambah mati atau tumbuh memutar. 

C. Pemeliharaan Bibit PreNursery
Pemeliharaan di pembibitan  prenursery adalah  :
1. Penyiangan gulma setiap bulan 
Penyiangan gulma dilakukan dengan manual terutama yang berada di dalam polibag tujuannya adalah untuk menghindari persaingan unsur hara dan cahaya antara bibit dengan gulma.

2. Penyiraman 
Dilakukan setiap pagi dan sore hari terkecuali jika hujan turun. Kebutuhan air sekitar 0,2 - 0,3 l per baby bag per hari. Jika ada hujan maka penyiraman tidak perlu dilakukan. Untuk sekala kecil penyiraman dapat dilakukan secara manual tetapi untuk sekala besar di perlukan sistem penyiraman untuk mengurangi biaya penyiraman.

3. Pemupukan di pembibitan prenursery 
Bibit yang sudah ditanam di pembibitan juga membutuhkan perlakukan pemupukan untuk mempercepat pertumbuhannya adapun cara pembukan bibit pre nursery disajikan dalam table berikut ini :

1. Minggu ke empat dilakukan pemupukan NPK (15:15:6:4) sebanyak 25 gr/10L/200 bibit
2. Minggu ke lima dilakukan pemupukan Urea sebanyak 25 gr/10L/200 bibit
3. Minggu ke enam dilakukan pemupukan NPK (15:15:6:4) sebanyak 25 gr/10L/200 bibit
4. Minggu ke tujuh dilakukan pemupukan Urea sebanyak 25 gr/10L/200 bibit
5. Minggu ke delapan dilakukan pemupukan NPK (15:15:6:4) sebanyak 25 gr/10L/200 bibit
6. Minggu ke sembilan dilakukan pemupukan Urea sebanyak 25 gr/10L/200 bibit
7. Minggu ke sepuluh dilakukan pemupukan NPK (15:15:6:4) sebanyak 25 gr/10L/200 bibit
8. Minggu ke sebelas dilakukan pemupukan NPK (15:15:6:4) sebanyak 25 gr/10L/200 bibit
9. Minggu ke duabelas dilakukan pemupukan NPK (15:15:6:4) sebanyak 25 gr/10L/200 bibit

Setelah berumur 3 bulan maka bibit sudah siap untuk di pindahkan ke pembibitan main nursery. Bagaimana cara pembibitan pada tahap Main Nursery akan di jabarkan pada artikel berikutnya. 

Demikian informasi tentang cara pembibitan pre nursery kelapa sawit semoga dapat bermanfaat buat kita semuanya. 

Thursday, January 29, 2015

Persyaratan Tumbuh Kelapa Sawit

Persyaratan Tumbuh Kelapa Sawit. Tanaman kelapa sawit bukan merupakan tanaman asli Indonesia oleh karena itu untuk dapat berhasil menanam kelapa sawit sebaiknya anda mengetahui terlebih dahulu apa sebenarnya syarat hidup tanaman ini. Jika syarat tidak dipenuhi maka ada kemungkinan anda akan mengalami kegagalan saat membudidayakan tanaman ini.

Tanaman kelapa sawit merupakan jenis tanaman yang membutuhkan penyinaran yang normal dimana lama penyinaran matahari yang baik untuk kelapa sawit antara 5-7 jam/hari. Oleh karena kebutuhan cahaya ini maka jarak tanam kelapa sawit harus dibuat dengan ukuran 9m x 9m  x 9m sehingga semua tanaman akan mendapatkan cahaya yang cukup untuk menghindari etiolasi.

Kelapa sawit memerlukan curah hujan yang sangat tinggi yaitu 1.500 - 4.000 mm pertahun, sehingga kelapa sawit akan berbuah lebih banyak di daerah dengan curah hujan yang tinggi. Dari hasil beberapa penelitian hal ini terbukti dimana jumlah pelepah yang dihasilkan tanaman kelapa sawit yang di tanam di Papua lebih banyak dibandingkan dengan yang di tanam di daerah Sumatera. Di Papua Kelapa sawit dapat menghasilkan 28 – 30 pelepah pertahun sedangkan di sumatera hanya menghasilkan 26  - 28 Pelepah setiap tahunnya.

