Monday, February 10, 2014

Fosfor Fungsi dan Gejala Defisiensi

Fosfor bersama-sama dengan Nitrogen dan Kalsium, digolongkan sebagai unsur-unsur utama walaupun dibutuhkan dalam jumlah yang lebih kecil dari kedua unsur tersebut. Tanaman biasanya mengabsorpsi P dalam bentuk ion orthofosfat primer H2PO4- dan sebagian kecil dalam bentuk sekunder HPO42-. Absorpsi kedua ion itu oleh tanaman dipengaruhi oleh pH tanah sekitar akar. Pada pH tanah yang rendah absorpsi bentuk H2PO4- akan meningkat.

Fungsi Fosfor Bagi Tanaman
1.Pertumbuhan akar 
Posfat yang cukup akan memperbesar pertumbuhan akar. Percobaan-percobaan dari Ohlrogge dan rekan-rekannya di universitas Purdue, menunjukkan bahwa apabila pupuk P yang mudah larut diberikan bersama-sama dengan pupuk NH4+ di dalam larikan, maka akar tanaman akan berkembang hebat sekali di daerah itu. Juga ada kenyataan bahwa absorpsi fosfat bertambah bila dipakai pupuk nitrat dibandingkan dengan pupuk amonium.
2.Mempercepat masaknya buah
Posfat juga mempercepat masaknya buah terutama bagi tanaman serealia. 
3.Pembentukkan biji
Posfat penting bagi pembentukkan biji, dan banyak dijumpai di dalam buah dan biji.
4.Mempecepat reaksi kimia 
Peranan posfat adalah memungkinkan semua reaksi-reaksi kimia di dalam proses biologi berlangsung sempurna dan dipercepat. Posfat berperan penting dalam proses photosintesa, perubahan - perubahan karbohidrat dan senyawa-senyawa yang berhubungan dengannya, glikolisis, meta bolisme asam amino, metabolisme lemak, metabolisme sulfur, oksidasi biologis, dan sejumlah reaksi dalam proses hidup.

Gejala kekurangan unsur P :
1.Warna daunnya akan tampak tua dan sering tampak mengkilap kemerahan
tepi daun bercabang
2.Batang terdapat warna merah ungu yang lambat laun berubah menjadi kuning
3.Jika tanaman berbuah, buahnya kecil, tampak jelek dan lekas matang.
4.Pertumbuhannya kerdil, pelepah memendek dan  ada kecendrungan batang/bonggol batang mengerucut
5.Tanaman  lain yang digunakan sebagai indicator, warna helaian daun lalang keunguan, sulit berkembang dan bintil-bintil N pada akar sangat jarang
6.Biasanya terdapat Senduduk dan pakis kawat
  
Gejala kelebihan unsur P :
Gejala kekurangan Posfat yang terlihat pada tanaman adalah :
1.Tumbuhan kerdil
2.Warna daun berubah menjadi ungu atau coklat mulai dari ujung-ujung daun.

Demikian informasinya semoga dapat membantu dan bermanfaat buat kita semuanya.

Wednesday, February 5, 2014

Fungsi dan Gejala Defisiensi Nitrogen

Nitrogen termasuk unsur hara makro utama yang dibutuhkan semua tanaman dalam jumlah yang banyak. Nitrogen terdapat dalam beberapa jenis pupuk seperti ZA, Urea, NPK dan beberapa pupuk cair. Kandungan unsur hara Nitrogen memiliki kadar yang berbeda-beda antar setiap jenis pupuk. Nitrogen sangat penting untuk pembentukan protein, daun-daunan dan berbagai persenyawaan organik lainnya.
Unsur  ini penting bagi tanaman dapat disediakan oleh manusia melalui pemupukan. Nitrogen umumnya diserap oleh tanaman dalam bentuk NO3- dan NH4+ walaupun urea (H2NCONH2) dapat  juga dimanfaatkan oleh tanaman karena urea secara cepat dapat diserap melalui epidermis daun. Jarang sekali bahwa urea diabsorpsi melalui akar karena di dalam tanah urea dihidrolisa menjadi NH4+ senyawa-senyawa ini biasanya tidak terdapat dalam larutan tanah dalam  jumlah yang cukup berarti. Di tanah-tanah yang bereaksi agak masam  sampai alkali, dengan aerasi baik, maka bentuk NO3-akan banyak dijumpai.

