Kamis, 29 Januari 2015

Persyaratan Tumbuh Kelapa Sawit

Persyaratan Tumbuh Kelapa Sawit. Tanaman kelapa sawit bukan merupakan tanaman asli Indonesia oleh karena itu untuk dapat berhasil menanam kelapa sawit sebaiknya anda mengetahui terlebih dahulu apa sebenarnya syarat hidup tanaman ini. Jika syarat tidak dipenuhi maka ada kemungkinan anda akan mengalami kegagalan saat membudidayakan tanaman ini.

Tanaman kelapa sawit merupakan jenis tanaman yang membutuhkan penyinaran yang normal dimana lama penyinaran matahari yang baik untuk kelapa sawit antara 5-7 jam/hari. Oleh karena kebutuhan cahaya ini maka jarak tanam kelapa sawit harus dibuat dengan ukuran 9m x 9m  x 9m sehingga semua tanaman akan mendapatkan cahaya yang cukup untuk menghindari etiolasi.

Kelapa sawit memerlukan curah hujan yang sangat tinggi yaitu 1.500 - 4.000 mm pertahun, sehingga kelapa sawit akan berbuah lebih banyak di daerah dengan curah hujan yang tinggi. Dari hasil beberapa penelitian hal ini terbukti dimana jumlah pelepah yang dihasilkan tanaman kelapa sawit yang di tanam di Papua lebih banyak dibandingkan dengan yang di tanam di daerah Sumatera. Di Papua Kelapa sawit dapat menghasilkan 28 – 30 pelepah pertahun sedangkan di sumatera hanya menghasilkan 26  - 28 Pelepah setiap tahunnya.

Temperatur optimal untuk pertumbuhan kelapa sawit 24 - 28oC. Jadi  ketinggian tempat yang ideal untuk kelapa sawit antara 1-500 m dpl (di atas permukaan laut). Seiring dengan tanaman kelapa sawit yang sedang banyak peminatnya ada beberapa laporan bahwa tanaman kelapa sawit yang di tanaman pada ketinggian 1000 - 1200 m diatas permukaan laut berbuah dengan baik. tetapi hal ini masih perlu dilakukan penelitian untuk membuktikan bagaimana kualitas dan kuantitas produksinya apakah sesuai dengan dataran rendah.

Kelembaban optimum yang ideal untuk tanaman kelapa sawit sekitar 80-90% dan kecepatan angin 5-6 km/jam untuk membantu proses penyerbukan.

Kelapa sawit dapat tumbuh  pada jenis tanah Podzolik, Latosol, Hidromorfik Kelabu, Alluvial atau Regosol, tanah gambut saprik, dataran pantai dan muara sungai. Produksi kelapa sawit lebih tinggi jika di tanam di daerah bertanah Podzolik jika dibandingkan dengan tanah berpasir dan gambut.

Kelapa sawit akan tumbuh lebih baik pada areal tanah mineral dibandingkan dengan tanah gambut selain itu pada tanah gambut tanaman kelapa sawit sering doyong (tumbuh miring) karena akar tidak kuat untuk menahan berat batang dan daun.

Tingkat keasaman (pH) yang optimum untuk sawit adalah 5,0- 5,5. Kelapa sawit menghendaki tanah yang gembur, subur, datar, berdrainase (beririgasi) baik dan memiliki lapisan solum cukup dalam (80 cm) tanpa lapisan padas. Untuk mencapai tingkat keasamaan ini maka di daerah gambut diperlukan perlakuan pemberian pupuk Dolomit atau Kieserite dalam jumlah yang lebih besar bila dibandingkan dengan kelapa sawit yang di tanam di tanah darat. 

Kemiringan lahan kebun kelapa sawit sebaiknya tidak lebih dari 15°. Jika kemiringan lahan sudah melebihi 15° maka diperlukan tindakan konservasi tanah berupa pembuatan terasan, tapak kuda, rorak dan parit kaki bukit.

demikian informasinya tentang Persyaratan Tumbuh Kelapa Sawit semoga dapat bermanfaat.

Rabu, 28 Januari 2015

Syarat Lokasi Pembibitan Kelapa Sawit

Syarat Lokasi Pembibitan Kelapa Sawit. Pembibitan merupakan hal yang wajib dilakukan jika ingin berkebun kelapa sawit karena jika membeli bibit banyak yang tidak terjamin keasliannya.  Untuk mendapatkan beniht yang asli sebaiknya anda membeli seccara resmi ke sumbernya jangan mudah percaya dengan orang yang menawarkan bibit terutama jika harganya sangat murah di kawatirkan benih tersebut adalah palsu. 