Temperatur optimal untuk pertumbuhan kelapa sawit 24 - 28oC. Jadi  ketinggian tempat yang ideal untuk kelapa sawit antara 1-500 m dpl (di atas permukaan laut). Seiring dengan tanaman kelapa sawit yang sedang banyak peminatnya ada beberapa laporan bahwa tanaman kelapa sawit yang di tanaman pada ketinggian 1000 - 1200 m diatas permukaan laut berbuah dengan baik. tetapi hal ini masih perlu dilakukan penelitian untuk membuktikan bagaimana kualitas dan kuantitas produksinya apakah sesuai dengan dataran rendah.

Kelembaban optimum yang ideal untuk tanaman kelapa sawit sekitar 80-90% dan kecepatan angin 5-6 km/jam untuk membantu proses penyerbukan.

Kelapa sawit dapat tumbuh  pada jenis tanah Podzolik, Latosol, Hidromorfik Kelabu, Alluvial atau Regosol, tanah gambut saprik, dataran pantai dan muara sungai. Produksi kelapa sawit lebih tinggi jika di tanam di daerah bertanah Podzolik jika dibandingkan dengan tanah berpasir dan gambut.

Kelapa sawit akan tumbuh lebih baik pada areal tanah mineral dibandingkan dengan tanah gambut selain itu pada tanah gambut tanaman kelapa sawit sering doyong (tumbuh miring) karena akar tidak kuat untuk menahan berat batang dan daun.

Tingkat keasaman (pH) yang optimum untuk sawit adalah 5,0- 5,5. Kelapa sawit menghendaki tanah yang gembur, subur, datar, berdrainase (beririgasi) baik dan memiliki lapisan solum cukup dalam (80 cm) tanpa lapisan padas. Untuk mencapai tingkat keasamaan ini maka di daerah gambut diperlukan perlakuan pemberian pupuk Dolomit atau Kieserite dalam jumlah yang lebih besar bila dibandingkan dengan kelapa sawit yang di tanam di tanah darat. 

Kemiringan lahan kebun kelapa sawit sebaiknya tidak lebih dari 15°. Jika kemiringan lahan sudah melebihi 15° maka diperlukan tindakan konservasi tanah berupa pembuatan terasan, tapak kuda, rorak dan parit kaki bukit.

demikian informasinya tentang Persyaratan Tumbuh Kelapa Sawit semoga dapat bermanfaat.

Wednesday, January 28, 2015

Syarat Lokasi Pembibitan Kelapa Sawit

Syarat Lokasi Pembibitan Kelapa Sawit. Pembibitan merupakan hal yang wajib dilakukan jika ingin berkebun kelapa sawit karena jika membeli bibit banyak yang tidak terjamin keasliannya.  Untuk mendapatkan beniht yang asli sebaiknya anda membeli seccara resmi ke sumbernya jangan mudah percaya dengan orang yang menawarkan bibit terutama jika harganya sangat murah di kawatirkan benih tersebut adalah palsu. 

Untuk membuat pembibitan kelapa sawit maka harus ditentukan lokasi yang memenuhi syarat pembibitan, berikut adalah syarat-syarat lokasi bibitan kelapa sawit :

a) Topografi tanah datar
Areal yang datar akan memudahkan anda untuk menyusun polibag dan pembuatan jaringan irigasi untuk melakukan penyiraman bibit kelapa sawit.

b) Dekat sumber air 
Hal ini sangat diperlukan karena pembibitan akan memerlukan air untuk penyiraman terutama saat musim kemarau. saat tidak terjadi hujan maka harus dilakukan penyiraman bibit kelapa sawit dua kali sehari sehingga kebutuhan air akan tinggi jika bibitan dalam jumlah yang banyak.
Air tersedia cukup banyak terutama pada saat musim kemarau dan sumber air harus memiliki kualitas yang baik. 

c) Drainase (saluran pembuangan air) baik sehingga tidak tergenang pada musim hujan
Untuk menghindari banjir yang akan mengakibatkan kematian bibit maka drainase atau saluran pembuangan air sangat diperlukan terutama jika areal bibitan anda dekat dengan parit dan sungai yang volume airnya besar saat musim hujuan.

