Monday, November 4, 2013

Tingkat Taksonomi Tumbuhan

Tingkat Taksonomi Tumbuhan. Untuk memudahkan penentuan hubungan kekerabatan dan memperlancar pelaksanaan penggolongan tumbuhan, maka diadakan kesatuan-kesatuan taksonomi yang berbeda-beda tingkatnya. Sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang dicantumkan dalam Kode Tatanama, maka suatu individu tumbuhan dapat dimasukkan dalam tingkat-tingkat kesatuan taksonomi sebagai berikut (dalam urutan menurun, beserta akhiran-akhiran nama ilmiahnya) : 

- Dunia tumbuh-tumbuhan (Regnum Vegetabile) 
- Divisi (divisio -phyta) 
- Anak divisi (sub divisio -phytina) 
- Kelas (classis -opsida, khusus untuk Alga –phyceae) 
- Anak kelas (subclassis –idea) 
- Bangsa (ordo –ales) 
- Anak bangsa (subordo –ineae) 
- Suku (familia –aceae) 
- Anak suku (subfamilia –oideae) 
- Puak (tribus –eae) 
- Anak puak (subtribus –inae) 
- Marga (genus; nama ilmiah marga dan semua tingkat di bawahnya tidak diseragamkan akhirannya) 
- Anak marga (subgenus) 
- Seksi (sectio) 
- Anak seksi (subsectio) 
- Deret (series) 
- Anak deret (subseries) 
- Jenis (species) 
- Anak jenis (sub species) 
- Varietas (varietas) 
- Anak varietas (subvarietas) 
- Forma (forma) 
- Anak forma (subforma) 
Urutan tingkat-tingkat kesatuan taksonomi itu tidak boleh diubah atau dipertukarkan. Dengan tidak memperhatikan tingkatnya maka setiap kesatuan taksonomi tersebut (misalnya suku, jenis, varietas) masing-masing disebut takson. 

Tipe Tatanama Tumbuhan.
Untuk menghindari kekacauan dalam pemakaian nama ilmiah maka Kode Internasional Tatanama Tumbuhan (KITT) menetapkan bahwa penerapan nama-nama takson dari tingkat suku ke bawah ditentukan berdasarkan tipe tatanama. Suatu tipe tatanama adalah salah satu unsur penyusun takson yang selalu dikaitkan dengan nama takson yang bersangkutan untuk selama-lamanya. 

Tipe tatanama tidak perlu merupakan unsur atau spesimen atau contoh yang paling khas daripada takson; tipe hanyalah suatu unsur yang selamanya dikaitkan dengan nama. 

Tipe yang digunakan dalam tatanama secara umum adalah : 
1. Holotipe (= holotypus),
Holotipe (= holotypus) ialah suatu spesimen atau unsur lain yang dipakai oleh seorang pengarang atau ditunjuk olehnya sebagai dasar waktu pertama kali mengusulkan nama jenis baru. Selama holotipe masih ada, penerapan nama yang bersangkutan dengannya dapat dipastikan secara otomatis. Kalau pengarang yang mempertelakan suatu takson tidak menentukan holotipe, atau kalau holotipe hilang maka tipe pengganti atau tipe baru dapat ditunjuk untuk menggantikannya. 
2. Tipe pengganti (= Lectotype), 
Tipe pengganti (= Lectotype) ialah suatu spesimen atau unsur lain dari spesimen-spesimen asli (isotope atau sintipe) yang dipilih untuk menjadi tipe tatanama, kalau holotipe tidak ditentukan atau holotipe hilang atau hancur. 
3. Isotipe (= Isotype), 
Isotipe (= Isotype) ialah duplikat (bagian dari suatu nomor koleksi yang dikumpulkan dalam waktu yang sama) dari holotipe. 
4. Sintipe (= Syntypus),
Sintipe (= Syntypus) ialah salah satu daripada beberapa spesimen atau contoh yang disebutkan pengarang kalau holotipe tidak ditentukan, atau sslah satu daripada beberapa spesimen yang bersama-sama ditunjuk sebagai tipe. 
5. Tipe baru (= Neotypus), 
Tipe baru (= Neotypus) ialah spesimen yang dipilih untuk menjadi tipe tatanama, kalau holotipe hilang atau rusak dan tidak mungkin untuk menunjuk tipe pengganti karena tidak adanya isotope atau sintipe. 

