Laman

Wednesday, August 17, 2011

Cara bertanam tomat terbaru

Kebutuhan tomat rumah tangga di seluruh wilayah Indonesia sangat tinggi karena kita sangat senang dengan yang namanya sambal tomat. Tapi bagaimana jika menanam tomat selain untuk menyalurkan hobi dengan bertanam tomat dipekarangan juga hasilnya dapat digunakan untuk mengurangi belanja di dapur.

Sebelum mempelajari cara menanam tomat terlebih dahulu kita bahas apa itu tomat. Tomat adalah tanaman yang tidak tahan hujan dan sinar matahari terik suhu panas.Tomat dapat ditanam di dataran rendah/dataran tinggi. Tomat cocok ditanam di tanah yang gembur, porus dan subur, tanah liat yang sedikit mengandung pasir dan pH antara 5 - 6.  Curah hujan yang dibutuhkan tomat 750-1250 mm/tahun, curah hujan yang tinggi dapat menghambat persarian. Kelembaban relatif untuk tanam tomat yang tinggi sekitar 25% akan merangsang pertumbuhan tanaman yang masih muda karena asimilasi CO2 menjadi lebih baik melalui stomata yang membuka lebih banyak, tetapi juga akan merangsang mikroorganisme pengganggu tanaman dan ini berbahaya bagi tanaman. Tomat lebih memuaskan hasilnya apabila ditanam di daerah yang kering dan sejuk pegunungan.

Sekarang kita bahas cara budidaya tomatnya :

Penyemain biji tomat

Siapkan media tanam untuk tanaman tomat yang merupakan campuran tanah dan pupuk kandang 25 - 30 kg, Masukkan dalam polibag plastik atau contongan daun pisang atau kelapa. Sebarlah benih secara merata atau masukkan satu per satu dalam polibag

Setelah benih berumur 8-10 hari , pilih bibit yang baik, tegar dan sehat dipindahkan dalam bumbunan daun pisang atau dikepeli yang berisi campuran media tanam
Penyiraman dilakukan setiap hari (lihat kondisi tanah)

Penanaman bibit Tomat

Setelah bibit tomat berumur tiga minggu berada dalam pot-pot yang ditanam tadi, pilihlah sekali lagi bibit tomat yang bagus-bagus saja, kemudian dipindah ke tempat penanaman yang tetap, yaitu bedengan-bedengan yang sudah digemburkan tanahnya sedalam 60 cm dan dipupuk dengan pupuk kandang kering yang sudah dingin sebanyak 1/4 blek minyak tanah per M2. Jangan menggunakan pupuk kandang basah, karena dapat menularkan penyakit-penyakit (cendawan).

Jarak tanamnya harus 50 X 60 - 75 cm. Namun apabila halamannya terbatas boleh juga menanam jarak antara batang "tomat" yang satu dengan yanglain tetap harus 50 cm.

Untuk menjaga supaya waktu dipindahkan tidak rusak, ketok-ketoklah pot itu dulu sambil memutar-mutar, sehingga gumpalan tanah yang meliputi akar-akar terlepas dari dinding pot. Kemudian sambil menahan tanah di sekitar batang tomat dengan tangan sendiri (jangan menyentuh barang itu). Jungkir balik-kanlah pot itu dan ketoklah pantatnya dengan tangan kanan. Hal ini supaya mudah untuk mengeluarkan bibit tanaman tomatnya berikut gumpalan tanah yang meliputi akar-akarnya tadi.

Pemeliharaan tanaman tomat

Supaya mendapat hasil yang memuaskan, tanaman tomat tumbuhnya harus teratur. Tanaman tomat harus dirambatkan ke tambang kambing yang panjang dikaitkan kepada para-para setinggi paling sedikit 1 1/2 M. Ujung tambang yang berada di bawah diikatkan pada sebatang kayu pendek yang ditancapkan dalam tanah, di dekat batang "tomat".

Batang tomat harus dirambatkan ke atas ini harus bebas dari cabang-cabang, begitu ada cabang terbentuk, harus segera dipotong, kecuali cabang yang paling atas. Cabang-cabang bawah tomat yang dipotong ini akan mencoba menumbuhkan cabang-cabang baru lagi nantinya, di ketiak-ketiak daun. Namun semuanya harus dipotong lagi,dengan hanya meninggalkan sisa sepanjang beberapa cm saja, yang masih mengandung satu helai daun.