Drainase sebaiknya di sesuaikan dengan kondisi air yang akan mengalir di areal bibitan saat musim hujan. Drainase yang baik adalah dapat langsung mengalirkan semua air hujan ke luar areal bibitan.

d) Lokasi harus mudah dijangkau dan jauh dari sumber hama dan penyakit, tersanitasi dengan baik dan terbuka, tidak terhalang oleh pohon besar atau bangunan
Lokasi bibitan harus mudah di jangkau karena pengangkutan bibit harus lancar saat bibit akan di pindahkan kelapangan.

e) Dekat dengan perumahan sehingga pengawasan dapat lebih intensif
Hal ini berguna untuk mempermudahkan karyawan menuju lokasi pembibitan sehingga akan mengurangi biaya  transportasi tenaga kerja dan juga mempermudah pengawasan.

f) Aman dari gangguan binatang (sapi, kambing, kerbau dan lain-lain)
Binatang peliharaaan seperti sapi, kerbau dan kambing adalah pemakan rumput dan biasanya juga suka memakan daun sawit yang masih muda oleh karena itu areal bibitan harus terbebas dari hewan ternak tersebut.

Demikian informasinya untuk syarat lokasi pembibitan kelapa sawit semoga bermanfaat dan cara pembibitan kelapa sawit akan di tulis pada artikel berikutnya.

Sunday, January 25, 2015

Harga CPO Dunia 2015 Anjlok

Bahaya Harga CPO Dunia 2015 Anjlok. Setelah sekian lama tidak update ternyata informasi baru sudah banyak dan yang paling hangat adalah informasi prediksi harga CPO ini. Menurut informasi yang di dapat oleh admin konsultasi sawit banyak yang memprediksi bahwa harga CPO akan mengalami titik terendah di tahun 2015 ini merupakan kabar buruk bagi petani dan pengusaha kelapa sawit di Indonesai. Padahal menurut Analis Indonesia dapat mengendalikan harga crude palm oil dunia pada 2015 dengan catatan pemerintah tegas mandatori biodiesel 10% atau B10. Menurut  Godrej International Ltd Dorab E. Mistry menyebut harga CPO bisa mencapai R2300-2500 tahun ini apabila B10 dapat diimplementasikan secara maksimal.

Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia Derom Bangun memperkirakan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (cpo) masih akan turun hingga akhir 2015 mendatang. Hal tersebut disebabkan oleh harga bahan bakar minyak bersubsidi berbarengan dengan harga minyak dunia yang merosot. Banyak pakar ekonomi dunia memperediksi bahwa harga CPO pada tahun 2015 bisa menyetuh harga terendah yaitu 600 - 700 USD.

Kesimpulan harga CPO turun tersebut setelah menurut para ahli disebabkan oleh beberapa hal yaitu :
1. Harga Bahan Bakar Minyak yang terus turun sehingga sebagai kompetitor maka otomatis harga CPO juga ikut turun.
2. Situasi ekonomi gelobal yang melemah
3. Kebijakan pemerintah tentang biodisel.

Tetapi saat ini harga di tingkat petani masih lumayan tinggi karena di daerah Riau masih diatas Rp. 1700,-. dari bulan desember yang sempat menyentuh harga Rp. 1500,-

Untuk dapat mengatasi masalah ini sudah sebaiknya para petani dan pengusaha kelapa sawit melakukan efisiensi biaya dengan meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan penerapan teknologi terbaru.

Demikian informasinya semoga dapat membantu

Friday, May 2, 2014

Petani Kelapa Sawit Terjebak Prilaku Konsumtif

Petani Kelapa Sawit Terjebak Prilaku Konsumtif. Setiap orang yang bertemu dengan petani yang satu ini akan merasa sensasi berbeda karena yakin pendapatannya sangat besar terutama saat ini yang terbantu dengan harga yang berada di kisaran Rp. 2.000. Tetapi dari hasil penelusuran admin konsultasi sawit ternyata berbeda karena kemewahan tersebut hanya semu dimana petani kelapa sawit banyak terjebak dengan sifat yang konsumtif. Sifat konsumtif ini terkadang membuat beberapa orang petani kelapa sawit yang bangkrut hingga kebun kelapa sawit terpaksa di jual karena tidak sanggup untuk membayar hutang kredit yang terlalu besar karena produksi terlalu sedikit.