Nama-nama baru yang diusulkan untuk mengganti nama-nama lain, ataupun nama-nama kombinasi baru yang berasal dari nama-nama sebelumnya, haruslah memakai tipe-tipe tatanama dari namanama yang lebih tua atau yang digantinya. 

Salah satu asas penting dalam Kode Tatanama yaitu kesatuan taksonomi hanya boleh mempunyai satu nama ilmiah yang tepat, yaitu nama tertua yang sesuai dengan peraturan-peraturan. Hal ini diadakan untuk mengatasi kemungkinan dipakainya beberapa nama ilmiah yang berlainan untuk suatu takson yang sama (sinonim). Sebaliknya peraturan yang sama juga perlu untuk menghindari pemakaian satu nama ilmiah yang sama untuk beberapa taksa yang berbeda (homonim). 

Untuk menghindari penggonta-gantian nama marga dan suku yang timbul sebagai akibat penerapan peraturan-peraturan (terutama asas prioritas) secara konsekuen, maka beberapa nama diawetkan untuk terus dipertahankan pemakaiannya, misalnya: 
Palmae = Arecacea, Graminae = Poaceae, Cruciferae = Brassicaceae, 
Leguminosae = Fabaceae, Guttiferae = Clusiaceae, Umbelliferae = Apiaceae, 
Labiatae = Lamiaceae, Compositae = Asteraceae 

Demikian informasinya semoga dapat membantu dan bermanfaat bagi anda.

Manfaat Merokok Bagi Kesehatan


Manfaat Merokok Bagi Kesehatan. Anda tentu sering mendengar berita tentang bahayanya merokok terhadap kesehatan tubuh kita terbukti di kemasan rokok juga di tuliskan bahwa merokok dapat menyebabkan kangker, serangan jantung, impotensi, ganguan kehamilan dan janim. Tetapi tahukah anda merokok juga memiliki manfaat yang sangat menarik dan berguna bagi kesehatan. Dalam artikel kali ini konsultasi sawit mencoba untuk memaparkan beberapa fakta tentang rokok dan manfaat dari merokok tersebut. 
Inilah beberapa fakta manfaat dari merokok menurut beberapa penelitian yang tanpa sengaja saya temukan:

1. Menurut Woodrow Wyatt, peneliti dari Inggris dalam artikel yang di muat di The Times (Juli 1994), orang merokok di Glasgow tidak lebih banyak dari mereka yang ada di Bournemouth (kota sebelah selatan Glasgow). Tapi ternyata angka penderita penyakit jantung di Glasgow lebih banyak dari pada di Bournemouth.

2. Orang Yunani yang mendapat subsidi tembakau dari Uni Eropa, merupakan perokok terberat di dunia, namun angka rata-rata penderita kanker wanita terendah dan terendah kedua bagi pria. Demikian pula untuk penyakit jantung dan pernafasan, sangat sedikit. Hal ini di sebabkan orang Yunani banyak mengkonsumsi ikan dan minyak zaitun yang mengandung lemak tak jenuh ganda.

3. Seorang ahli THT ternama di AS mengatakan, bahwa ia menyarankan pada mantan perokok yang terserang batuk, untuk menghisap dua batang rokok sehari, dan hal itu menyembuhkan mereka.

4. Dr. James Le Fanu di AS menulis: “Perokok mempunyai resiko 50% lebih sedikit terkena penyakit alzheimer (pikun), dan banyak perokok yang mempunyai perlindungan lebih banyak dari penyakit ini.” The New England Journal of Medicine tahun 1985 menulis, para perokok yang terkena kanker endometrik kandungan 50% lebih sedikit daripada nonperokok.

5. Menurut artikel di Journal of The American Medical Association, penyakit kanker usus dan ulcerative, 30-50% lebih besar berpotensi menyerang nonperokok.

6. The American Government’s Health and Nutrition Examination Survey, menemukan kemungkinan osteoarthritis menyerang perokok berat 5 kali lebih kecil daripada nonperokok.