Fungsi Nitrogen :
a.         Pembentukan daun-daun dan ranting. 
Unsur hara Nitrogen sangat dibutuhkan untuk pembentukan daun dan ranting oleh karenanya kekurangan unsur hara ini akan terlihat dengan  jelas pada daun tanaman.
b.        Pembentukan karbohidrat
Nitrogen berguna dalam proses pembentukan karbohidrat dalam proses fotosintesis yang terjadi di daun tanaman.  
c.         Pembentukan protein
Apabila ketersediaan N sedikit maka hanya sebagian kecil hasil photosintesa yang dirubah menjadi protein dan sisanya diendapkan menjadi karbohidrat. Pada berbagai tanaman gandum menaikkan kadar protein pada butir gandum.
d.        Meningkatkan produksi tanaman.
Produksi tanaman akan meningkat dengan pemberia unsur hara nitrogen karena akan mempercepat proses pembentukan daun, protein dan mobilitas (unsur hara, protein dan karbohidrat) di dalam tubuh tanaman.

Gejala Kekurangan Unsur N :
a.       Warna daun yang hijau agak kekuningan selanjutnya berubah menjadi kuning
Gejala yang paling mudah dilihat jika tanaman kekurangan N  adalah daun yang berubah warna menjadi kuning terutama pada daun muda..
b.      Daun menjadi kering dan berwarna merah kecoklatan
Pada keadaan kandungan N yang rendah sekali, daun akan menjadi coklat dan mati. Untuk jenis rumput-rumputan ujung-ujung daun tua mula-mula akan mengering seperti terbakar dan menjalar ke seluruh daun melalui ibu tulang dan melebar ke samping sehingga memberikan bentuk V.
c.       Buah yang tidak sempurna
Jika tanaman kekurangan N maka akan terlihat buah yang umumnya kecil dan cepat matang.

Gejala Kelebihan Unsur N :
a.       Tanaman akan tampak terlalu subur, ukuran daun akan menjadi lebih besar
Unsur hara N yang berlebihan dapat dilahat pada daun tanaman yang berubah menjadi warna hijau tua. Pemberian N yang banyak akan mengakibatkan pertumbuhan vegetatip berlangsung hebat sekali dan warna daun menjadi hijau tua
b.      Batang menjadi lunak dan berair (sekulensi).
Pada tanaman serat, kelebihan N akan melemahkan serat-seratnya sedangkan untuk tanaman biji-bijian akan menyebabkan tanaman  rebah, terutama bila kekurangan  kalium atau apabila varietas yang dipakai tidak tahan terhadap pemupukan N yang tinggi.

c.       Penundaan pembentukan bunga, bahkan mudah lebih mudah rontok dan pemasakan buah cenderung terlambat.

Tuesday, November 5, 2013

Cara Budidaya Cacing Sutra


Cara Budidaya Cacing Sutra Terbaru. Cacing sutra merupakan salah satu komoditi yang sangat menarik untuk di budidayakan karena saat ini di Indonesia mulai banyak penggemar ikan hias. Cacing ini merupakan salah satu makanan untuk ikan hias yang baik karena mengandung gizi yang cukup tinggi untuk ikan hias. Cacing sutra memiliki nama latin tubifex sp. di Indonesia cacing sutra dikenal dengan nama cacing rambut atau cacing darah merupakan cacing kecil seukuran rambut berwarna kemerahan dengan panjang sekitar 1-3 cm, dengan tubuh berwarna merah kecoklatan dengan ruas-ruas. Budidaya ikan semakin berkembang, kebutuhan akan pakan mejadi salah satu masalah yang menjadi perhatian serius dari akuakulturis yang bergerak di bidang ini. Salah satu pakan yang menjadi kebutuhan bagi kegiatan budidaya adalah pakan alami. Ada berbagai macam pakan alami yang menjadi perhatian para akuakulturis, seperti fitoplankton, zooplankton, cacing, dan maggot. Pakan alami dikembangkan dengan berbagai tujuan seperti pemenuhan kebutuhan nutrisi, sebagai first feeding dalam pembenihan ikan, dan lain sebagainya.
gambar cacing sutra dalam koloni

Klasifikasi cacing sutra menurut Gusrina (2008) adalah :

Filum   : Annelida
Kelas   : Oligochaeta
Ordo    : Haplotaxida
Famili  : Tubifisidae
Genus  : Tubifex
Spesies: Tubifex sp.