Beberapa sifat konsumtif yang ditemukan di lapangan adalah sebagai berikut :
1.  Pinjaman di Bank terlalu besar
80% petani kelapa sawit memiliki hutang di bank yang dekat dengan tempatnya tinggal. Besar pinjaman terkadang terlalu besar sehingga sering tidak sangup untuk membayar terutama pada saat produksi kebun kelapa sawit yang sedikit. Akibatnya banyak kebun tidak terawat karena uang pendapatan sudah habis untuk membayar hutang di bank.
2. Kredit kendaraan pribadi
Dilokasi yang dikunjungi oleh admin setiap rumah petani pasti terdapat sepeda motor dengan jumlah 2 – 3 unit. Biasanya dibeli dengan cara yang kredit bukan lunas dengan pinjaman di bank akibatnya petani harus membayar bunga kredit sebanyak 2 kali ke bank dan leasing. Kredit untuk kendaraan biasanya antara Rp. 500.000 sampai dengan Rp. 1.000.000 untuk setiap unitnya perbulan.
3. Kredit elektronik dan furniture
Uang hasil pinjaman di bank biasanya habis digunakan untuk membangun rumah sehingga di butuhkan tambahan hutang untuk kredit elektronik dan furniture karena menurut petani tidak enak rasanya rumah bagus tetapi tidak ada isinya.
4 Kredit lain-lain
Kredit lain yang biasanya di miliki oleh petani adalah dalam bentuk pinjaman uang dan hutang kebutuhan pokok ke KUD untuk belanja sehari-hari dan kebutuhan yang mendesak.

Seorang petani menyebutkan bahwa saat ini untuk 1 buah sertifikat kapling kelapa sawit seluas 2 Ha dapat meminjam ke bank sebesar Rp. 100 juta jika masa pinjaman selama 4 tahun maka setiap bulan petani harus membayar sebesar Rp. 4.000.000. Untuk membayar hutang kredit tersebut berarti petani harus mengeluarkan produksi sebanyak 2.000 kg. Dari hasil pantauan di lapangan saat ini produksi kelapa sawit yang ada sekitar 3.000 kg perbulan artinya pendapatan kotor petani  tinggal 1.000 kg atau jika dikalikan dengan harga               Rp. 2000/kg adalah Rp. 2.000.000. Jika dikurangi dengan biaya produksi Rp. 700/kg  maka biaya produksi adalah Rp. 2.100.000. maka sang petani tersebut sudah mengalami kerugian sebanyak Rp. 100.000/bulan. Itu masih untuk membayar hutang di bank bagaimana lagi dengan biaya hidup, hutang kredit kendaraan bermotor dan hutang lainnya. Akibatnya petani tersebut terpaksa merelakan kendaraanya di tarik leasing 3 bulan kemudian dan tidak membayar hutang kredit ke bank. Bahkan dalam tempo setahun maka kebun sawitnya terpaksa di jual karena tidak sanggup lagi untuk membayar kredit bank.

Jika kita lihat ilustrasi di atas maka sifat konsumtif inilah yang menjerumuskan petani kelapa sawit menjadi gagal. Untuk menghindari ini dibutuhkan kerjasama semua pihak terutama dari bank untuk tidak memberikan pinjaman di atas kemampuan bayar petani karena secara tidak langsung akan menyengsarakan petani kalapa sawit tersebut.


Selain itu dibutuhkan bantuan pelatihan dari pemerintah untuk memberikan petani tentang bagaimana cara mengelola ekonomi rumah tangga sehingga dapat menjadi petani yang sukses bukan petani yang mewah tetapi kemudian mengalami kegagalan karena terlilit hutang. 

Sunday, March 30, 2014

Luas Kelapa Sawit Indonesia Hingga 2013

Luas Kelapa Sawit Indonesia Hingga 2013. Perkebunan kelapa sawit di Indonesia terus bertambah seiring dengan potensi bisnisnya yang sangat mengairahkan apalagi di tahun 2014 ini harga kelapa sawit di tingkat petani lebih besar dari Rp. 2000/kg tandan buah segar. Sehingga sering di temukan banyak pengalihan lahan yang awalnya adalah untuk tanaman pangan di alih fungsikan menjadi tanaman kelapa sawit karena petani berharap keuntungan yang di hasilkan akan lebih meningkat.