7. Menurut Prof. Petrus Budi Santoso, rokok bisa menolong manusia dari terkaman parkinson (sindrom yang membuat organ tubuh bergetar liar dan susah di kontrol). Sebab, dalam rokok terdapat nikotin yang dapat menghambat berkurangnya sel-sel di otak, yang mengakibatkan gangguan pada saraf. Ahli penyakit saraf di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu mengaku pernah meneliti dampak nikotin terhadap parkinson pada tahun 1987. Ia meneliti 100 pria perokok dan 100 pria tak merokok, yang semuanya penderita parkinson. Mereka rata-rata berusia di atas 50 tahun. “Ternyata mereka yang perokok tidak cepat parah penyakitnya,” katanya.

8. Di Inggris, pada akhir perang dunia ke dua, penderita jantung mengalami penurunan secara drastis padahal jumlah perokok waktu itu sangat tinggi.

Berikut adalah manfaat yang di dapat dengan merokok :
  1. Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif, maka untuk mengurangi resiko tersebut aktiflah merokok.
  2. Menghindarkan dari perbuatan jahat karena tidak pernah ditemui orang yang membunuh, mencuri dan berkelahi sambil merokok.
  3. Mengurangi resiko kematian: Dalam berita tidak pernah ditemui orang yang meninggal dalam posisi merokok.
  4. Berbuat amal kebaikan: Kalau ada orang yang mau pinjam korek api paling tidak sudah siap/tidak mengecewakan orang yang ingin meminjam.
  5. Baik untuk basa-basi/keakraban: Kalau ketemu orang misalnya di Halte  kita bisa tawarkan rokok.Kalau basa-basinya tawarkan uang kan gak lucu.
  6. Memberikan lapangan kerja bagi buruh rokok, dokter, pedagang asongan dan perusahaan obat batuk.
  7. Bisa dipake alasan untuk tambah gaji karena ada post untuk rokok dan resiko baju berlubang kena api rokok.
  8. Bisa menambah suasana pedesaan/nature bagi ruangan ber AC dengan asapnya sehingga seolah berkabut.
  9. Menghilangkan bau wewangian ruang bagi yang alergi bau parfum.
  10. Kalau kendaraan mogok karena busi ngadat tak ada api, maka sudah siap api.
  11. Membantu program KB dan mengurangi penyelewengan karena konon katanya merokok bisa menyebabkan impoten.
  12. Melatih kesabaran dan menambah semangat pantang menyerah karena bagi pemula merokok itu tidak mudah, batuk dan tersedak tapi tetap diteruskan (bagi yang lulus).
  13. Untuk indikator kesehatan: Biasanya orang yang sakit pasti dilarang dulu merokok, jadi yang merokok itu pasti orang sehat.
  14. Menambah kenikmatan: Sore hari minum kopi dan makan pisang goreng sungguh nikmat. Apalagi ditambah rokok!
  15. Tanda kalau sudah pagi, kita pasti mendengar ayam merokok.
  16. Anti maling, waktu perokok batuk berat di malam hari.
  17. Membantu shooting film keji, rokok digunakan penjahat buat nyundut jagoan yang terikat di kursi… Hai,... penderitaan itu pedih, jendral…!!!
  18. Film Koboi pasti lebih gaya naikkuda sambil merokok , soalnya kalau sambil ngupil susah betul..
  19. Film lebih cool soalnya kalo meledakan mobil atau pom bensin butuh rokok yang disentil ke bensin yang tercecer,
  20. Teman boker yang setia.
  21. Bahan inspirasi dan pendukung membuat Tugas Akhir, sehingga seharusnya dicantumkan ucapan terima kasih untuk rokok pada kata sambutan.
  22. Kalau ada yang nagih hutang,, ajak ngobrol aja sambil ngopi dan merokok.. pasti gak jadi nagihnya.
  23. Kalau anak anda pingin ngetop, sejak lahir ajari merokok .. pasti masuk Infotainment / TV

Bagi laki2 yang mau dikejar2 wanita cantik.. coba aja kalau ada gadis cantik lewat sundut tuh pantatnya dengan rokok.. pasti dia ngejar2 terus.. coba aja..

Demikian informasi tentang manfaat merokok anda boleh menanggapi positif atau sebaliknya, semoga artikel ini menarik untuk di baca.