Syarat Hidup Cacing Sutra
Cacing ini memiliki bentuk dan ukuran yang kecil serta ramping dengan panjangnya 1-2 cm, sepintas tampak seperti koloni merah yang melambai-lambai karena warna tubuhnya kemerah-merahan, sehingga sering juga disebut dengan cacing rambut. Cacing ini merupakan salah satu jenis benthos yang hidup di dasar perairan tawar daerah tropis dan subtropis, tubuhnya beruas-ruas dan mempunyai saluran pencernaan, termasuk kelompok Nematoda. Cacing sutera hidup diperairan tawar yang jernih dan sedikit mengalir. Dasar perairan yang disukai adalah berlumpur dan mengandung bahan organik. Makanan utamanya adalah bagian-bagian organik yang telah terurai dan mengendap di dasar perairan tersebut (Djarijah 1996).

Cacing sutera merupakan organisme hermaprodit yang memiliki dua alat kelamin jantan dan betina sekaligus dalam satu tubuh. Berkembangbiak dengan bertelur, proses peneluran terjadi di dalam kokon yaitu suatu segmen yang berbentuk bulat telur yang terdiri dari kelenjaar epidermis dari salah satu segmen tubuhnya. Telur tersebut mengalami pembelahan, kemudian berkembang membentuk segmen-segmen. Setelah beberapa hari embrio dari cacing ini akan keluar dari kokon. Cacing sutera ini mulai berkembangbiak setelah 7-11 hari (Lukito dan Surip 2007).

Induk yang dapat menghasilkan kokon dan mengeluarkan telur yang menetas menjadi tubifex mempunyai usia sekitar 40-45 hari. Jumlah telur dalam setiap kokon berkisar antara 4-5 butir. Waktu yang dibutuhkan untuk proses perkembangbiakan telur di dalam kokon sampai menetas menjadi embrio tubifex membutuhkan waktu sekitar 10-12 hari. Jadi daur hidup cacing sutera dari telur, menetas hingga menjadi dewasa serta mengeluarkan kokon dibutuhkan waktu sekitar 50-57 hari (Gusrina, 2008).

Manfaat Cacing sutra
Cacing rambut merupakan salah satu alternatif pakan alami yang dapat dipilih untuk memberi makan ikan yang anda pelihara, terutama pada saat fase larva hingga benih ataupun untuk ikan hias anda karena memiliki kandungan nutrisi yang baik dan cenderung seimbang dan sangat bagus untuk pertumbuhan ikan.

Cara Budidaya cacing sutra
1.Persiapan Bibit
Bibit bisa dibeli dari toko ikan hias atau diambil dari alam. Catatan : Sebaiknya bibit cacing di karantina dahulu karena ditakutkan membawa bakteri patogen.

2. Persiapan Media
Media perkembangan dibuat sebagai kubangan lumpur dengan ukuran 1 x 2 meter yang dilengkapi saluran pemasukan dan pengeluaran air. Tiap tiap kubangan dibuat petakan petakan kecil ukuran 20 x 20 cm dengan tinggi bedengan atau tanggul 10 cm, antar bedengan diberi lubang dengan diameter 1 cm.

3. Pemupukan

Lahan di pupuk dengan dedak halus atau ampas tahu sebanyak 200 – 250 gr/M2 atau dengan pupuk kandang sebanyak 300 gr/ M2.

Cara pembuatan pupuk :

a. Siapkan kotoran ayam, jemur 6 jam.
b. Siapkan bakteri EM4 untuk fermentasi kotoran ayam tersebut. Cari di toko pertanian atau toko peternakan atau balai peternakan.
c. Aktifkan/Kembangkan bakterinya dengan cara ¼ sendok makan gula pasir  + 4ml EM4 + dalam 300ml air terus diamkan kurang lebih 2   jam.
d. Campur cairan itu ke 10kg kotoran ayamyang dah di jemur tadi, aduk hingga rata.
e. Selanjutnyamasukkan ke wadah yang tertutuprapat selama 5 hari

4. Fermentasi
Bertujuan untuk menaikkan kandungan N-organik dan C-organik hingga 2 kali lipat. Caranya adalah lahan direndam dengan air setinggi 5 cm selama 3-4 hari.