Akibat peningkatan pembukaan lahan yang besar – besaran 10 tahun terakhir di Indonesia maka banyak tuduhan dari internasional yang menyebutkan bahwa pembukaan lahan kelapa sawit di Indonesia merusak lingkungan dan salah satu penyebab terjadinya pemanasan global. Tuduhan tersebut perlu memperoleh perhatian serius karena sudah mulai diwujudkan dalam berbagai bentuk hambatan perdagangan internasional khususnya produk-produk pertanian Indonesia seperti minyak sawit di beberapa negara/kawasan.

Menurut sumber Badan Pusat Statistik yang di ambil dari situs resminya menyebutkan Indonesia memiliki kebun kelapa sawit seluas 992.400 Ha pada tahun 1995. Tetapi pada tahun 2000 luas perkebunan kelapa sawit mencapai 2.991.300 Ha. Ini berarti dalam kurun waktu 5 tahun terdapat laju pertumbuhan perkebunan kelapa sawit sebesar 201%. Ini merupakan laju pertumbuhan yang sangat luar biasa karena lebih besar dari 40% pertahun terjaid penambahan areal perkebunan.

Jika kita bandingkan dengan tahun 2005 Kebun Kelapa Sawit diIndonesia seluas 3.593.400 Ha jika kita bandingkan dengan tahun 2000 yang memiliki luas 2.991.300 Ha maka terjadi peningkatan luas lahan seluas 602.100 Ha atau mengalami peningkatan sebesar 20%. Jika kita lihat pada periode ini peningkatan pembukaan lahan untuk kelapa sawit berkurang dari periode sebelumnya hal ini mungkin disebabkan karena tren harga pada periode tahun 2000 sampai dengan 2005 juga rendah.


Pada periode berikutnya yaitu 2005 – 2010 terjadi juga peningkatan luas lahan perkebunan kelapa sawit dari 3.593.400 Ha  menjadi 8.385.394 Ha. Ini berarti masih terjadi peningkatan sebesar 4.791.994 Ha atau mengalami peningkatan sebesar 133,35%. Peningkatan luas lahan ini kemungkinan besar disebabkan oleh peningkatan harga kelapa sawit di tingkat petani meskipun harga sempat turun pada tahun 2009. Jika di lihat secara tahun maka pada tahun 2010 peningkatan luas lahan kelapa sawit hanya sebesar 2 %  atau seluas 137.066 Ha dari tahun sebelumnya yaitu 8.248.328 Ha pada tahun 2009.

Tabel Laju Pertubuhan Luas Beberapa Komoditi Perkebunan
Uraian
2011
2012
Laju Pertumbuhan (%)
Karet
3.456.128
    3.506.201
 1.45
Kelapa
3.767.704
    3.781.649
 0.37
Kelapa Sawit
8.992.824
    9.572.715
 6.45
Kopi
1.233.698
    1.235.289
 0.13
T e h  
   123.938
       122.206
 -1.40
Data diolah dari Luas Areal dan Produktivitas Perkebunan di Indonesia Direktoran Jendral Perkebunan

Berdasarkan data yang di peroleh dari Direktoran Jendral Perkebunan pada tahun 2011 dan 2012 maka laju pertumbuhan luas kebun kelapa sawit mencapai 6,45% dan angka ini paling tinggi bila di bandingkan dengan tanaman perkebunan lainnya seperti Karet sebesar 1,45%, Kelapa sebesar 0,37%, Kopi sebesar 0,13% dan Teh sebesar -1,40%.

Jika kita membuat laju pertumbuhan perkebunan kelapa sawit sebesar 5% pertahun maka pada tahun 2014 ini Indonesia bakal memiliki 10.654.432 Ha perkebunan kelapa sawit. Tetapi mengigat harga kelapa sawit yang saat ini sangat tinggi maka kemungkinan luas lahan baru akan lebih besar dari 10% seperti pada periode tahun 2000-2005 yang mencapai 20% pertahun.

Kita berharap agar pembukaan lahan baru mengikuti peraturan pemerintah terutama tentang larangan pembukaan lahan tanpa bakar karena dalam beberapa tahun terakhir ini dibeberapa daerah terutama Propinsi Riau selalu terjadi musibah kabut asap yang di sebabkan oleh kebakaran lahan. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...