Untuk membuat pembibitan kelapa sawit maka harus ditentukan lokasi yang memenuhi syarat pembibitan, berikut adalah syarat-syarat lokasi bibitan kelapa sawit :

a) Topografi tanah datar
Areal yang datar akan memudahkan anda untuk menyusun polibag dan pembuatan jaringan irigasi untuk melakukan penyiraman bibit kelapa sawit.

b) Dekat sumber air 
Hal ini sangat diperlukan karena pembibitan akan memerlukan air untuk penyiraman terutama saat musim kemarau. saat tidak terjadi hujan maka harus dilakukan penyiraman bibit kelapa sawit dua kali sehari sehingga kebutuhan air akan tinggi jika bibitan dalam jumlah yang banyak.
Air tersedia cukup banyak terutama pada saat musim kemarau dan sumber air harus memiliki kualitas yang baik. 

c) Drainase (saluran pembuangan air) baik sehingga tidak tergenang pada musim hujan
Untuk menghindari banjir yang akan mengakibatkan kematian bibit maka drainase atau saluran pembuangan air sangat diperlukan terutama jika areal bibitan anda dekat dengan parit dan sungai yang volume airnya besar saat musim hujuan.

Drainase sebaiknya di sesuaikan dengan kondisi air yang akan mengalir di areal bibitan saat musim hujan. Drainase yang baik adalah dapat langsung mengalirkan semua air hujan ke luar areal bibitan.

d) Lokasi harus mudah dijangkau dan jauh dari sumber hama dan penyakit, tersanitasi dengan baik dan terbuka, tidak terhalang oleh pohon besar atau bangunan
Lokasi bibitan harus mudah di jangkau karena pengangkutan bibit harus lancar saat bibit akan di pindahkan kelapangan.

e) Dekat dengan perumahan sehingga pengawasan dapat lebih intensif
Hal ini berguna untuk mempermudahkan karyawan menuju lokasi pembibitan sehingga akan mengurangi biaya  transportasi tenaga kerja dan juga mempermudah pengawasan.

f) Aman dari gangguan binatang (sapi, kambing, kerbau dan lain-lain)
Binatang peliharaaan seperti sapi, kerbau dan kambing adalah pemakan rumput dan biasanya juga suka memakan daun sawit yang masih muda oleh karena itu areal bibitan harus terbebas dari hewan ternak tersebut.

Demikian informasinya untuk syarat lokasi pembibitan kelapa sawit semoga bermanfaat dan cara pembibitan kelapa sawit akan di tulis pada artikel berikutnya.

Minggu, 25 Januari 2015

Harga CPO Dunia 2015 Anjlok

Bahaya Harga CPO Dunia 2015 Anjlok. Setelah sekian lama tidak update ternyata informasi baru sudah banyak dan yang paling hangat adalah informasi prediksi harga CPO ini. Menurut informasi yang di dapat oleh admin konsultasi sawit banyak yang memprediksi bahwa harga CPO akan mengalami titik terendah di tahun 2015 ini merupakan kabar buruk bagi petani dan pengusaha kelapa sawit di Indonesai. Padahal menurut Analis Indonesia dapat mengendalikan harga crude palm oil dunia pada 2015 dengan catatan pemerintah tegas mandatori biodiesel 10% atau B10. Menurut  Godrej International Ltd Dorab E. Mistry menyebut harga CPO bisa mencapai R2300-2500 tahun ini apabila B10 dapat diimplementasikan secara maksimal.

Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia Derom Bangun memperkirakan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (cpo) masih akan turun hingga akhir 2015 mendatang. Hal tersebut disebabkan oleh harga bahan bakar minyak bersubsidi berbarengan dengan harga minyak dunia yang merosot. Banyak pakar ekonomi dunia memperediksi bahwa harga CPO pada tahun 2015 bisa menyetuh harga terendah yaitu 600 - 700 USD.

Kesimpulan harga CPO turun tersebut setelah menurut para ahli disebabkan oleh beberapa hal yaitu :
1. Harga Bahan Bakar Minyak yang terus turun sehingga sebagai kompetitor maka otomatis harga CPO juga ikut turun.
2. Situasi ekonomi gelobal yang melemah
3. Kebijakan pemerintah tentang biodisel.

Tetapi saat ini harga di tingkat petani masih lumayan tinggi karena di daerah Riau masih diatas Rp. 1700,-. dari bulan desember yang sempat menyentuh harga Rp. 1500,-

Untuk dapat mengatasi masalah ini sudah sebaiknya para petani dan pengusaha kelapa sawit melakukan efisiensi biaya dengan meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan penerapan teknologi terbaru.

Demikian informasinya semoga dapat membantu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...