5. Penebaran Bibit
Selama Proses Budidaya lahan dialiri air dengan debit 2-5 Liter / detik

6. Pemeliharaan Cacing Sutra
a.  Lahan uji coba berupa kolam tanah berukuran 8 x 1,5 m dengan kedalaman 30 cm.
b. Dasar kolam uji coba ini hanya diisi dengan sedikit lumpur.
Apabila matahari cukup terik, jemur kolam minimum sehari. Bersamaan dengan itu, kolamdibersihkan dari rumput atau hewan lain yang berpotensi menjadi hama bagi cacing sutra, seperti keong mas atau kijing.
c. Pipa Air Keluar (Pipa Pengeluaran/Outlet)dicek kekuatannya dan pastikan berfungsi dengan baik.Pipa Pengeluaran ini sebaiknya terbuat dari bahan paralon berdiameter 2 inci dengan panjangsekitar 15 cm.
d. Usai pengeringan dan penjemuran, usahakan kondisi dasar kolam bebas dari bebatuan danbenda-benda keras lainnya. Hendaknya konstruksi tanah dasar kolam relatif datar atau tidak bergelombang.
e. Dasar kolam diisi dengan lumpur halus yang berasal dari saluran atau kolam yang dianggapbanyak mengandung bahan organik hingga ketebalan dasar lumpur mencapai 10 cm.
f. Tanah dasar yang sudah ditambahi lumpur diratakan, sehingga benar-benar terlihat rata dantidak terdapat lumpur yang keras.
g. Untuk memastikannya, gunakan aliran air sebagai pengukur kedataran permukaan lumpur tersebut. Jika kondisinya benar-benar rata, berarti kedalaman air akan terlihat sama di semuabagian.
h. Masukkan kotoran ayam kering sebanyak tiga karung ukuran kemasan pakan ikan, kemudiansebar secara merata dan selanjutnya bisa diaduk-aduk dengan kaki.
i.  Setelah dianggap datar, genangi kolam tersebut hingga kedalaman air maksimum 5 cm, sesuaipanjang pipa pembuangan.
j.  Pasang atap peneduh untuk mencegah tumbuhnya lumut di kolam.
k. Kolam yang sudah tergenang air tersebut dibiarkan selama satu minggu agar gas yang dihasilkan dari kotoran ayam hilang. Cirinya, media sudah tidak beraroma busuk lagi.
l. Tebarkan 0,5 liter gumpalan cacing sutra dengan cara menyiramnya terlebih dahulu di dalambaskom agar gumpalannya buyar.
m. Cacing sutra yang sudah terurai ini kemudian ditebarkan di kolam budi daya ke seluruhpermukaan kolam secara merata.
n. Seterusnya atur aliran air dengan pipa paralon berukuran 2/3 inci.

7.  Makanan Cacing Sutra
Karena cacing sutra termasuk makhluk hidup, tentunya cacing sutra tersebut juga butuh makan. Makanannya adalah bahan organik yang bercampur dengan lumpur atau sedimen di dasar perairan. Cara makan cacing sutra adalah dengan cara menelan makanan bersama sedimennya dan karena cacing sutra mempunyai mekanisme yang dapat memisahkan sedimen dan makanan yang mereka butuhkan. Jadi kita juga harus menyediakan makanannya tersebut.

8. Panen
Panen cacing sutera dilakukan setelah budidaya berlangsung beberapa minggu dan berturut-turut bisa dipanen setiap dua minggu sekali. Cara pemanenan cacing suteradengan menggunakan serokhalus/lembut. Cacing sutera yang didapat dan masih bercampur dengan media budidaya dimasukkan kedalam ember atau bak yang diisi air, kira –kira 1 cm diatas media budidaya agar cacing rambut naik ke permukaan media budidaya. Ember ditutup hingga bagian dalam menjadi gelap dan dibiarkan selama enam jam. Setelah enam jam, cacing rambut yang menggerombol diatas media diambil dengan tangan. Dengan cara ini didapat cacing sutera sebanyak 30 – 50 gram/m2 per dua minggu. Untuk mendapatkan cacing rambut yang cukup dan berkesinambungan, panjang parit perlu dirancang sesuai dengan keperluan setiap harinya.

Demikian informasi tentang cara budidaya cacing sutra, selamat mencoba semoga sukses beternak cacing sutranya.

Monday, November 4, 2013

Trik Mesra Dengan Pasangan

Trik Mesra Dengan Pasangan. Semua pasangan suami istri pasti mendambakan bagaimana memiliki hubungan yang sangat romantis dan menyenangkan terutama saat sedang bercinta karena menurut para ahli kesehatan yang dibutuhkan adalah kwalitas bukan kuantitas bercinta. Beberapa orang ahli membagi kalau di dalam tubuh manusia terdapat sebuah elemen yaitu hati atau perasaan jadi setiap orang pasti ingin merasakan dicintai. Oleh karena itu untuk membuktikan bahwa anda mencintai pasangan anda memerlukan sesuatu yang membuatnya dapat merasakan hal tersebut secara sempurna.

Dalam melakukan percintaan dengan pasangan maka ada beberapa hal yang harus dipenuhi untuk mendapatkan kwalitas yang baik :

1. Tentukan Waktu Bercinta
Cara ini akan membuat anda menjadi lebih romantis dengan pasangan anda karena sama seperti pacaran dulu untuk ketemu saja mungkin perlu waktu satu minggu sekali, jadi jika anda memiliki jadwal bercinta dengan pasangan anda maka akan timbul suatu sensa yang berbeda salain itu akan membuat mod anda untuk melakukan hubungan dengan pasangan lebih baik dari pada tanpa ada jadwal.

Victoria Zdrok Wilson, JD, PhD dalam bukunya menyampaikan bahwa merencanakan hal romantis untuk pasangan yang sudah resmi menikah akan menimbulkan suatu rasa romantis ya di kedua pasangan tersebut.

2. Matikan Alat Komunikasi
Di era tehnologi sekarang ini hampir semua orang memiliki alat komunikasi baik itu berupa handphone, tablet, dll. Alat ini memang sangat bermanfaat untuk berkomunikasi tetapi saat sedang bercinta alat ini dapat sangat menggangu jadi untuk menghindari ganguan dari alat komunikasi sebaiknya pada jadwal yang sudah anda sepakati dengan pasangan sebaiknya di matikan saja semua alat komunikasi anda.

3. Coba Pengalaman Baru
Cobalah berdiskusi dengan pasangan anda untuk mencoba cara tertentu karena ada kalanya cara yang baru akan membuat anda merasa lebih menarik dan menyenangkan tetapi untuk menghindari beban dari pasangan anda maka sebaiknya dilakukan komunikasi apakah cara ini tidak menggangu pasangan anda.

4.  Diskusi
Untuk mengerti keinginan pasangan anda maka anda perlu menanyakan langsung dengan pasangan anda pada saat bercinta anda diwaktu yang lain bagaimana posisi yang menarik menurut pasangan anda. Untuk menghindari kesalah pahaman maka komunikasi ini sangat di perlukan karena anggapan anda bisa saja salah kalau tidak ada diskusi dengan pasangan anda apakah cara ini disukai atau tidak.

Saat berdiskusi sebaiknya anda membahas hal - hal yang erlu diperbaiki atau disenangi oleh pasangan anda agar percintaan anda menjadi lebih menyenangkan.


6. Jangan Menolak Seks
Jika anda sudah memiliki jadwal maka sebaiknya anda menghindari untuk melanggarnya karena menurut beberapa riset bahwa hubungan intim dapat mengobati berbagai jenis penyakit mulai dari sakit kepala, mengurangi stres, membuat tidur lebih nyenyak dan membuat kemarahan mereda. Jadi sebaiknya jangan menolak seks saat pasangan anda mengajak tetapi yang perlu dilakukan adalah bagaimana anda dapat menikmantinya dan bukan menggangap sebagai beban.

7. Jaga Kesehatan dan Penampilan
Kesehatan dan penampilan  adalah dua hal yang sangat erat kaitannya karena pasangan anda akan sangat menyenangi anda jika penampilan anda masih tetap atau lebih baik tetapi jika penampilan anda menjadi berkurang maka pasangan anda juga akan memiliki mood yang berkurang untuk bercinta dengan anda. 

Kesehatan sangat berpengaruh terhadap libido karena pada kondisi tubuh yang kurang sehat maka libido akan menurun sehingga gairah anda juga akan menurun. Menurut Dr. Zdrok Wilson keinginan untuk bercinta pada saat sakit akan menurun pada saat orang mengalami sakit. Oleh karena itu untuk memiliki hubungan yang tetap harmonis dengan pasangan anda maka sebaiknya anda tetap menjaga kesehatan dengan makan dan minum yang cukup serta berolahraga.

Demikian tip cara untuk bercinta dengan pasangan, semoga informasi ini dapat membantu dan bermanfaat. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...