Thursday, October 31, 2013

Cara Pengendalian Bambu Hingga Tuntas

Cara Pengendalian Bambu Hingga Tuntas. Gulma dapat di defenisikan tumbuhan yang merugikan secara ekonomis, merusak estetika dan bukan tanaman utama. Perkebunan kelapa sawit sering dihadapkan pada gulma yang spesifik dengan volume yang sangat besar sehingga membuat kebun kelapa sawit menjadi sangat jelek di lihat secara pandangan mata. Salah satu gulma yang sering dijumpai dalam jumlah besar di perkebunan adalah bamboo dimana pertumbuhannya sering dalam jumlah yang sangat banyak dan cara pengendaliannya membutuhkan keseriusan agar dapat menjadi tuntas.

Klasifikasi Bambu
Di seluruh dunia terdapat 75 genus dan 1.500 spesies bambu. Di Indonesia sendiri dikenal ada 10 genus bambu, antara lain: Arundinaria, Bambusa, Dendrocalamus, Dinochloa, Gigantochloa, Melocanna, Nastus, Phyllostachys, Schizostachyum, dan Thyrsostachys. Bambu tergolong keluarga Gramineae (rumput-rumputan) disebut juga Hiant Grass (rumput raksasa), berumpun dan terdiri dari sejumlah batang (buluh) yang tumbuh secara bertahap, dari mulai rebung, batang muda dan sudah dewasa pada umur 3-4 tahun. Batang bambu berbentuk silindris, berbuku-buku, beruas-ruas, berongga, berdinding keras, pada setiap buku terdapat mata tunas atau cabang.
• Kingdom : Plantae
• Divisio : Magnoliophyta
• Classis : Magnoliopsida
• Sub classis : Commelinidae
• Ordo : Cyperales
• Familia : Poaceae
• Genus : Bambusa
• Species : Bambusa sp

Morfologi Bambu
Akar bambu berbentuk serabut yang terdapat dibawah tanah membentuk sistem percabangan, dimana dari ciri percabangan tersebut nantinya akan dapat membedakan asal dari kelopok bambu tersebut. Bagian pangkal akar ripangnya lebih sempit dari pada bagian ujungnya. 

Batang-batang bambu muncul dari akar-akar rimpang yang menjalar. Batang yang sudah tua keras dan umumnya berongga, berbetuk silinder memanjang dan terbagi dalam ruas-ruas. Tinggi tanaman bambu sekitar 0,3 m sampai 30 m. Diameter batangnya 0,25-25 cm dan ketebalan dindingnya sampai 25 mm. 

Daun bambu tergolong daun lengkap karena memiliki pelepah, tangkai dan helai daun. Pada batang yang sudah tua pelepah batangnya mudah gugur. Daun bambu berbentuk pita dengan ruas anak daun yang menjari.

Bambu tertentu menghasilkan bunga tetapi sedikit yang menghasilkan biji.

Jenis – Jenis Bambu
? Arundinaria japonica Sieb & Zuc ex Stend ditemukan di Jawa.
? Bambusa arundinacea (Retz.) Wild. (Pring Ori) di Jawa dan Sulawesi
? Bambusa atra Lindl. (Loleba) di Maluku.
? Bambusa blumeana Bl. ex Schul. f. (Bambu Duri) di Jawa, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.
? Bambusa glaucescens (Wild) Sieb ex Munro. (Bambu Pagar; Cendani) di Jawa.
? Bambusa vulgaris Schard. (Awi Ampel; Haur Kuneng; Haur Hejo; Pring Kuning) di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Maluku. 
? Dendrocalamus asper (Bambu Petung) di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Sulawesi.
? Dendrocalamus giganteus Munro. (Bambu Sembilang) di Jawa
? Gigantochloa achmadii Widjaja. (buluh Apus) di Sumatera.
? Gigantochloa hasskarliana (Bambu Lengka Tali) di Sumatera, Jawa, dan Bali.
? Gigantochloa kuring (Awi Belang) di Jawa.
? Gigantochloa levis (Blanco) Merr. (Bambu Suluk) di Kalimantan
? Gigantochloa nigrocillata Kurz (Bambu Lengka; Bambu Terung; Bambu Bubat) di Jawa.
? Gigantochloa pruriens (Buluh Rengen) di Karo Sumatera Utara.
? Gigantochloa psedoarundinaceae (Bambu Andong; Gambang Surat; Peri) di Jawa.
? Gigantochloa ridleyi Holtum. (Tiyang Kaas) di Bali.
? Gigantochloa verticillata (Bambu Hitam)
? Phyllostachys aurea A&Ch. Riviera (Bambu Uncea; Bambu Buluh Kecil) di Jawa.
? Schizotachyum blunei Ness. (Bambu Wuluh; Bambu Tamiang) di Jawa, Nusa Tenggara Timur, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku

Manfaat Bambu
Di Indonesia banyak jenis bambu dimanfaatkan sebagai bahan makanan, bangunan (kontruksi), Transportasi, Pembuatan alat musik seperti angklung, kerajinan rumah tangga dan ornamen, serta sebagai bahan pengobatan alami.