Setelah batang itu sendiri setinggi 1 - 1 1/4 meter, potonglah pucuknya, yaitu diatas dompolan bunga yang ke lima atau ke enam (dihitung dari bawah). Pertumbuhannya lantas diteruskan oleh cabang yang paling atas tadi. Dengan begitu kita hanya akan mendapat lima sampai enam dompolan buah saja per batang, namun buah-buahnya akan tumbuh leluasa besarnya. Untuk mendapat jumlah tomat yang banyak, perbanyak saja jumlah batang-batang yang ditanam. Hal ini supaya ruangan di sekitar batang itu akan bebas leluasa menerima sinar matahari dan hawa segar secukupnya, sedang buah-buah "tomat" tidak akan ada yang kotor kena tanah.

Apabila buah tomat sudah tumbuh sebesar kelereng, lakukan pengurangan hingga hanya sisa ada paling banyak lima buah tomat saja dalam satu tangkai. Apabila dibiarkan lebih dari itu, tumbuhnya akan berdesak-desakan, sehingga nanti buahnya tidak sama rata besarnya. Lebih baik, dipilih saja, yang bagus-bagus dibiarkan, dan yang kerdil jelek dipetik secepatnya.

Untuk memperoleh bibit sendiri yang bagus nantinya, tandailah pohon-pohon tomat yang paling bagus menghasilkan buah, besar-besar rata-rata, manis-manis. Buah-buah yang bagus-bagus tadi disisihkan dan jangan dimakan, tapi diambil biji-bijinya, yang setelah dikeringkan disimpan dalam botol-botol bersih yang tertutup rapi. Tiap kali menanam (dan panen), sebaiknya meneliti Batang-batang tomat yang mana yang paling bagus untuk diambil bibitnya. Dengan demikian anda menyeleksi sendiri sehingga apabila akan menanam lagi sudah memiliki bibit unggul sendiri.

Apabila buah-buah sudah besar, maka daun-daun paling ujung pada tiap-tiap cabang yang dibiarkan pendek tempo hari, harus dipotong juga, bersama-sama dengan semua kuncup yang muncul pada pangkal tangkai dapat didorong lebih cepat lagi masaknya, sehingga cepat pula berubah warna dari hijau ke jingga.

Hama dan Penyakit utama tanaman tomat

- Ulat buah (Helicoperva armigera dan Heliothis sp.). Gejala buah berlubang dan kotoran menumpuk dalam buah yang terserang. Lakukan pengumpulan dan pemusnahan buah tomat terserang, semprot dengan PESTONA
- Lalat buah (Brachtocera atau Dacus sp.).Gejala buah busuk karena terserang jamur dan bila buah dibelah akan kelihatan larva berwarna putih. - - Bersifat agravator, yaitu sebagai vektornya penyakit jamur, bakteri dan Drosophilla sp. Kumpulkan dan bakar buah terserang, gunakan perangkap lalat buah jantan (dapat dicampur insektisida)
- Busuk daun (Phytopthora infestans), bercak daun dan buah (Alternaria solani) serta busuk buah antraknose (Colletotrichum coccodes). Jika ada serangan semprot dengan Natural GLIO
- Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami (PESTONA, GLIO, VITURA) belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.
- Busuk ujung buah. Ujung buah tampak lingkaran hitam dan busuk. Ini gejala kekurangan Ca ( Calsium). Berikan Dolomit.

Saatnya Panen buah tomat

Memetik buah tomat jangan menunggu sampai berwarna merah betul-betul, sebab buah tomat yang dipetik sesudah merah semuanya akan meledak kalau disimpan lebih lanjut. Sebaliknya kalau memetik buah tomat saat berwarna kuning jingga sebagian saja kalau disimpan akan masak sendiri, walaupun di luar batang. Namun jangan sampai memetik buah tomat yang masih hijau, karena tidak mungkin bisa masak, tapi malah akan busuk.

Apabila anda memetik buah tomat tepat pada waktunya, dan tidak terburu-buru atau terlalu lama menunggu sampai merah rata, maka tanaman itu lantas dapat berbuah lagi yang masih terbelakang tumbuhnya. Lumayan untuk menambah produksi......

Cobalah bertanam tomat dan pasti akan berhasil.

Jika menanam tomat dilapangan maka sebaiknya anda menjaga hama dan penyakit karena sangat sering menjadi penyebab kegagalan petani tomat. Penyakit yang paling berbahaya adalah penyakit layu fusarium dan penyakit busuk daun.

Untuk menanm tomat dalam polibag anda sebaiknya menggunakan polibag dengan diameter 15 cm, dengan jumlah tanaman satu batang untuk setiap polibag tetapi jika takut mati dapat ditanam sebanyak dua bibit

Tomat juga dapat ditanam pada ember atau karung, caranya tetap sama dengan cara diatas hanya saja media tempat tumbuhnya saja yang berbeda.

2 comments: