Laman

Sunday, October 30, 2011

Kastrasi Tanaman Kelapa Sawit


Kastrasi Tanaman Kelapa Sawit . Kastrasi merupakan pekerjaan penting sebelum tanaman beralih dari TBM ke TM.  Tanaman kelapa sawit mulai mengeluarkan bunga setelah berumur 14 bulan, tergantung pertumbuhannya. Pada saat tersebut, bunga-bunga itu masih belum sempurna membentuk buah sampai tanaman berumur sekitar 23 bulan, sehingga tidak ekonomis untuk diolah. Oleh karena itu, semua bunga maupun buah yang keluar sampai dengan umur 23 bulan ini perlu dibuang atau dikastrasi.
Kastrasi adalah membuang semua produk generatif yaitu bunga jantan, betina dan seluruh buah yang berguna untuk mendukung pertumbuhan vegetatif kelapa sawit.  Pelaksanaan kastrasi terakhir dilakukan 6 (enam) bulan sebelum pokok dipanen.

Tujuan kastrasi diperkubunan kelapa sawit adalah:
a) Mengalihkan nutrisi untuk produksi buah yang tidak ekonomis ke pertumbuhan vegetatif
b) Pokok sawit yang telah dikastrasi cenderung lebih kuat dan seragam dalam pertumbuhannya
c) Pertumbuhan buah yang lebih besar dan seragam beratnya
d) Menghambat perkembangan hama dan penyakit (Tirathaba, Marasmius, tikus dan sebagainya)

Kastrasi harus dilaksanakan jika lebih dari 50% pokok  kelapa sawit telah mengeluarkan bunga (jantan dan atau betina).  Pada umumnya tanaman kelapa sawit akan berbunga saat tanaman berumur 14-17 bulan di lapangan jadi saat inilah waktu tepat untuk melakukan yang namanya kastrasi.

Kastrasi dilakukan setiap 2 (dua) bulan sekali sampai tanaman berumur 23 bulan karena jika terlambat maka ada bunga betina yang akan menjadi bauh sehingga pupuk yang diberikan digunakan tanaman untuk buah padahal buah yang dihasilkan masih belum layak dijual.

Adapun alat yang digunakan untuk kastrasi adalah dodos dengan lebar mata 8 cm dan arit kecil.

No comments:

Post a Comment