Kerugian Akibat Bambu
Banyak kerugian yang disebabkan oleh tanaman bambu diantaranya adalah sebagai berikut ini :
1. Pertumbuhan sangat cepat
Bambu memiliki pertumbuhan yang sagat cepat karena pertumbuhannya adalah melalui rimpang sehingga cepat untuk tumbuh di sekitar rumpunnya. Pertumbuhan rumpun bambu sangat tinggi karena dapat melebar hingga 2-3 meter pertahun hal ini di sebabkan karena   pertumbuhan anakan bambu selalu mengarah keluar. Bahkan di beberapa lokasi rumpun bambu yang dahulunya satu dapat terpisah menjadi beberapa rumpun karena pertumbuhan anakan yang selalu mengarah keluar tersebut.
Selain pertumbuhan melalui rimpang bambu dapat juga tumbuh jika ada bagian batang yang tertancap ke dalam tanah karena pada buku ruas akan menumbuhkan akar sehingga potongan batang bambu akan tumbuh membentuk rumpun yang baru.
Karena pertumbuhan yang sangat cepat ini maka akan ditemukan kesulitan untuk mengendalikan bambu secara manual sehingga diperlukan pengendalian secara kimia atau dengan dongkel menggunakan alat mekanis 
2. Populasi Tinggi
Pertumbuhan yang sangat cepat menyebabkan populasi bambu  berkembang dengan cepat sehingga akan mendekati tanaman selain itu bambu memiliki pertumbuhan yang cepat kearah atas sehingga jika tanaman kelapa sawit masih kecil maka akan ternaungi oleh tajuk bambu akibatnya cahaya yang diterima oleh kelapa sawit akan menjadi rendah. Hal ini akan meyebabkan kelapa sawit mengalami etiolasi karena terjadi perebutan cahaya dengan bambu.
3. Kehilangan Unsur Hara Tinggi
Bambu memiliki akar tunggal sehingga unsur hara akan cepat terserap oleh tanaman bambu akibatnya persaingan antara tanaman dengan bambu akan sangat tinggi dan biasanya bambu akan menyerap lebih banyak unsur hara daripada tanaman kelapa sawit. Selain itu bambu juga menghasilkan zat yang beracun pada akarnya yang mengakibatkan akar tanaman kelapa sawit mengalami keracunan  sehingga pertumbuhannya menjadi sangat terbatas. 
Bambu menyerap unsur hara lebih banyak dari pada tanaman kelapa sawit sehingga sawit menjadi kurus dan tanah menjadi cepat tandus.
4. Daya Resistensi Terhadap Pestisida
Bambu memiliki kulit yang sangat tebal pada bagian batang dan daun,  bagian ini juga memiliki lapisan lilin sehingga sangat sulit ditembus oleh bahan kimia (herbisida).  Hal inilah yang membuat sehingga sangat sulit untuk mengendalikan gulma bambu di perkebunan kelapa sawit. 
5. Menggangu Pekerja
Tanaman bambu memiliki bulu yang sangat halus pada bagian daun dan batang sehingga akan menyebabkan rasa gatal dan akhirnya menimbulkan iritasi pada kulit jika terpapar pada pekerja di perkebunan kelapa sawit. 

Cara Pengendalian Bambu
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk pengendalian bambu :
1. Mekanis
Pengendalian secara mekanis adalah dengan menggunakan alat berat jenis excavator untuk mendongkel setiap rumpun bambu dan membalikkan batangnya arah kebawah sehingga bambu tidak akan tumbuh lagi. Cara ini efektif jika dilakukan bersamaan dengan stacking sehingga dapat mengurangi biaya.

2. Kimia
Pengendalian bambu secara kimia adalah dengan mengunakan herbisida jenis glifosat karena bekerja secara sistemik. Agar dapat menembus bagian kulit bambu maka sebelum melakukan peracunan maka terlebih dahulu semua batang yang ada di tebang dengan menggunakan pisau dan di sisakan sekitar 30 cm dari permukaan tanah.

Sampah dan sisa bambu kemudian di bersihkan di sekitar rumpun sehingga pada saat peracunan semua bagian batang dan anakan bambu dapat di racuni.

Siapkan racun dengan konsentrasi 15 – 20% kemuadian siramkan secara merata pada rumpun bambu yang sudah di bersihkan.

3. Secara Organik
Menurut informasi yang didapat dari beberapa rekan di perkebunan bahwa pengendalian bambu juga dapat dilakukan dengan menggunakan ampas kelapa dimana bambu yang sudah di tebang ditaburi dengan ampas kelapa dan rumpun bambu tersebut akan membusuk.

Demikian informasi tentang cara pengendalian bambu yang dapat di berikan jika anda memiliki pengalaman di luar cara ini dipersilahkan untuk berbagi di kolom komentar. 

Monday, October 7, 2013

Cara Pendidikan Orang Dewasa

Metode dan Fungsi Pendidikan Orang Dewasa. Semua orang berhak untuk mendapatkan pendidikan untuk meningkatkan kemampuan yang dimiliki dan juga mengasah kemampuan baru tentunya karena setiap saat pasti ada ilmu baru yang datang dari hasil penelitian terbaru. Tetapi sering sekali orang dewasa sulit untuk mendapatkan metode pendidikan yang tepat karena kemampuan untuk mengigat dan memahami pelajaran baru sudah sangat terbatas. Karena hal tersebutlah sehingga muncul sistem pendidikan orang dewasa yang sangat berbeda dengan pendidikan formal di sekolahan. Pada artikel sebelumnya konsultasisawit telah menyampaikan pendidikan orang dewasa dan konsep belajarnya pada posting kali ini akan di sampaikan tehnik atau metode dan fungsi belajar orang dewasa tersebut.

Ada beberapa teknik atau metode yang dapat digunakan untuk membantu orang dewasa belajar, antara lain: 
1. Presentasi.  
Teknik  ini  meliputi  antara  lain:  ceramah,  debat,  dialog, wawancara,  panel,  demonstrasi,  film,  slide,  pameran,  darmawisata,  dan membaca. 
2. Teknik Partisipasi peserta. 
Teknik ini meliputi antara lain: tanyajawab, permainan peran, kelompok pendengar panel reaksi, dn panel yang diperluas. 
3. Teknik Diskusi. 
Teknik ini terdidi atas diskusi terpimpin, diskusi yang bersumberkan dari buku, diskusi pemecahan masalah, dan diskusi kasus. 
4. Teknik Simulasi. 
Teknik ini terdiri atas: permainan peran, proses insiden kritis, metode kasus, dan permainan.

Pendidik orang dewasa mempunyai fungsi antara lain: 
1. Menilai  kebutuhan  belajar  individu,  lembaga  dan  masyarakat  untuk pendidikan  orang  dewasa  yang  sesuai  dengan  lingkungan  organisasinya (fungsi diagnostik). 
2. Menetapkan dan mengelola struktur organisasi untuk pengembangan dan pelaksanaan yang efektif dari suatu program pendidikan orang dewasa (fungsi organisasi). 
3. Merumuskan  tujuan  yang  sesuai  dengan  kebutuhan  belajar  yang  telah ditetapkan, dan merencanakan suatu program kegiatan untuk mencapai tujuan tersebut (fungsi perencanaan). 
4. Menciptakan  dan  mengawasi  prosedur  yang  diperuntukan  bagi pelaksanaan  suatu  program  secara  efektif,  termasuk  memilih  dan  melatih ketua-ketua  kelompok  belajar,  tutor,  mengatur  fasilitas  dan  proses administrasi,  seleksi  dan  penerimaan  pebelajar,  dan  pembiayaan  (fungsi administrasi). 
5. Menilai  efektivitas  program  pendidikan  yang  dilaksanakan  (fungsi evaluasi).

Demikian informasi tentang Tehnik, metode dan fungsi Pendidikan Orang Dewasa, semoga bermanfaat.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...